Review Pertandingan: Persija 1-0 Sriwijaya FC

Tren kemenangan Persija masih berlanjut. Kali ini Sriwijaya FC menjadi korban. Tim asal Palembang itu harus pulang tanpa poin setelah dikandaskan Macan Kemayoran dengan skor tipis, 1-0 dalam laga tanpa penonton di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Jumat (16/6) malam.

Line up

Persija harus tampil tanpa beberapa pemain inti. Jadwal pertandingan yang hanya berjarak tiga hari dengan laga sebelumnya melawan Perseru, serta beberapa pemain yang baru kembali dari memperkuat negaranya di ajang internasional membuat Coach Teco melakukan rotasi. Rotasi ini cukup terlihat di lini tengah dan lini depan dalam formasi andalan 4-3-3. Di lini serang, Luis Junior kembali menjadi starter menggantikan Bambang Pamungkas sebagai pemain nomor 9. Ia akan memimpin lini depan Persija bersama dengan Ambrizal Umanailo dan Bruno Lopes. Di lini tengah, Sutanto Tan dan Hargianto mengisi line-up bersama dengan Sandi Sute. Sementara untuk lini belakang tidak mengalami perubahan dari pertandingan sebelumnya.

Sementara Sriwijaya FC yang memiliki waktu istirahat lebih banyak menurunkan pemain-pemain terbaiknya dalam formasi 4-2-3-1. Penjaga gawang diisi oleh Teja Paku Alam. Gilang Ginarsa, Bobby Satria, Firdaus Ramadhan, serta Zalnando sebagai back four. Hyun-Koo dan Ichsan Kurniawan sebagai double pivot. Trio gelandang serang, Maldini Pali, Hilton Moreira, dan Tijani Belaid menopang Beto Goncalves sebagai striker tunggal.

Permainan Persija

Seperti tiga pertandingan sebelumnya dimana Persija meraih kemenangan beruntun, formasi 4-3-3 Persija bisa berubah menjadi 4-4-2. Dalam hal ini Bruno naik dari posisi sayap kiri menjadi posisi no. 9 menemani Luis Junior. Ketika membangun serangan dari sisi kiri, Bruno ada di posisi awal, kemudian berpindah ke tengah ketika serangan dari sisi yang lain.

Ketika memulai serangan dari kiper (yang langsung diarahkan ke depan), Persija mengoverload sisi kiri dimana pemain menyiapkan struktur untuk mendapat bola lambung atau memenangkan bola kedua. Sisi kiri menjadi sasaran umpan untuk kemudian melakukan switch ball ke sisi lain.

Luis Junior kembali menjadi starter setelah dua pertandingan sebelumnya melawan Arema dan PS TNI harus memulai dari bangku cadangan. Ada beberapa perbedaan permainan antara Luis dan Bepe sebagai no. 9. Permainan Bepe cenderung lebih simpel. Dalam skema bola-bola panjang Persija, tugas Bepe adalah memantulkan bola tersebut ke lini kedua. Kemudian bola kedua diamankan oleh Bruno atau Rohit.

Ketika Luis bermain, Persija punya opsi dengan umpan terobosan kepada eks penyerang Barito Putera itu. Ketika melawan Sriwijaya tercatat beberapa kali ia mendapat peluang lewat pergerakan di antara bek-bek lawan. Hanya saja ia gagal mencetak gol meski mendapat peluang dari situasi tersebut.

Serangan Vertikal dan Ruang Antarlini

Salah satu ciri khas permainan Persija adalah memainkan bola secara vertikal langsung ke lini depan. Sayangnya pada laga melawan Sriwijaya, pergerakan pemain akibat serangan vertikal tersebut menimbulkan celah di antarlini Persija. Hal ini beberapa kali dimanfaatkan pemain-pemain Sriwijaya, terutama Belaid, untuk menerima bola dan mengalirkannya ke lini depan.

Untungnya, lini belakang Persija tetap disiplin untuk menjaga bentuk backfour mereka. Sehingga hal ini tidak sampai membuat Hilton Moreira dkk mendapatkan peluang berbahaya yang mengancam gawang Persija.

Kesimpulan

Kemenangan atas Sriwijaya membuat Persija naik ke peringkat empat pada klasemen sementara. Empat kemenangan di Bulan Ramadan yang diraih dengan cara ‘identik’ ini berhasil mengatrol posisi Persija yang sebelumnya terbenam di papan bawah.

Tren positif ini tentu menambah kepercayaan diri skuat Macan Kemayoran. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah terus menjaga konsistensi permainan. Laga melawan Sriwijaya menjadi bukti awal bahwa Persija bisa terus mendapat hasil positif meski tanpa kekuatan utama dan jadwal yang padat.

 

Gambar sampul: PT LIB

Share post :

Leave a Reply