Saat Persija Menantang Juara Dunia

Beberapa waktu yang lalu, Persija melakukan laga persahabatan melawan salah satu tim asal Spanyol yakni Espanyol. Kekalahan 7-0 dari Espanyol memang menjadi catatan sejarah tersendiri untuk Persija yang tersimpan di tahun ini. Dari dulu, Persija memang menjadi daya tarik bagi tim asal luar negeri untuk mencicipi kekuatan tim asal ibu kota. Semua tak lain karena nama besar Persija yang juga diikuti oleh besarnya animo penonton yang luar biasa.

Menengok sekitar tahun 70-an, Persija melakoni beberapa laga uji coba internasional dengan beberapa tim yang mempunyai nama besar saat itu. Mulai dari Ajax Amsterdam, Offenbach Kickers dari Jerman Barat, Sao Paolo hingga kesebelasan timnas Italia junior pernah merasakan laga persahabatan dengan Persija. Ada salah satu cerita menarik tentang memori laga uji coba Persija tepatnya di tahun 1975, di mana waktu itu Persija berhadapan dengan raksasa klub asal Argentina, Independiente.

Melawan kekuatan besar Independiente

Nama besar Independiente sangat mewah, bagaimana tidak? Klub asal Argentina di era 70-an begitu perkasa. Mulai dari langganan juara Copa Libertadores secara beruntun dari tahun 1972 sampai tahun 1975. Selain itu, Independiente adalah jawara piala dunia antar klub di tahun 1973. Tak hanya mentereng akan prestasi, nama besar Independiente saat itu juga semakin lengkap dengan skuatnya yang di dominasi oleh pemain berlabel tim nasional.

Pertarungan antara Persija dengan Independiente terjadi pada Senin, 3 Februari 1975. Independiente sewaktu itu melakukan tur Asia untuk pertama kalinya. Destinasi mereka langsung tertuju ke Indonesia. Era emas Persija di periode 70-an, membuat Independiente tertarik untuk mencicipi kekuatan anak asuh Sinyo Aliandoe ini.

Kesempatan menghadapi kekuatan tim benua Amerika latin itu tentunya tidak disia-siakan oleh Persija. Apalagi Persija juga pada masa 70-an sedang superior seperti menjadi juara perserikatan tahun 1973. Tak hanya merengkuh prestasi dalam kejuaraan nasional. Persija juga merengkuh gelar di ajang internasional yakni piala hari kemerdekaan Vietnam Selatan di tahun yang sama. Tak kalah hebat dengan Independiente, Persija sendiri juga di isi oleh nama-nama pemain top kala itu. Mulai dari Ronny Paslah, Sofyan Hadi, Andi Lala, Anjas Asmara hingga Iswadi Idris, yang menjadi kekuatan inti timnas Indonesia.

Duel klub yang keduanya sama-sama berwarna merah dan putih ini pun terjadi, dihadapan 70.000 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertarungan kedua tim yang sedang berjaya di medio 70-an ini begitu menarik disaksikan dan berlangsung dengan sangat ketat seperti yang dilansir oleh koran Kompas edisi Rabu, 5 Februari 1975. Persija menurunkan kekuatan terbaiknya, begitu pula juga Independiente yang memasang skuat juaranya.

Berjalan Seimbang, Persija mendapat pujian

Persija harus terlebih dahulu tertinggal di babak pertama, gol yang dicetak oleh pemain Independiente, Percy Rosas pada menit ke-31. Kualitas klub dunia Independiente tak membuat Persija gentar, bahkan ketertinggalan 0-1 membuat pionir depan Persija yakni Sumirta dibantu oleh Anjas Asmara, Iswadi Idris beserta Andi Lala, terus menekan pertahanan Independiente.

Barulah pada menit ke-66, gelandang serang Persija Jakarta yakni “si boncel” Iswadi Idris, mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangannya ke gawang Independiente yang dijaga oleh Jose Perez. Setelah kedudukan imbang, Independiente terus meningkatkan intensitas serangannya ke jantung pertahanan Persija Jakarta yang dikawal oleh Oyong Liza dan Sutan Harhara.

Hingga pertandingan berakhir, laga antara Persija dengan Independiente yang dipimpin oleh wasit asal Sukabumi, Kosasih Kartadiredja ini, tetap sama kuat, 1-1. Kemampuan Persija yang berhasil menahan imbang Independiente mendapat pujian dari masyarakat bahkan lawannya sendiri. Persija menjadi klub yang berhasil menahan kekuatan Independiente. Karena salah satu klub besar selain Persija di era perserikatan yang mendapat kesempatan ber-uji coba dengan Independiente yakni PSMS Medan, harus kalah dengan skor yang cukup telak yakni 7-0 di Stadion Teladan, Medan.

Mampu menahan kekuatan besar klub seperti Independiente memang menjadi kisah unik dan keberhasilan Persija  dimasanya. Persija yang di awal 70-an memang menjadi kekuatan tersendiri, tak hanya nasional tapi juga multinasional, dan icon kehebatan sepak bola nasional yang membuat ketertarikan berbagai klub internasional ingin ber-uji coba dengan Persija bahkan hingga sampai saat ini.

Susunan pemain Persija: Ronny Pasla, Sutan Harhara, Iim Ibrahim/Matui, Oyong Liza, Suaeb Rizal, Sofyan Hadi, Andi Lala, Iswadi Idris, Djunaedi Abdillah, Anjas Asmara dan Sumirta.
Susunan pemain Independiente:  Jose Perez, Elbio Paveni, Miguel Lopez, Eduardo Comisso, Ruben Galvan, Fransisco SA, Agustin Balbuena, Hugo Saggoiraho, Percy Rosas/Ricardo Buamoheno, Ricardo Bochini/Alejandho Somenewisz dan Daniel Bartoni.

Share post :

1 Response

Leave a Reply