Persija, Jakmania dan Kehormatan Jakarta

Tahun 2001 menjadi tahun terakhir Kota Jakarta menjadi raja di dunia Sepakbola Indonesia lewat tim kebanggaan masyarakat nya, Persija. Sudah 16 tahun sejak terakhir Persija menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Sepakbola Indonesia.
Masa menunggu kali ini bukan lah masa menunggu gelar paling lama yang pernah dialami Persija. Kita pernah meunggu gelar selama 22 tahun sejak 1979 sampai 2001. Tapi, apakah kita akan menunggu selama itu lagi?
Suporter Persija, The Jakmania, tak akan suka menunggu lebih lama lagi. Semenjak berdiri pada 1997, The Jakmania baru merasakan 1 gelar juara liga pada 2001, di umur ke 20 pada akhir musim liga nanti, The Jakmania tentu berharap akan mendapat kado indah berupa gelar ke 11 untuk Persija, sekaligus menjauhkan jumlah raihan gelar dari tim-tim lain.
Berbicara tentang suporter Persija, The Jakmania. Mereka merupakan daya jual terbesar Persija saat ini, melihat prestasi Persija yang kering semenjak 2001, hanya The Jakmania yang tetap menjadi daya tarik sponsor untuk menghidupi Persija selama ini. Akan s perjalanan The Jakmania dalam mendampingi Persija tak selalu mulus, bahkan cenderung terjal.
The Jakmania bukan hanya mendukung Persija, tetapi juga menjaga kehormatan Jakarta dan Persija di mata publik sepakbola nasional. Persija dan The Jakmania yang berasal dari Jakarta, Ibu Kota Negara Indonesia, otomatis membuat Persija dan Jakmania menjadi sorotan publik. Hal sekecil apapun akan menjadi sorotan. Tak jarang, Persija dan The Jakmania menjadi sasaran fitnah media-media yang berafiliasi kepada rival-rival Persija. Perjuangan Persija dan The Jakmania tak hanya melawan rival nya di lapangan dan tribun, tapi terkadang juga melawan dunia.
Pada awal pendirian nya, The Jakmania merupakan rujukan para suporter sepakbola di Indonesia untuk menciptakan kelompok suporter yang teroganisir dengan baik dan rapih. Tak jarang para dedengkot suporter daerah sowan ke markas The Jakmania di Jakarta hanya untuk sekadar belajar mengorganisir kelompok suporter.
Tapi kini, seiring waktu berjalan, The Jakmania yang dahulu dijadikan contoh oleh kelompok suporter lain, mulai ditinggalkan. The Jakmania sejak ditinggal oleh ketua umum kedua nya, Ir.Tauhid Indrasjarief atau biasa dikenal dengan nama Bung ferry, mulai kehilangan pamor nya sebagai organisasi suporter terbaik di Indonesia.
The Jakmania selepas era Bung Ferry seperti kehilangan jiwa nya, bukannya kami mengkultuskan sosok Bung Ferry, tetapi memang di zaman dia memimpinlah The Jakmania mencappai masa-masa kejayaan nya.
The Jakmania sering kali dianggap pembuat onar oleh masyarakat umum, dianggap kelompok yang menyeramkan oleh sebagian kalangan, bahkan pada suatu waktu dianggap penjahat oleh pemimpin kota Jakarta.
Dan Persija pun seperti senasib dengan suporter nya, memasuki masa-masa suram selepas kepemimpinan JM02. Jangankan meraih gelar, untuk menghuni papan atas klasemen saja kewalahan. Bahkan, pada musim 2012/2013 saat masa kepemimpinan pelatih Iwan Setiawan (sebelum digantikan Benny Dollo) Persija sempat menghuni dasar klasemen. Selain permainan di atas lapangan yang begitu buruk, Persija pun sering kali terusir dari rumah nya, di Jakarta (masalah ini sampai sekarang masih terjadi). Bahkan, sempat ada wacana dari pemimpin kota Jakarta untuk membubarkan Persija karena dianggap hanya menyusahkan kota Jakarta dan Masyarakat nya.
Begitu menyedihkan nya nasib Persija dan The Jakmania kala itu, dimusuhi semua pihak, baik itu media, masyarakat umum, bahkan pemimpin kota nya pun ikut memusuhi Persija dan Suporter nya. Sudah tak punya rumah, prestasi pun tak ada.
Di tengah situasi ini, lahirlah kami, Sepakbola Jakarta. Terlahir dengan nama Persija Stats. Pada awal nya kami hanya bergerak di bidang statistik dan analisis permainan Persija. Lalu, seiring waktu berjalan, kami sadar, jika Sepakbola Jakarta membutuhkan lebih dari sekadar statistik permainan Persija.
Sepakbola Jakarta butuh perubahan. Sepakbola Jakarta butuh angin segar di tengah sumpek nya masalah yang menimpa Persija dan The Jakmania.
Lalu, kami merubah nama kami menjadi Sepakbola Jakarta. Kami memilih nama itu agar bisa menaungi Sepakbola Jakarta secara keseluruhan. Bisa menaungi Persija dan Suporter nya, The Jak Mania.
Visi kami saat mengganti nama menjadi Sepakbola Jakarta adalah membangkitkan kembali kejayaan Persija di kancah persepakbolaan nasional. Dengan misi memperkenalkan kembali Persija kepada khalayak umum dan Suporter Persija, dan juga membangkitkan literasi sepakbola di kalangan suporter Persija, Thhe Jakmania.
Visi kami tak akan bisa dicapai bila misi kami tak terlaksana. Karena, untuk mengembalikan kejayaan haruslah melibatkan semua elemen Persija. Masalah nya, salah satu elemen Persija yang paling utama, yaitu The Jakmania, mayoritas masih mengenal Persija dari kulit luar nya saja. Mayoritas pendukung Persija masa kini hanya mengenal Persija sebagai sebuah tim Sepakbola, padahal Persija lebih dari itu.
Pada masa awal pendirian nya pun, Persija merupakan alat perjuangan anak-anak Jakarta untuk menunjukkan eksistensi pribumi. Persija adalah alat untuk melawan Penjajah, Persija adalah alat untuk menjaga kehormatan sebuah bangsa, Persija adalah alat untuk mempersatukan sebuah bangsa.
Kami ingin, semua orang tahu, bahwa Sepakbola di Jakarta bukan hanya tentang Persija dan The Jakmania, tetapi juga tentang Klub internal yang berada di bawah naungan Persija. Untuk itu, Kami juga membuat program untuk menghidupkan kembali semarak kompetisi internal Persija seperti zaman perserikatan dulu. Karena Persija pernah berjaya hanya dengan bermodalkan pemain hasil binaan kompetisi internal.
Dan juga, banyak legenda sepakbola Indonesia lahir dari kompetisi internal Persija, baik itu pelatih ataupun Pemain. Bahkan, salah satu pelatih yang dilahirkan dari kompetisi internal Persija, memenangkan 5 gelar dari 7 gelar internasional yang pernah diraih keseblasan negara Indonesia.
Publik sepakbola di Jakarta harus tahu semua itu. Publik sepakbola di Jakarta harus peduli juga dengan keberadaan klub-klub internal, harus peduli juga dengan sejarah Persija dan perjalanan nya hingga bisa mencapai umur yang ke 88 ini.
Masalah nya, masih sedikit literatur-literatur yang menjelaskan kebesaran Persija yang sebenar nya. Bahkan bisa dibilang, informasi yang berhubungan dengan Persija di masa lalu hanya berkutat di kalangan tertentu saja.
Maka dari itu, kami hadir untuk menyediakan bahan bacaan yang menyediakan bahasan untuk mengenali Persija yang sebenar nya. Bukan berarti bahasan-bahasan tentang Persija yang ada sekarang salah.
Tak hanya menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, tetapi kami juga ingin melahirkan banyak penulis-penulis sepakbola baru dari kalangan suporter Persija. Karena seperti kita tahu, sangat sedikit penulis sepakbola dari kalangan suporter Persija. Untuk ukuran tim sepakbola yang berasal dari ibu kota negara, dunia literasi sepakbola Jakarta masih tertinggal dari daerah lain di Indonesia.
Untuk melahirkan penulis-penulis baru dari kalangan suporter, Sepakbola Jakarta memiliki gerakan yang bernama Jakmania Menulis. Gerakan ini sudah kami mulai beberapa waktu yang lalu, tulisan-tulisan terpilih akan diterbitkan di website kami nanti nya.
Kehadiran kami sejauh ini belumlah memberikan dampak yang signifikan kepada persepakbolaan di Jakarta, tetapi kedepan nya kami yakin akan menjadi agen perubahan bagi persepakbolaan di Jakarta.
Jika anda yakin dan setuju dengan pergerakan kami, beritahu kawan jakmania lain yang belum mengenal kami, bergabunglah dengan kami dalam pergerakan menjaga kehormatan Jakarta di dunia Sepakbola Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
384 views

Leave a Reply