Trio ABG: Singkat, Padat, dan Jelas

Trio lini serang bisa menjadi salah satu senjata andalan bagi tiap klub sepakbola. Ada banyak trisula mematikan yang pernah hadir dalam sejarah sepakbola. Medio 1950-an Real Madrid memiliki trio maut yang beranggotakan  Ferenc Puskas, Francisco Gento, dan Alfredo Di Stefano. Sedangkan pada medio 1960-an Manchester United memiliki “The United Trinity”, George Best, Denis Law, dan Sir Bobby Charlton. Sosok mereka bertiga diabadikan dalam bentuk patung yang terpampang tepat di depan Old Trafford dan berhadapan langsung dengan patung Sir Matt Busby.

Di era sekarang, 10 tahun terakhir, kita mengenal trio Messi, Suarez, dan Neymar, milik Blaugrana, trio Bale, Benzema, dan Cristiano Ronaldo, milik Los Blancos, dan yang terhangat trio Firmino, Mane, dan Salah, kepunyaan Liverpool. Mereka bertiga sukses membawa The Reds melepas dahaga yang teramat sangat dengan menjuarai Premier League musim lalu (2019-2020).

Tak hanya tim-tim besar di benua biru, Persija Jakarta juga sempat memiliki trio mematikan dalam sosok Aliyudin, Bambang Pamungkas, dan Greg Nwokolo yang akrab kita sebut sebagai trio ABG.

Trio andalan milik Macan Kemayoran ini terbentuk pada medio 2008 silam. Untuk mengarungi Liga Indonesia musim 2008-2009 manajemen Macan Kemayoran mendatangkan beberapa amunisi anyar, salah satunya adalah Greg Nwokolo. Pria kelahiran Enugu, Nigeria tersebut didatangkan oleh Persija Jakarta dari Persis Solo.

Penampilan impresif yang ia tunjukkan kala membela Laskar Samber Nyawa pada musim sebelumnya mungkin menjadi penyebab ketertarikan Macan Kemayoran. Greg berhasil membukukan 14 gol dari 28 pertandingan yang ia mainkan.

Padahal pada musim sebelumnya Macan Kemayoran sudah memiliki duet maut atas nama Aliyudin dan Bambang Pamungkas. Kolaborasi mereka berdua menghasilkan 34 gol, dengan masing-masing dari mereka mencetak 17 gol. Sebuah catatan yang luar biasa untuk duet striker lokal.

Pemain yang sekarang membela Madura United itu menjadi kepingan terakhir dari Trio ABG. Sebagaimana kepingan terakhir pada umunya, pasti kehadirannya akan melengkapi dan membuat performa sesuatu tersebut menjadi maksimal.

Mereka bertiga memiliki kelebihan masing-masing, dan kelebihan tersebut bisa saling melengkapi satu sama lain, diantaranya sebagai berikut:

Aliyudin merupakan tipikal striker yang lincah dan cukup lihai dalam urusan menggiring bola, dengan kelincahannya tersebut ia kerap berhasil membuka ruang untuk kedua rekannya. Dengan gaya main yang cukup sering melebar ke sisi sayap, mantan penyerang andalan Persikota Tangerang itu juga diberkahi  dengan naluri mencetak gol yang baik.

Sedangkan Bambang Pamungkas identik dengan kemampuan duel udaranya yang di atas rata-rata, tak jarang ia mampu memenangkan duel dari lawan yang berpostur lebih besar darinya. Selain itu ia juga memiliki ketenangan dan cara melindungi bola yang baik, serta cukup lihai ketika menjadi eksekutor bola mati. Naluri mencetak golnya juga tak perlu diragukan lagi.

Beda lagi dengan Greg Nwokolo. Kepingan terakhir dari Trio ABG ini memiliki skill di atas rata-rata. Dengan kemampuannya ia bisa menarik 2 sampai 3 orang pemain lawan untuk menjaganya.

Peran mereka bertiga cukup kentara bagi Macan Kemayoran. Terhitung sejak Trio ABG ini terbentuk mereka berhasil membukukan 58 gol. Dari 58 gol tersebut berikut rinciannya: Aliyudin dengan sumbangsih 4 gol, Bambang Pamungkas menyumbang 25 gol, sedangkan Greg Nwokolo menyumbang 29 gol. Gol yang dicetak oleh Aliyudin memang terhitung sedikit, namun perlu digarisbawahi disini ia lebih berperan sebagai decoy serupa dengan peran Firmino di Liverpool dalam beberapa musim terakhir.

Keganasan mereka bertiga mungkin terekam dalam beberapa momen. Namun ada satu momen ketika Trio ABG dengan kompak menunjukkan keganasan mereka, yaitu saat Persija Jakarta memecundangi Persib Bandung pada lanjutan Indonesia Super League musim 2010-2011, Sabtu, 30 Oktober 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada laga tersebut Macan Kemayoran berhasil meraih poin penuh dan kembali memperpanjang rekor buruk bagi Maung Bandung, yaitu tak pernah menang kala bersua Persija di Ibu Kota. Sebenarnya laga berlangsung cukup alot lantaran kedua tim cukup berhati-hati dan tak mau kecolongan satu sama lain. Skor 0-0 pun bertahan hingga paruh pertama usai.

Pada paruh kedua, Macan Kemayoran langsung tancap gas dalam melancarkan serangan, dan benar saja Greg Nwokolo berhasil membuka keran gol bagi Persija pada menit ke-52, kemudian disusul oleh gol dari Aliyudin menit ke-64, serta gol pamungkas yang dicetak oleh Bambang Pamungkas di menit ke-76. Persija Jakarta pun mengakhiri pertandingan tersebut dengan gagah perkasa lewat keunggulan 3 gol tanpa balas.

Trio ABG mungkin bukan yang terbaik di persepakbolaan Indonesia. Masih ada trio Christian Gonzales, Ronald Fagundes,  Danilo Fernando di Kediri, Anoure Obiora, Kayamba Gumbs, Zah Rahan kala memperkuat Sriwijaya FC, Ernest Jeremiah, Beto Goncalves, Boaz Salossa dari tanah Papua, atau Roman Chmelo, Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan kepunyaan Arema FC, yang berhasil mempersembahkan gelar juara kepada klubnya masing-masing.

Selain nirgelar masa edar trio ABG juga terbilang singkat, hanya dua musim, 2008-2009 dan 2010-2011. Memang singkat, namun padat dan jelas. Terkadang kita tidak memerlukan durasi yang lama untuk membuat sesuatu yang berkesan dan akan selalu diingat setiap saat. Trio ABG sudah membuktikannya. Meskipun tak pernah mempersembahkan gelar juara untuk Macan Kemayoran, namun mereka akan selalu dikenang oleh penikmat sepakbola, khususnya The Jakmania, sebagai salah satu trio terbaik yang pernah menghiasi persepakbolaan Indonesia.

Gerry Maulana

Bisa disapa lewat akun twitter @gerrymaulanaaa

(image source: viva.co.id)

Share post :
73 views

Leave a Reply