Ruang Co-Creation dalam Toko dan Produk Resmi Persija

 

Menyambut ulang tahun Persija yang ke-91 kemarin, disambut oleh banyak pihak yang memiliki keterikatan erat dengan klub kebanggaan warga Jakarta ini. Suporter, pemerintah daerah, pihak keamanan, para pemain, dan tentunya manajemen Persija sendiri berlomba-lomba untuk memeriahkan atmosfir pesta tahunan di bulan November lalu.

Terobosan Official Store dan Merchandise

Manajemen Persija, memiliki beberapa langkah-langkah yang cukup menarik beberapa waktu ini. Mereka mengatakan Persija —akhirnya– akan memiliki toko resmi (Official Store) sendiri. Sebuah langkah baik untuk melakukan ekstensi bisnis klub yang bisa menjadi salah satu jalan untuk menghidupi mereka dalam mengarungi kompetisi demi kompetisi. Hal ini jelas berpotensi untuk menguntungkan Persija sebagai sebuah brand, karena mereka melakukan melakukan perluasan aset merek yang tentunya berpotensi besar untuk dikapitalisasi lebih jauh.

Sebagaimana kita semua mengetahui di negara-negara yang industri sepak bolanya telah stabil, mereka dengan sangat cerdas berhasil memanfaatkan potensi bisnis mereka, salah satunya melalui penjualan merchandise. Salah satu contoh ketika Manchester United berhasil melakukan penjualan kaos Zlatan Ibrahimovic dengan keuntungan yang setara harga jual Paul Pogba! Sebuah potensi bisnis yang luar biasa besarnya, apalagi mereka-mereka yang telah memiliki loyalis dengan jumlah yang besar seperti Jakmania.

Melihat bentuk kerja sama dengan apparel, kita dapat melihat terdapat perubahan yang amat progresif dalam sistem kerja sama bisnisnya. Persija, di sini berhasil mengambil secara penuh hak cipta merek dari produk tersebut. Hal ini membuat kewenangan perusahaan apparel tersebut hanya sebatas sebagai produsen semata, tidak lebih. Sistem ini jelas memungkinkan Persija untuk lebih leluasa menentukan kebijakan soal merchandisenya.

Mereka dapat memiliki kaos, syal, hingga pernak-pernik klub dengan rupa yang lebih variatif. Ini bertolak belakang dengan beberapa model kerja sama Persija dengan beberapa produsen kelengkapan olahraga sebelumnya yang terkesan Persija selalu didikte dengan kemauan dari mereka. Padahal mereka sudah mendapatkan previlese untuk memproduksi barang-barang resmi dari sebuah tim besar.

Hasilnya? Semua sudah tahu bahwa baju resmi yang dijual oleh Persija hanya sebatas kostum untuk bertanding. Potensi keuntungan yang lebih besar akhirnya raib ditelan bumi. Terobosan ini merupakan salah satu hadiah ulang tahun yang amat menarik dari manajemen untuk kebaikan klub kita bersama.

Potensi Kreasi Nilai Persija oleh Konsumen (Jakmania)

“Sebaik-baiknya nilai dari sebuah brand, kreasi nilai yang dilakukan konsumen adalah nilai yang paling baik.”

Ungkapan di atas menggambarkan tren pemasaran sebuah merek pada dewasa ini. Hal ini disebabkan semakin besarnya peran konsumen dalam menikmati brand yang mereka idolakan melalui kreasi-kreasi sendiri. Fenomena ini timbul akibat fanatisme luar biasa dari konsumen yang membuat mereka ingin melibatkan lebih jauh dalam membantu perkembangan mereka. Kejadian ini sebenarnya sudah bertahun-tahun juga dialami oleh Persija.

Toko-toko yang menjual atribut Persija dan Jakmania menjamur di mana-mana. Dari mulai hal kecil seperti gelang, sampai jenis kereta dorong bayi dengan atribut bernuansa Persija mereka buatkan. Sebagaimana disebutkan dalam kutipan di atas, mereka yang menjual hal-hal tersebut siapa? Konsumen! Jakmania menikmati Persija sebagai sebuah brand dengan melakukan berbagai macam hal, salah satunya dengan mengekspresikannya melalui nilai-nilai baru dalam bentuk barang yang bermacam-macam.

Kebanggaan dan kecintaan mereka akan Persija yang luar biasa besarnya yang menggerakan mereka untuk secara tidak langsung menciptakan nilai-nilai baru dari Persija secara swadaya dan sukarela melalui kreasi produk – produk merchandise . Persija sebetulnya sangat terbantu melalui gerakan yang dilakukan oleh pendukung-pendukungnya sendiri. Hanya saja, sebagai sebuah merek mereka belum berhasil memaksimalkan potensi lini bisnis baru melalui hal ini. Padahal penggunaan merek mereka secara massif seharusnya dikonversi menjadi keuntungan baru.

Lalu, dengan hadirnya toko dan produk resmi dari Persija bagaimana nasib para konsumennya yang ikut menjual atribut dengan tema yang sama? Apakah ini akan mematikan kreativitas dari para penggemar Persija?

Tentu, hal itu sebaiknya bisa dihindari.

Kesuksesan Jakmania yang menjual produk-produk berbau Persija kepada Jakmania lainnya pada dasarnya dilandasi adanya kesinambungan antara selera konsumen yang berkembang dengan nilai yang mereka ciptakan. Sebagai seorang produsen dan juga konsumen, mereka bisa memahami betul keinginan-keinginan fans yang sedang tren dan disambut dengan pembuatan produk-produk yang senafas dengan keinginan mereka (konsumen).

Ini yang membuat penciptaan nilai baru yang terbaik dalam sebuah brand adalah melalui konsumen sendiri. Karena merekalah yang sebenarnya bisa memahami dengan detil dan rinci arti Persija yang telah melekat menjadi identitas dalam hidup mereka. Oleh karena itu, jangan sampai kepemilikan official store dan merchandise dari Persija justru tidak nyambung dengan selera dan keinginan fans yang sebenarnya jauh lebih kreatif dan mengakar dalam melakukan inovasi-inovasi untuk Persija.

Pendekatan Co-Creation dalam Mengembangkan Official Merchandise Persija

Tagline #SINER91 menjadi tema yang diambil oleh manajemen Persija menyambut ulang tahunnya yang ke-91.

Guna menjembatani kedua hal tersebut, Persija bisa melakukan pendekatan Co-Creation dalam pengembangan ke depan. Apa itu Co-Creation ? “Co” berasal dari kata “kolaborasi” merujuk pada kolaborasi antara perusahaan dengan konsumen. Sementara “Creation” bermakna sebagai “kreasi” dalam konteks ini adalah kreasi nilai yang baru. Jadi, kolaborasi antara Persija dan Jakmania dalam menciptakan nilai-nilai baru Persija (dalam konteks merchandise ) dapat menjadi paradigma baru yang dapat digunakan untuk menyambut era kedepan. Kewenangan Persija yang amat luas sebagai pemegang merek bisa digunakan secara produktif karena adanya bantuan langsung dari calon pembelinya yang pastinya sudah sangat paham karakteristik keinginan yang mereka harapkan. Keterlibatan fans yang setara dalam membangun suatu ekosistem bisnis klub yang baru dapat menciptakan kesinambungan antara kemauan fans dengan klub.

Jangan sampai Official Store yang mereka miliki justru menjadi bumerang karena bertolak belakang dengan ideologi yang dianut dari suporter tersebut. Pemberdayaan pendukung Persija ini bisa dilakukan jika klub membuka ruang akses bagi mereka untuk berkreasi melalui ide-ide barunya. Dalam pembuatan merchandise misalnya, mereka bisa diberdayakan dengan ikut terlibat dalam tahapan riset konsumen, brain-storming ide-ide, pembuatan desain, hingga penentuan material produk.

Bahkan, mereka bisa diikutsertakan untuk mengikuti semua proses tersebut. Sementara dari sisi took-toko yang telah mereka miliki, mereka bisa menjadi cabang-cabang dari toko resmi pusat Persija dengan variasi produk yang khas dari masing-masing outlet . Keuntungan yang diambil oleh Persija juga tidak dimonopoli 100 persen oleh mereka, tetapi bisa didistribusikan secara merata dan adil dengan mereka yang telah membantu terlibat sesuai dengan peran masing-masing.

Opsi yang telah disebutkan ini tentunya masih prematur karena masih sangat tergantung dengan situasi dan kondisi ke depan. Tetapi, esensi yang ingin disampaikan adalah harus diciptakan ruang yang mempertemukan kemauan konsumen (sebagai produsen juga) dengan klub. Dalam hal ini Persija.

Sesuai dengan tema ulang tahun Persija kali ini. Sinergitas antara klub dengan suporter harus terus dibangun dan dikuatkan, karena keduanya saling membutuhkan. Hal ini juga termasuk dalam menyongsong era baru toko dan produk resmi Persija. Pendekatan Co-Creation dalam pengembangan toko dan produk resmi sendiri klub bisa menjadi ajang pembuktian tema tersebut. Kolaborasi antara mereka dapat menumbuhkan kebaikan-kebaikan bagi Persija dan pendukungnya secara lebih cepat dan meluas.

 

Oleh : Muhamad Farizky Aryapradana (@farfarizky)

*Foto dari berbagai sumber

Share post :

Leave a Reply