Pesan Untuk Jakmania : Jangan Pernah Kenal Kata “Menyerah”

Ketika harus menyaksikan Persija merasakan kekalahan itu memang menyakitkan, sakit yang di campur dengan rasa kecewa. Rasa amarah menyelimuti diri. Pikiran terasa hilang sekejap disaat tim yang kita dukung ini harus menerima pukulan kekalahan. Tim lain tertawa merayakan kemenangannya. Sementara kita tidak bisa melakukan apa-apa selain terdiam dan memendam rasa sesal yang menggores hati, goresan hati yang cukup dalam. Ditambah hilangnya gairah di saat kita melihat pemain yang kita dukung merasakan hal yang sama, berjalan dengan kepala tertunduk lesu dengan langkah kecil meninggalkan lapangan.

Rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, sakit yang tak ada penawarnya kecuali melihat tim ini meraih kemenangan. Kekecewaan yang mendalam terkadang meruntuhkan sebagian semangat ini. Hal yang sangat wajar dirasakan ketika tim ini harus merasakan kalah. Bohong rasanya jika kita tak kecewa melihatnya, melihat tim yang kita puja harus menjadi santapan lezat bagi lawan. Tapi, sudah bukan lagi saatnya kita harus terdiam dan apalagi menjadi hidangan makanan lezat untuk lawan. Kobaran semangat nyanyian dukungan itu tetap harus di dengungkan, chant yang sakral penuh semangat bagaikan bunyi petir yang keras sehingga membuat semesta merasa awas.

Tidak boleh larut dalam rasa kecewa, rasa semangat itu harus tetap ada. Harapan itu tidak boleh hilang, Mimpi-mimpi yang telah kita pupuk tidak boleh sirna. Apalagi semangat di dalam diri yang harus terus terjaga untuk Persija. Mari bangun kembali rasa semangat itu, buat rasa semangat kita ini menjadi lebih berkembang dan sesuatu yang besar. Menyerah bukan kualitas mental anak Jakarta dan itu memang bukan kelasnya, jangan pernah mau tunduk dengan kata menyerah sebagai pengakuan kekalahan. Elemen yang di butuhkan untuk modal membangun rasa semangat itu sederhana, hanya harapan dan kepercayaan dengan di pondasikan oleh rasa kekuatan cinta yang mendalam.

Tetap nyanyikan chant hanya untuk satu tujuan yakni fokus mendukung Persija. Bukan pada chant yang lain, chant yang mencoreng dengan meneriakan menjelekan tim lain dan suporter mereka. Jika kita malah sibuk menyanyikan cibiran serangan untuk tim lawan? Lalu kapan semangat itu terdengar untuk kebanggaan kita? Hai! Bukan itu misi kita kawan. Ingat, waktu 90 menit di lapangan itu terasa sangat singkat . Jangan sia-siakan energimu untuk hal yang tidak ada efek positifnya, maka manfaatkan dan maksimalkanlah sebaik mungkin.

Jangan sampai pula semangat itu ternoda karena chant yang melenceng dari tujuan kita semula, chant itu dasarnya harus terdengar kalimat penyemangat yang wajib dinyanyikan dengan rasa khidmat dan semangat. Sehingga membuat pemain merasakan ketenangan tanpa beban untuk menggapai kemenangan, karena rasa percaya yang telah kita berikan secara total untuk mereka yang akan berjuang.

Ada 11 pemain Persija di lapangan dan ada puluhan ribu The Jakmania di tribun penonton, satu hal penting. Kita dan para pemain bersama dalam satu stadion, beri energi positif untuk mereka yang sedang berada di lapangan. Luapkan rasa kecewa kita dengan teriakan chant yang penuh semangat, semangat yang sendirinya akan membakar hangus rasa kecewa kita. Lawan semua benak yang menganggu pikiran dan perasaanmu. Sertakan doa yang tak henti dan dukungan full service terhadap mereka yang mewakilkan nama besar Persija Jakarta.

Buat semua lawan itu takut dan gentar terhadap kita, tapi bukan karena ulah negatif. Buat lawan takut karena semangat kita yang besar untuk Persija. Iya, semangat yang sangat besar hingga pemain lawan berfikir bahwa nama besar tim mereka tidak akan ada apa-apanya ketika sudah berhadapan dengan Persija dan The Jakmania. Dua nama yang tak akan mampu mereka kalahkan apalagi sampai berfikir untuk di pecundangkan.

Hilangkan semua rasa beban ganjal di hati ketika sudah melihat Persija, ada hati yang harus kamu jaga. Hati para pemain agar mereka tetap merasa kuat karena ada kita yang selalu mendampinginya. Buat mereka untuk mau selalu berusaha menjadi lebih baik. Bayangkan, ketika ada puluhan ribu mulut serentak berteriak dukungan pada Persija di dalam satu waktu yang sama, percayalah. Perjuangan yang telah kita buat bersama itu tidak akan pernah sia-sia karena adanya semangat ‘Power of The Jakmania’.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
354 views

Leave a Reply