Wajib Bangkit

bangkit/bang·kit/ v 1 bangun (dari tidur, duduk) lalu berdiri. Bangkit berarti melakukan perpindahan tempat, dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi. Bangkit berarti merubah keadaan, dari yang lebih buruk, menjadi lebih baik. Bangkit juga bisa berarti bangun dari sebuah tidur panjang. Bangkit, sebuah kata kerja yang harus dilakukan oleh sebuah klub sepakbola yang tepat pada hari ini, 88 tahun lalu didirikan oleh putra-putra terbaik bangsa.

Persija Jakarta, lahir dengan nama Voetbalbond Indonesia Jacatra,didirikan 1 bulan setelah sumpah pemuda, sebagai salah 1 alat perjuangan untuk memerdekakan bangsa ini dari penjajahan Belanda. Klub ini juga merupakan salah satu pendiri dari federasi sepakbola Indonesia. Berwarna merah dan putih, klub ini tak mewakili salah satu etnis atau suku di kota ini, melainkan mewakili keberagaman di kota tempat nya dilahirkan.

Dahulu, klub ini adalah raja di persepakbolaan negara ini. 10 kali juara kompetisi kasta tertinggi di negara ini, sampai sekarang pun tak ada yang bisa menyamai rekor kebanggaan kita ini. Dahulu, kebanggaan kita ini merupakan kebanggaan seluruh penghuni kota, tak peduli latar belakang etnis dan budaya nya, asal mereka tinggal di Jakarta pasti lah mereka membanggakan klub ini.

Dahulu lagi, klub ini adalah representasi yang sebaik-baik nya dari sebuah kota yang merupakan ibu kota sebuah negara. Elegan, royal, berkuasa, diisi oleh pemain paling hebat di posisi nya dari seluruh penjuru negara ini.

Dahulu juga, klub ini bahkan memiliki rumah sendiri, yang merupakan sebuah kemewahan yang hanya dimiliki beberapa klub di negara ini. Dan ketika rumah dari klub ini tak sanggup lagi menampung pecinta dari klub ini, ada 2 rumah lagi yang masih sanggup menampung nya.

Tapi, itu semua telah berlalu, masa-masa indah itu tak ada lagi sekarang. Klub ini telah berubah, dari sebuah alat perjuangan dari sebuah bangsa yang ingin merdeka hingga kini menjadi alat meraup keuntungan yang sebesar-besar nya untuk pihak-pihak tertentu.

Klub ini tak lagi menjadi raja di persepakbolaan negeri ini. Memang, rekor 10 kali juara kompetisi kasta tertinggi di negara ini sampai sekarang belum ada yang menyamai. Tapi, gelar juara terakhir klub ini diraih 15 tahun yang lalu, saat pemain termuda kita di skuat saat ini masih berumur 5 tahun.

Klub ini kini tak lagi menjadi kebanggaan seluruh penghuni kota, beberapa menyebut klub ini adalah sebuah aib untuk kota ini. Dan ironis nya lagi, sang gubernur terkini nya pun memusuhi klub ini dan para pecinta nya.

Klub ini kini tak lagi menjadi representasi ideal dari kota ini. Klub ini tak lagi elegan, baik dari sisi permainan ataupun citra nya di mata dunia. Tak lagi royal dalam mempersiapkan kebutuhan tim, tak lagi berkuasa di dunia persepakbolaan negara ini, tak lagi diisi oleh pemain paling hebat di posisi nya masing-masing.

Dan yang paling menyedihkan lagi, kini, klub yang kita cintai dan banggakan ini, tak lagi memiliki rumah. Rumah yang dahulu biasa dihuni sudah dirubuhkan oleh penguasa kota terdahulu yang kata nya mencintai klub ini.

Klub ini memang memiliki sejarah yang begitu indah untuk dikenang. Tetapi klub ini tak didirikan untuk mengenang sejarah. Klub ini didirikan untuk menciptakan sejarah dalam setiap operan bola yang dibuat klub ini. Klub ini didirikan tak hanya untuk menjadi pelengkap dari sebuah kompetisi. Klub ini didirikan untuk memenangkan smeua kompetisi yang diikuti.

Klub ini wajib bangun dari keterpurukan yang dialami belasan tahun belakangan ini. Sebuah langkah awal yang sangat baik dari para pemangku jabatan di manajemen dengan mengembalikan warna klub ini ke warna yang sebenar nya. Karena dengan warna yang sebenar nya klub ini memenangkan 9 gelar berbanding 1 gelar dengan warna penjajah pemberian penguasa kota terdahulu yang kata nya mencintai Persija.

Saat nya klub ini berpindah tempat. Dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi. Saat nya klub ini merubah keadaan nya, dari yang saat ini buruk, menjadi yang terbaik. Saat nya klub ini bangun, bangun dari keterpurukan nya. Saatnya klub ini Bangkit!

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
39 views

Leave a Reply