Persija yang (Mestinya) Berjaya di Dunia Maya

sepakbolajakarta.com – Saat ini, kita berada dalam kehidupan jaman modern. Jaman dimana manusia memanfaatkan perkembangan teknologi digital menjadi suatu kebutuhan yang telah dianggap primer. Salah satu pemanfaatan masyarakat dalam teknologi digital yakni smartphone, dengan penggunaan media sosial yang begitu sangat aktif. Masyarakat kita begitu candu dalam penggunaan media sosial, bermacam-macam produk sosial media bisa dipastikan ada pada tiap smartphone milik masyarakat sekarang mulai dari Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, Line, Tumblr dan masih banyak lagi.

Jadi wajar, ketika Indonesia masuk dalam kategori sebagai negara lima besar yang masyarakatnya menjadi pengguna sosial media paling aktif dan terbanyak di dunia. Lalu, bagaimana jika sosial media digunakan menjadi media tersendiri untuk sebuah klub sepak bola, klub sepak bola yang memanfaatkan media sosial salah satunya sebagai wadah pemasukan ekonomi tambahan untuk klub, menjalin hubungan relasi dengan sponsor dan mendekatkan jarak dengan para pendukung.

Tapi, seluruh peluang besar itu yang bisa dimaksimalkan klub. Apa sudah dimanfaatkan dengan baik oleh tim seperti Persija? Tim yang berbasis di ibu kota negara dengan mencatatkan Jakarta ditahun 2013 sebagai ibu kota-nya media sosial di dunia menurut lembaga survei Brand 24, yang semestinya bisa dikelola dengan profesional dalam mengurus akun Persija yang telah memiliki jutaan pengikut. Mari kita membahas sedikit tugas atau keuntungan apa saja jika sosial media Persija dikerjakan secara profesional.

Pekan ini, saya melihat The Jakmania begitu antusias di akun Twitter resmi Persija Jakarta. Puja-puji berdatangan untuk akun ini. Selain tentang kedatangan Arthur Irawan ke Persija. The Jak juga mengapresiasi kembali aktifnya akun sosial media kebanggaan mereka dengan nama pengguna @Persija_Jkt tersebut. Memangnya selama ini tidak aktif? Aktif, tapi sangat kurang update. Hingga membuat  The Jak merasakan kecewa karena merasa suporter lebih aktif dalam menginformasikan ketimbang akun resmi itu sendiri sebagai konsumsi yang sangat dibutuhkan oleh fans. Kini, akun itu kembali menyapa dan memberikan informasi kepada para penggemarnya sebagai tanggung jawab tugasnya.

MENGHIDUPKAN KEMBALI BISNIS KLUB DENGAN KREATIF

Jika ada yang bertanya bagaimana pengelolaan sosial media resmi di Persija Jakarta sekarang? Saya melihat mulai ada perubahan terutama mulai aktifnya kembali memposting ditiap harinya, tim ini kembali bisa memanfaatkan sosial media untuk menjadi kekuatan informasi kepada The Jakmania dan masyarakat umum.

Akun Twitter Persija yang diikuti oleh satu juta pengikut itu, mestinya bisa menjadi nilai jual akun resmi untuk mengembangkan potensi bisnis seperti penjualan merchandise resmi yang dikeluarkan oleh tim itu sendiri atau membangun kepercayaan relasi bisnis dengan ikatan sponsor yang masih terjalin, melibatkan pemain Persija dalam iklan disosial media juga tak masalah dan memang suporter malah ingin melihat ketika iklan sponsor bertema Persija menjadi magnet untuk meningkatkan promosi iklan, bukan sekedar hanya posting begitu saja.

Sedikit ber-imajinasi, mungkin gambaran produk sponsor Persija saat ini seperti Andritany yang berteriak memberi arahan kepada pemain belakang sambil memegang TOA atau contoh lain, Pandi Lestaluhu yang beradu lari dengan motor cross yang bannya tersponsor Corsa. Banyak cara sebenarnya dalam mengembangkan ide, membuat target para suporter setidaknya tertarik untuk melihat produk yang ditawarkan.

Saya pribadi melihat Persija ini jarang sekali meng-iklan-kan para sponsornya disosial media. Sekalinya iklan, gambar produk yang diposting sama sekali tidak menarik dan terlihat seperti spam. Mungkin hal ini dirasakan teman-teman sekalian. Kalian yang ingin membeli merchandise original juga begitu sangat sulit. Karena tidak updatenya akun Persija dalam mengembangkan potensi kekuatan pasarnya dengan banyaknya pengikut yang setidaknya bisa menjadi pemasukan klub dari suporter.

Ada rasa kebanggaan tersendiri ketika suporter membeli produk asli, rasa tanggung jawab ikut membantu pemasukan bagi finansial klub dan pastinya, klub akan merasakan dampak positif dari aspek ekonomi kreatif yang sebenarnya tim ini mampu dan Persija memiliki modal itu, tapi rasanya memang belum saja dikembangkan oleh Persija.

MENJADIKAN SOSIAL MEDIA PERSIJA SEBAGAI WADAH KREASI

Sebelumnya, pernah lihat akun media sosial resmi milik Liverpool F.C? Jika belum maka lihatlah, dan jika pernah melihatnya, menyukai atau bahkan mengikutinya entah itu di Twitter, Facebook atau Instagram. Kita bisa belajar dari sana dalam mengembangkan potensi kreatifitas suporter dalam akun resmi Persija. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Liverpool untuk Persija? Coba lihat ketika tim Merseyside merah ini sedang bertanding, mereka pasti akan mengeluarkan semacam flyer design dihari H pertandingan, dan flyer itu dibuat oleh pendukung mereka.

Berbicara perihal kreatifitas, suporter Persija tak perlu diragukan lagi hasil karyanya dalam menciptakan karya visual, entah itu dalam bentuk design digital maupun gambar macam mural.  Pasti banyak The Jak yang memiliki imajinasi tinggi untuk mengembangkan karyanya. Sedikit mengkhayal, ketika Persija seperti Liverpool saat memanfaatkan akun sosial medianya dalam menampung karya suporternya. Misal, beberapa hari sebelum pertandingan, akun resmi mengumumkan sayembara flyer design pertandingan. Design pertandingan terbaik akan diposting oleh akun resmi Persija. Lalu, suporter berlomba-lomba memberikan karya terbaik miliknya untuk dipersembahkan kepada Persija.

Jika design terpilih, tentunya suporter akan melihat itu sebagai bentuk penghargaan klub kepada mereka dalam berkarya ketika sedang berada diluar lapangan. Jika salah satu pendukung design kirimannya tidak terpilih, maka untuk pertandingan selanjutnya. Suporter akan lebih termotivai lagi dalam memberikan karya terbaik untuk klub. Hal yang sebenarnya sederhana itulah yang membuat suporter akan tambah respect terhadap klub. Menjalin kebersamaan dan sisi positifnya, manajemen dapat membentuk sinergi nyata dengan para suporter.

TIDAK BOLEH MATI SURI LAGI

Dibulan akhir tahun 2015, saya merasakan bagaimana awal aplikasi Persija Apps diluncurkan. Seketika lini masa sosial media menjadi heboh, pembicaraan hangat sampai berhari-hari tentang satu aplikasi dijagat media sosial milik para suporter Persija. Bahkan sampai masuk trending topic Twitter dengan tagar #RumahPersija kala itu.

Tapi, sayang. Aplikasi itu seakan mati suri sekarang, terakhir aplikasi update mungkin pertengahan tahun 2016. Saya lupa, karena saya juga telah me-uninstall aplikasi itu dari smartphone milik saya. Bahkan, 85% The Jakmania yang telah mendownload aplikasi itu, kini telah terhapus dari menu android mereka. Tidak aktifnya isi aplikasi menjadi alasan kuat The Jak untuk menghapusnya.

Rasa kecewa bermunculan dari suporter karena aplikasi dianggap telah mati, saat launching, banyak yang menaruh harapan jika aplikasi ini bisa lebih mendekatkan hubungan mereka dengan para idolanya seperti para pemain atau manajemen itu sendiri dan jika kita lihat Google Play Store, Persija Apps telah mencapai angka unduhan aplikasi rata-rata 50.000-100.000, padahal salah satu tujuan Persija Apps yang disampaikan adalah sebagai tambahan pemasukan dana klub. Tapi, anehnya Persija sendiri tidak lagi mengaktifkan aplikasi tersebut.

Jangan lupa ditanya juga, apa kabarnya akun Youtube Persija Jakarta sekarang? Terakhir upload video ditahun 2015 bulan November, viewers ratusan ribu dan subscribe ribuan sebenarnya bisa menjadi daya jual tersendiri untuk Persija terhadap para peng-iklan yang ingin menampilkan produknya dalam video resmi milik Persija. Terus, bagaimana perkembangan website Persija.co.id? Situs resmi milik Persija yang ditahun 2016 sempat diretas juga belum menunjukan tanda kehidupan hingga sekarang.

Akun resmi Youtube Persija Jakarta yang tidak lagi update.

Saya pribadi berharap, bahwa setiap akun resmi Persija bisa berkembang lagi atau bahkan kembali hidup lagi seperti Youtube dan website milik Persija. Sebagai fans, membutuhkan suatu kabar terbaru yang tersampaikan langsung dari pihak klub lewat akun media sosial adalah penting dan memang sudah tugasnya. Berbagai rumor liar atau bahkan hoax tentang Persija sering kali tersebar tanpa pasti diakun sosial media. Disini diperlukan peran aktif Persija dalam meluruskan, menginformasikan berita itu lewat rilisan yang dibuat sendiri agar tidak merugikan atau sampai menganggu kegiatan tim.

Selamat berbenah akun resmi Persija dan selamat bekerja untuk admin yang diamanahkan mengabarkan informasi Persija kepada kami semua. Selalu aktif menjaga ritme pola sosial media dalam tim ini. Benahi apa yang menjadi kekurangan dan hadirkan inovasi bagi Persija, karena kami para suporter sebagai pengikutmu disosial media, setiap harinya ingin melihat perkembangan dirimu yang baru.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
52 views

1 Response

Leave a Reply