Review Pertandingan: Persija 2-0 Semen Padang

Kemenangan dua gol tanpa balas berhasil diraih Persija atas tamunya, Semen Padang FC. Meski menang dengan skor meyakinkan, tim tamu tampil menyulitkan sehingga Macan Kemayoran butuh waktu lebih dari satu jam untuk memecah kebuntuan. Bambang Pamungkas menjadi pahlawan lewat dua golnya di pertandingan tersebut.

Line-up

Persija turun dengan formasi andalannya, 4-3-3. Pelatih Persija, Stefano Cugurra melakukan dua perubahan dari susunan awal yang kalah 0-3 di Jayapura tengah pekan lalu. Pelatih yang biasa disapa Teco itu menurunkan Andritany sebagai penjaga gawang. Empat bek di lini belakang: Ismed Sofyan, Willian Pacheco, Ryuji Utomo, dan Rezaldi Hehanussa. Sandi Sute mengisi posisi no. 6 di belakang Fitra Ridwan dan Rohit Chand. Sementara Teco menurunkan tiga penyerang sekaligus di lini depan: Rudi Widodo, Bambang Pamungkas, dan Bruno Lopes.

Tim tamu, Semen Padang mencoba tampil lebih defensif dengan formasi 4-2-3-1. Jandia Eka di bawah mistar. Hengki Ardiles, Novrianto, Agung Prasetyo, dan Novan Setya di lini belakang. Cassio Jesus yang aslinya berposisi bek tengah didorong sebagai gelandang bertahan bersama Fridolin Kristof Yoku. Rico Simanjuntak dan Irsyad Maulana di sisi sayap bersama Vendry Mofu di posisi no. 10 menopang Tambun Naibaho di lini depan.

Secara “natural” kedua kubu akan bentrok 3v3 di lini tengah. Tiga gelandang tengah Persija akan bertemu satu lawan satu dengan tiga gelandang tengah Semen Padang.

Build-up Persija dan Pertahanan Semen Padang

Teco terlihat mengambil inisiatif untuk menyerang dengan memainkan ketiga penyerangnya sekaligus. Build-up Persija pada awal pertandingan banyak dieksekusi dengan memainkan bola-bola langsung kepada trio penyerang Bruno, Bambang, dan Rudi. Ketiga penyerang tersebut lebih banyak menunggu di garis terakhir lini pertahanan Semen Padang dan tidak banyak terlibat dalam build-up Persija.

Proses build-up Persija ketika dimulai dari bawah cenderung tidak banyak menerima gangguan dari tim tamu. Semen Padang lebih banyak memulai pressing-nya dari blok rendah 4-5-1. Selain itu, Persija masih unggul jumlah 2v1 di awal proses build-up.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ketiga penyerang Persija lebih banyak berada di garis depan dan tidak banyak terlibat di proses build-up. Ketiganya cenderung menunggu bola-bola yang diarahkan kepada mereka. Hal tersebut cukup menghambat penciptaan peluang dari Persija. Salah satunya disebabkan oleh blok rendah Semen Padang yang menyulitkan gelandang-gelandang Persija memberikan support ataupun struktur yang memadai untuk memenangi second ball.

Salah satu kunci Semen Padang meredam serangan Persija adalah penampilan Cassio sebagai no.6 tim Kabau Sirah. Keunggulan fisik dan kemampuan defensifnya yang baik membuat Rohit Chand tidak bisa berbuat banyak di babak pertama. Semen Padang malah beberapa kali mengambil momen untuk menyerang balik. Semen Padang sendiri bermain menunggu dan memanfaatkan mobilitas Riko SImanjuntak dan Tambun Naibaho dalam momen transisi (serangan balik).

Persija Mencari Celah di Pertahanan Semen Padang

Seperti ketika menang 4-1 atas PS TNI, meski tampil tidak terlalu bagus, Persija mampu mencari celah dalam permainan lawan dan memanfaatkannya untuk mencetak skor. Permainan tim Kabau Sirah sangat rapat di lini tengah. Dalam blok 4-5-1 Semen Padang melawan 4-3-3 Persija, secara “natural” tiga gelandang tengah dari masing-masing tim akan bertemu satu lawan satu. Hal ini dimanfaatkan Semen Padang yang bermain defensif untuk merusak serangan Persija di tengah lewat penjagaan perorangan alias man marking. Lima gelandang di lini tengah juga menutup masing-masing koridor vertikal sehingga menyulitkan Persija untuk melakukan progresi ke lini depan.

Akan tetapi, lewat man marking tadi Persija mendapatkan akses untuk progresi bersih ke depan. Mekanismenya, dua no. 8 Persija – Rohit atau Fitra Ridwan- mengambil posisi agak melebar. Dengan ini man marking yang dilakukan dua pivot Semen Padang (Cassio-Fridolin) menciptakan ruang di area half-space. Salah satu penyerang sayap Persija kemudian turun ke ruang antarlini. Memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pivot Semen Padang tadi, pemain belakang Persija dapat segera mengakses lini terakhir lewat proses yang lebih bersih dan aman. Yang dimaksud aman di sini adalah kemungkinan bola tetap dalam penguasaan Persija lebih besar alih-alih kehilangan bola yang menyebabkan momen-momen transisi seperti yang banyak terjadi di babak pertama.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan sektor sayap. Di babak kedua Persija mulai berani bermain lewat pinggir untuk kemudian masuk ke tengah. Dengan bermain memanfaatkan lebar lapangan, Persija bisa merenggangkan blok pertahanan Semen Padang. Ketika mengarahkan bola ke satu sisi, maka blok lawan akan bergeser ke area tersebut. Momen pergeseran ini dimanfaatkan Persija untuk membangun serangan. Gol pertama yang dicetak Bambang Pamungkas di menit ke-69 juga berasal dari serangan di sisi sayap kiri.

Kesimpulan

Kemenangan ini menjadi respon positif Persija usai kalah telak 0-3 di Jayapura empat hari sebelumnya. Secara statistik Persija mencatatkan kemenangan meyakinkan sekaligus cleansheet ke-13. Tim tamu sendiri layak mendapat kredit lantaran pertahanan yang terorganisir dan beberapa kali melancarkan serangan balik yang berbahaya. Meski terdapat beberapa masalah yang berawal dari konsekuensi taktikal, kejelian Persija mencari celah di babak kedua membuahkan poin penuh kelima secara beruntun di Stadion Patriot.

 

 

foto sampul: liga-indonesia.id

Share post :

Leave a Reply