Takluknya Persebaya dan PSMS di Hari Ulang Tahun Persija

Terjadi pertandingan klasik Persija di tahun 1978, dimana saat itu dalam ajang turnamen HUT 50 Tahun Persija. Persija dipertemukan oleh rival terberatnya, Persebaya dan PSMS.

Kisah ini terjadi 39 tahun yang lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tahun 1978, Persija Jakarta sedang berulang tahun yang ke-50 tahun. Tim ibu kota pun menggelar hajatan di usia setengah abad mereka.  Mungkin jika sekarang, kita lebih mengenalnya dengan turnamen bernama Trofeo Persija.

Dua nama tim besar pada masa 70-an yakni Persebaya Surabaya dan PSMS Medan diundang untuk bertanding dalam ajang turnamen berformat pertandingan segitiga untuk memperebutkan Piala Fatahillah.

Tahun 70-an, nama Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan PSMS Medan begitu mendominasi kekuatan sepak bola nasional, khususnya kompetisi Perserikatan. Persebaya yang diperkuat nama-nama legendaris seperti Rudi Keltjes, Djoko Malis dan Abdul Kadir. Sedangkan tim asal Sumatera Utara, PSMS. Di isi oleh pemain yang tak kalah berkelas, dari mulai Nobon, Zulham Effendi hingga Parlin Siagian.

Pertandingan segitiga yang mempertemukan tiga tim terkuat di medio 70-an ini membuat banyak pecandu sepak bola nasional begitu antusias. Apalagi Persija pada era itu, diisi oleh pemain yang juga mayoritas memperkuat timnas Indonesia. Tiga tim dengan tradisi juara dengan semangat fanatisme kedaerahan yang begitu sangat kental membuat jalannya pertandingan berlangsung sangat panas.

Malam yang Indah Bagi John Lesnussa

Pertandingan pembuka turnamen segitiga HUT Persija ke-50 tahun, mempertemukan antara Persija dengan PSMS, dua tim yang berlabel musuh bebuyutan tersebut. Pertandingan yang terjadi pada Senin malam di tanggal 16 Oktober 1978 itu berlangsung dengan keras.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan. Tak perlu lama bagi Persija untuk mencetak gol, Persija langsung unggul cepat dari anak-anak Medan pada menit ke-3, lewat gol gelandang kanan Persija Jakarta, John Lesnussa. Assist gelandang kiri Persija, Robby Binur kepada John Lesnussa tidak ia sia-siakan. John dengan tendangan kerasnya, berhasil merobek gawang PSMS yang dijaga oleh Taufik Lubis. Skor 1-0 untuk keunggulan sementara Persija.

Belum puas satu gol, Persija akhirnya menambah lagi golnya melalui pemain yang sama menit ke-26. Pemain asal Maluku itu kembali mencetak gol yang kedua. Setelah melewati hadangan dua pemain PSMS Medan termasuk melewati kiper. John dengan sangat mudah menceploskan bola ke arah gawang yang sudah kosong tak terkawal. Hingga jeda babak pertama, Persija sementara sudah memimpin dengan skor 2-0.

Malam itu seperti malam milik John Lesnussa, dia lagi-lagi mencetak gol ketiga untuk Persija pada menit ke-77 ke gawang PSMS dengan kecerdikannya, ia melesatkan bola ke dalam ruang tembak yang begitu sempit. Sementara dua gol yang diciptakan oleh PSMS Medan berkat penyerang mereka, Zulham Effendi di menit 49 dan ke-58 yang sempat menjadikan skor imbang, 2-2.

Seperti yang dilaporkan oleh Koran Merdeka, edisi Selasa, 17 Oktober 1978. Pertandingan antara Persija Jakarta dengan PSMS Medan berjalan dengan tensi sangat tinggi. Tekel-tekel keras dilakukan oleh kedua tim, hingga peluit akhir ditiup. Persija tetap memenangkan pertandingan dengan angka skor 3-2 lewat hattrick John Lesnussa. Istimewanya lagi, malam itu adalah malam spesial bagi seorang John Lesnussa yang baru pertama kali dalam karirnya bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Susunan pemain Persija: Sudarno, Simson Rumahpasal, Harry Muryanto/Berty Tutuarima, Marsely Tambayong, Suaeb Rizal, Sofyan Hadi, John Lesnussa, Iswadi Idris, Robby Binur, Dede Sulaeman dan Ruly Nere.
Susunan pemain PSMS: Taufik Lubis, Ismail, Suparjo/Sudiono, Chairuslan Siregar, Marjadi, Nobon, Effendi Marico/Jongkie Haurissa, Sunardi/Sakirman, Suwarno, Zulham Effendi dan Parlin Siagian.

Hari Pembalasan Bagi Persebaya

Hanya berselang dua hari. Pertandingan kedua turnamen segitiga ini mempertemukan antara tuan rumah Persija dengan juara bertahan Piala Perserikatan tahun 1978 yakni Persebaya Surabaya. Partai ulangan dari final Perserikatan 1978. Bisa di bilang, ini pertandingan balas dendam Persija kepada Persebaya. Karena saat Persebaya merengkuh gelar juara, mereka mengkalahkan Persija dengan skor 4-3 di partai puncak, sembilan bulan sebelumnya.

Persebaya pada pertandingan pertama mereka, menelan kekalahan dari PSMS. Persebaya harus menyerah dengan skor 3-1. Pertandingan Persija dengan Persebaya ini adalah pertandingan terakhir bagi kedua tim. Tentunya, Persija ingin menjadi juara di hadapan publik mereka sendiri dengan kemenangan sempurna sekaligus menuntaskan misi balas dendam kepada Persebaya.

Sejak menit awal, Persija langsung menekan pertahanan Persebaya. Serangan yang dibangun oleh Iswadi Idris, John Lesnussa serta Dede Sulaeman terus mengancam pertahanan Persebaya. Baru enam menit pertandingan berjalan, Persija sudah unggul 1-0 lewat gol yang dicetak gelandang Persija, Robby Binur.

Tak bertahan sampai disitu, Persija yang memakai jersey kebesaran berwarna merah terus menekan pertahanan bajul ijo. Gol kedua Persija kembali hadir pada menit ke-19, kali ini adalah Taufik Saleh yang mencetak gol melalui kepalanya dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Dede Sulaeman. Skor 2-0 tetap bertahan hingga akhir babak pertama.

Babak kedua di mulai, Persebaya ingin mengejar defisit ketertinggalan dua gol. Pemain-pemain terbaik Surabaya dari Abdul Kadir sampai Rudi Keltjes terus melakukan tekanan di jantung pertahanan Persija Jakarta. Bahkan tendangan Rudi Keltjes sempat membuat Persebaya mencetak skor, tapi masih mampu diamankan oleh kiper Persija, A.A Raka.

Asik menyerang, Persebaya justru lengah sehingga Persija menambah jumlah gol mereka. Peran Taufik Saleh yang kembali mensarangkan bola ke gawang Persebaya Surabaya. Angka 3-0 untuk keunggulan Persija Jakarta atas Persebaya bertahan hingga bubaran pertandingan. Dengan hasil tersebut, Persija sukses membawa pulang Piala Fatahillah sebagai kado manis di hari jadi tim ibu kota.

Kemenangan Persija dari Persebaya sekaligus membalas kekalahan mereka di final Piala Perserikatan 1978. Nama Zulham Effendi dari PSMS Medan terpilih menjadi pemain terbaik gelaran turnamen segitiga HUT ke-50 tahun Persija.

Susunan pemain Persija: A.A Raka, Johanes Auri, Simson Rumahpasal, Ruly Nere, Suaeb Rizal, Marsely Tambayong, John Lesnussa/Taufik Saleh, Robby Binur/Syamsul, Iswadi Idris, Sofyan Hadi dan Dede Sulaeman.
Susunan pemain Persebaya: Suharsoyo, Hamid Asnan, Santoso Pribadi, Wayan Diana, Riono Asnan, Sujanto, Syamsul Arifin/Rudi Keltjes, Hadi Ismanto, Djoko Malis, Budi Santoso dan Abdul Kadir.

Kisah pertandingan klasik yang mempertemukan tiga tim berpredikat juara memang asik rasanya untuk kembali di kenang. Ketiga tim tradisional di zaman Perserikatan dengan nilai sejarah yang begitu sangat panjang bisa bertemu kembali dan berduel dengan sensasi pertandingan luar biasa. Berharap nama besar mereka seperti Persebaya dan PSMS, bisa kembali muncul untuk meramaikan kompetisi tertinggi liga Indonesia bersama Persija.

Share post :

Leave a Reply