Surat Untuk Persija

Dear PERSIJA,

Pernah mencintai dengan sangat? Pernah dikecewakan dengan sangat? Aku pernah.

Aku begitu mencintaimu, aku harap kamu tahu itu. Bahkan aku lebih dari sekedar cinta. Kalau mau mengikuti kata-kata mereka aku gila, gila PERSIJA.

Wajar memang kalau harus dibilang gila, untuk menyaksikanmu berlaga saja puluhan kilometer yang harus aku tempuh. Berdesakan di Kereta Rel Listrik yang pehuh sesak, atau berusaha menembus kemacetan di jalan yang berdebu. Kini kamu harus berlaga di tempat yang bukan seharusnya, di pinggiran Ibu Kota yang bukan merupakan rumah sesungguhnya. Tidak apa-apa aku rela menempuh jarak lebih jauh untuk kamu. Ketika kamu harus berlaga di luar kota pun aku ikut.

Bukan hanya itu saja, bukan hanya perjuangan menempuh jarak menuju tempat kamu berlaga, untuk mendapatkan tiket masuk tempat kamu bertandingpun tidak mudah. Belum lagi dengan harganya yang tidak murah. Bahkan kabarnya termahal di Indonesia.

Tidak apa-apa, aku rela melakukan semuanya. Dengan nama besar yang kamu miliki, dengan sejarah panjang yang begitu memukau, dan dengan semua bintang yang menghiasi, mencintaimu adalah kebanggaan. Layaknya mencintai gadis cantik memang butuh banyak perjuangan.

Seperti sore tadi. Sebenarnya aku berada di kereta api dalam perjalanan meninggalkan kota Jakarta untuk keperluan pekerjaan. Tapi aku ingat, ini saatnya kamu berlaga. Aku mencari berbagai cara untuk menyaksikannya. Dengan fasilitas seadanya, bermodal tablet, aku tetap berharap sebuah hasil yang membahagiakan. Berharap kamu menang atau sekedar bermain menghibur di atas lapangan.

Tapi kenyataannya? Aku kembali kecewa, seperti sebelumnya. Setelah dua laga tidak berdaya, sore ini kembali terulang kamu gagal menang. Bahkan lebih mengecewakan dengan permainan yang kali ini kamu tampilkan.

Kamu sempat memberi harapan dengan kemenangan di pertandingan pembuka. Disusul hasil imbang dilaga berikutnya aku masih menerima. Tapi bila diteruskan lima pertandingan tanpa kemenangan aku harus apa?

Selayaknya gadis cantik kamu sangat tahu apapun yang kamu lakukan aku akan tetap mencintaimu. Kamu benar, kalah-pun aku tetap cinta kamu. Tapi apa salahnya memberi kebahagiaan untuk orang yang mencintaimu? Buakan cuma aku, tapi ribuan orang lain yang sama mencintaimu seperti aku.

Setelah semua perjuangan yang aku dan mereka berikan untuk kamu, apa salahnya berjuang lebih keras untuk kami. Setidaknya bermain dengan baik dan tidak tampak lemah di atas lapangan. Buat aku bahagia, dan jangan sampai buat mereka mencercamu walau akupun sama kecewa.

Aku menulis ini dari jauh. Aku hanya harap kamu tahu ada aku dan orang-orang seperti aku yang begitu gila padamu. Orang-orang yang melakukan hal tidak masuk akal demi cinta dan kebanggan. Aku berharap kamu melihat sedikit kearah kami. Buat kami bangga dengan bermain indah. Aku tidak menuntut kamu menang, karena hasil bukan kita yang menentukan. Melihat permainan cantikmu di atas lapangan sudah membuat aku bahagia. Dan hanya itu yang aku minta.

Dari Kami yang mencintaimu, The Jakmania.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
126 views

Leave a Reply