TERIMA KASIH PERSIJA

Dear Persija,

 

Bagaimana keadaan kalian hari ini? Lebih baik, bukan? Tidur kalian juga pasti lebih nyenyak, kan? Hasil kemenangan Jumat malam pastilah lebih menyenangkan dari sekedar hasil imbang dan kekalahan, bukan? Teruslah pertahankan.

Saya adalah orang yang beberapa waktu lalu mengirimkan surat di tempat yang sama, saat kalian terpuruk saat itu. Jadi tak adil rasanya bila tidak menulis surat ini saat kalian menang. Walau hanya untuk mengucapkan terima kasih untuk perjuangan dan kebanggaan yang kalian berikan Jumat malam kemarin.

Sayangnya kemenangan pada Jumat malam itu harus dikotori noda-noda kecil. Maaf bila saya harus tetap menulis bagian ini juga.

Pertama, kegagalan Bambang Pamungkas menyelesaikan tendangan penalti. Buat saya ini cukup mengecewakan. Karena saya sudah cukup lama merindukan gol dari sang Idola yang identik dengan nomor punggung dua puluh ini. Tapi ya sudahlah, toh semua pemain bahkan pemain kelas dunia pun bisa gagal melakukannya. Dan permainannya malam itu bisa dikatakan sangat baik, dua goal Persija melibatkannya. Bahkan mungkin saya berlebihan bila mengatakan permainan Persija berbeda dengan kehadirannya di lapangan. Terima kasih Idola, Terima kasih sang Legenda.

Ke dua, ini yang cukup membingungkan. Bagaimana mungkin pemain yang telah mendapat tiga kartu kuning di pertandingan berbeda masih dapat berlaga? Bukankah harusnya mendapat larangan bermain pada satu laga? Saya memang kurang paham dengan ini, karena saya hanya penikmat sepak bola. Koreksilah bila saya salah. Dan kabar terakhir yang saya terima, akumulasi itu terjadi untuk satu pertandingan pekan lalu yang harus tertunda. Semoga memang begitu adanya dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Persija terkait masalah ini.

Ketiga, ini yang membuat miris. Kemenangan ini dikotori kericuhan di pintu-pintu lokasi pertandingan. Bahkan kabarnya satu mobil satelit stasiun televisi dirusak sehingga siaran langsung pertandingan harus terhenti. Sebenarnya saya tidak mau membahas lebih dalam tentang ini. Karena untuk saya, kekerasan dan vandalisme di sepak bola tidak boleh ada. Titik! Tapi saya hanya hendak mengingatkan untuk kita semua, janganlah melakukan tindakan konyol yang mungkin akan merugikan apa yang kita cinta. Bila tidak dapat tiket pertandingan tolong bersabar. Harus disadari stadion tempat laga kali ini memang tidak akan mungkin menampung kita semua. Masih ada pertandingan selanjutnya. Berusahalah datang lebih awal untuk lebih keras berburu tiket, atau hubungi pihak-pihak yang memang ditunjuk mendistribusikannya. Dan untuk pihak-pihak terkait, tolonglah lebih permudah akses tiket, atau aktiflah memberi kejelasan tentang tiket ini. Karena dari yang saya lihat ini memang terjadi karena ada orang-orang yang tidak memiliki tiket dan sejak awal memang ingin tetap memaksa masuk menyaksikan pertandingan.

Saya memang cinta, tapi saya tidak buta. Saya memang bangga akan kemenangan, tapi saya akan tetap menulis hal-hal yang mungkin bisa lebih baik ke depan.

Kemenangan ini memang menyenangkan. Tapi tolong jangan terlena Persija. Seperti yang sering kalian katakan, “ini masih awal musim”. Ingat kata-kata itu. Artinya masih banyak lawan yang menanti, masih banyak pertandingan yang harus dimenangi. Ingat juga alasan kalian saat tidak mendapat hasil maksimal, “kami hanya kurang keberuntungan”. Ingatlah untuk menang tidak cukup dengan keberuntungan.

Tetap bekerja keras, Macan. Tetap berusahalah berlari lebih kencang. Tetaplah menari dengan cantik di atas lapangan. Ingatlah ini baru kemenangan pertama setelah hasil yang mengecewakan. Jika meminjam kalimat pendukung kalian, “biasakan menang sampai menang menjadi kebiasaan”.

Sekali lagi terima kasih untuk kemenangan dan kebanggaan yang kau berikan Jumat malam kemarin. Teruslah mengaum, Macan. Buatlah lawan-lawan berikutnya gentar. Teruslah berlari lebih kencang menuju habitatmu, habitat para calon juara, karena kita memang telah tertinggal.

Mungkin ini surat terakhir dari saya, dari pencinta dan pendukung Persija.

 

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
68 views

Leave a Reply