Review Pertandingan: Persija 4-0 Johor Darul Ta’zim

Empat gol dari Marko Simic membawa Persija menang telak 4-0 atas Johor Darul Ta’zim (JDT) di Stadion Gelora Bung Karno. Kemenangan tersebut sekaligus membawa Persija memuncaki grup H AFC Cup.

Susunan Pemain

Persija di tengah jadwal yang padat di bulan April merotasi beberapa pemain di laga melawan PSMS Medan empat hari sebelumnya. Akan tetapi di laga ini Coach Teco menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Tampil dengan formasi 4-3-3, Andritany sebagai penjaga gawang di belakang backfour Ismed, Jaime, Maman, dan Rezaldi. Sandi Sute berperan sebagai pemain no.6. Rohit Chand dan Ramdani melengkapi trio lini tengah sebagai pemain no.8, dengan nama terakhir kadang berperan sebagai pemain no.10. Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan bermain di kedua sisi sayap dengan Marko Simic memimpin lini depan. Susunan ini bisa dibilang merupakan susunan terbaik yang dimiliki Teco. Selain karena setiap pemain bermain di posisi terbaiknya, starting XI ini juga memberikan keseimbangan baik dalam fase menyerang maupun bertahan.

Sementara tim tamu yang juga dilanda jadwal padat menyimpan beberapa pemain intinya di laga ini, seperti Safiq Rahim, Hazwan Bakri, Safawi Rasyid, dan Natxo Insa. Pelatih JDT, Raul Longhi, menurunkan formasi 3-4-3. Di posisi penjaga gawang ada Izham Tarmizi, tiga bek tengah diisi oleh Aidil Zafuan, Harris Harun, dan Junior Eldstal. Ketiganya diapit oleh Adam Nor Azlin di sisi kanan dan Fazly Mazlan di sisi kiri. Dua gelandang tengah diperankan oleh Amirulhadi dan Afiq Fazail. Nazmi Faiz dan Syafiq Ahmad sebagai winger dengan Darren Lok sebagai penyerang tunggal. Susunan 3-4-3 ini akan berubah menjadi 5-4-1 ketika bertahan. Raul nampaknya mencoba mengantisipasi permainan Persija yang selama ini banyak mengandalkan kedua sisi sayap.

Babak Pertama

Dibuka dengan koreo 3D raksasa di tribun utara, pertandingan berjalan dengan Persija mengambil inisiatif serangan sejak awal. Johor sendiri banyak bermain dengan pola 5-4-1 dengan blok menengah. Johor tidak banyak mengambil inisiatif melakukan pressing tinggi dan hanya menunggu setengah lapangan.

Dari pertemuan antara formasi 4-3-3 Persija dengan 3-4-3 (5-4-1) yang dipakai Johor, Persija memiliki keuntungan dalam hal superioritas jumlah di belakang dan tengah. Di lini belakang, dua bek tengah Persija (Maman-Jaime) secara natural hanya berhadapan dengan satu striker Johor (Darren Lok). Hal ini dikarenakan kedua winger Johor (Nazmi dan Syafiq) dalam fase bertahan turun sejajar dengan dua gelandang tengah. Selain itu kedua winger tersebut juga harus mengantisipasi pergerakan kedua fullback Persija (Ismed dan Rezaldi).

Keunggulan jumlah ini juga terjadi di lini tengah. Secara natural Persija unggul 3v2. Dalam hal ini Ramdani ketika naik ke posisi no.10 sering mendapat ruang di antarlini Johor. Hal ini sebetulnya bisa diantisipasi oleh Johor seandainya jarak antarlini mereka cukup rapat. Akan tetapi dalam beberapa kasus kedua gelandang tengah Johor naik terlalu tinggi untuk melakukan pressing terhadap Sandi dan Rohit di area Persija.

Superiotitas jumlah ini turut membantu Persija menciptakan situasi overload di daerah lain. Salah satunya yang terjadi pada proses gol pertama Persija. Keunggulan jumlah 2v1 di lini belakang membuat Jaime leluasa untuk naik menjadi extra man di lini tengah. Dengan ini, Ramdani naik ke halfspace dan menciptakan keunggulan 3v2 di sisi kanan. Riko yang tidak terjaga dan bergerak dari blindside wingback kiri Johor. Dengan ruang yang luas Riko berhasil berakselerasi dan mengirimkan umpan silang kepada Marko Simic yang tanpa kesulitan mentundul bola ke gawang Johor.

Persoalan kerapatan antarlini Johor ini juga sebagai konsekuensi oleh model penjagaan mereka yang sangat berorientasi pada pemain. Permainan build-up Persija yang menggunakan kedua pemain sayapnya selebar mungkin, sehingga diharapkan akan merenggangkan horizontal compactness lawan. Ini yang sejak awal diantisipasi Johor dengan memainkan lima bek.

Akan tetapi Persija beberapa kali tetap dapat mengeksploitasi ruang, terutama di antarlini Johor. Fullback Persija tidak mengambil posisi terlalu tinggi sehingga memancing winger Johor untuk naik. Hal ini yang berperan menciptakan ruang antarlini yang cukup besar di pertahanan Johor.

 

Johor sendiri hanya beberapa kali melakukan serangan balik. Serangan Johor hanya bertumpu pada ketiga pemain terdepannya. Kedua wingback Johor tidak terlalu aktif dalam penyerangan, terutama di sepertiga akhir, dan lebih berperan sebagai menjaga width ketika menyerang. Di samping itu, pressing blok tinggi Persija mempersulit Johor mendapatkan progresi bersih ke depan. Untuk mengakalinya, beberapa kali winger Johor turun ke halfspace. Akan tetapi posisi badan dalam menerima umpan vertikal yang membelakangi gawang lawan membuat proses tersebut relatif mudah dipatahkan.

Babak Kedua

Tertinggal 0-3, di babak kedua JDT melakukan beberapa perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah masuknya Safiq Rahim dan berubahnya formasi JDT menjadi 4-3-3. Perubahan strategi ini membuat JDT bisa mengimbangi Persija di lini tengah. Johor juga mulai memainkan pressing blok tinggi.

Sulitnya untuk berprogresi lewat lini tengah membuat Persija memainkan umpan vertikal langsung ke area sayap. Sayangnya, beberapa kali pemain sayap Persija terkena jebakan offside yang diperagakan Johor. Setidaknya, strategi seperti ini turut berperan dalam gol keempat Persija. Berawal dari umpan ke sayap, Riko dapat memanfaatkan kesalahan bek kiri Johor sebelum mantan pemain Semen Padang itu dilanggar di kotak 16.

Cara lain Persija keluar dari blok pressing Johor adalah dengan memanfaatkan Marko Simic sebagai ‘escape plan’. Seperti yang sempat disinggung di awal kalau ruang antarlini Johor yang cukup besar, hal tersebut dimanfaatkan Simic dengan turun ke area tersebut kemudian, dengan memanfaatkan postur dan kemampuan duel udara yang baik, Simic mem-flick bola ke ruang di belakang lini pertahanan Johor untuk dieksploitasi kedua winger Persija.

Kesimpulan

Permainan fantastis Persija berhasil membunuh laga ini dengan tiga gol cepat di 20 menit pertama. Persija benar-benar mengeksploitasi kelemahan Johor dengan cepat dan tepat, sehingga Johor pun tidak bisa berbuat banyak. Perubahan taktik di babak kedua juga tidak bisa menolong kesebelasan asal Malaysia itu berbuat banyak. Kemenangan telak ini juga sekaligus membawa Persija memuncaki Grup H dan berpeluang besar lolos ke babak selanjutnya.

Share post :

Leave a Reply