Perempuan (Jak Angel) di tengah Fanatisme Jakmania

Persija Jakarta selalu identik dengan Jakmania. Kelompok supporter yang bediri pada tahun 1997 ini dikenal sebagai supporter yang fanatik dan loyal terhadap tim kebanggaannya. Menariknya adalah di antara puluhan ribu anggota Jakmania terapat banyak perempuan yang juga aktif ikut mendukung Persija Jakarta. Jak Angel, sebutan para perempuan penggila Persija.

Dunia memang semakin menawarkan banyak perubahan. Terutama bagi para kaum perempuan. Perlahan, para perempuan mulai merobohkan pandangan-pandangan yang mengatakan bahwa mereka akan selalu berada di bawah bayang kaum lelaki.

Perjuangan kesetaraan gender sudah dilakukan sejak lama. Gerakan ini disadari atas anggapan yang menilai bahwa perempuan tidak mendapatkan keadilan lantaran jenis kelaminnya. Meski sudah ada sejak tahun 1400 – menurut keterangan dalam ensiklopedia Islam, gerakan ini baru dinyatakan lahir pada tahun 1960.

Perjuangan kesetaraan gender merupakan sebuah usaha untuk menepis anggapan bahwa perempuan selalu dianggap lemah sehingga keberadaan kaumnya selalu di bawah bayang-bayang kaum lelaki. Hal ini mempengaruhi kehidupan perempuan pada lingkungan sekitarnya. Sehingga peran perempuan di luar rumah tidak begitu dihargai dan dianggap penting yang mengakibatkan kaum perempuan terkungkung kehidupannya hanya sebagai pengurus rumah tangga semata.

Perempuan harus memiliki peran lebih dalam kehidupan. Tidak hanya itu perempuan juga harus terlepas dari intimidasi, kekerasan fisik dan pelecehan seksual. Karena perempuan juga sama seperti lelaki, yakni harus memiliki kebebasan individu berupa hak-hak yang di dapat dan kewajiban yang mesti dilakukan. Kesadaran seperti inilah yang akhirnya membawa perempuan berani merobohkan tembok-tembik yang selama ini mengurung kehidupan kaumnya.

Dalam dunia pendidikan banyak kaum perempuan yang berkesempatan mengenyam pendidikan sampai jenjang tertinggi. Dalam dunia politik sudah banyak diantara mereka yang menjadi pemimpin, termasuk menjadi seorang Presiden. Dalam kehidupan sosial sudah banyak perempuan yang hadir di tengah kehidupan berdampingan dengan kaum lelaki. Dan masih banyak lagi perempuan-perempuan yang hadir di tengah dominasi kaum pria.

Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di dunia sepakbola. Kaum perempuan sudah menunjukkan eksistensinya walaupun sepakbola adalah olahraga yang sangat identik dengan kaum lelaki. Di atas lapangan hijau sudah banyak perempuan yang mampu mengolah si kulit bundar. Dan di atas tribun tak terhitung lagi jumlahnya. Kaum perempuan dari berbagai latar belakang usia, pendidikan dan pekerjaan sudah begitu menikmati sepak bola langsung dari dalam stadion berdampingan dengan lawan jenis.

Di tengah-tengah fanatisme Jakmania dalam mendukung Persija Jakarta,, di dalamnya terdapat begitu banyak kaum perempuan yang juga ikut mendukung klub kebanggaan kota Jakarta tersebut. Perempuan tersebut dinamakan Jak Angel (sebutan Jakmania bagi kaum perempuan).

Hadirnya Jak Angel tidak lepas dari peran Temmy Meliana. Sosok ini juga ikut melahirkan Jakmania bersama para pendiri lainnya yang pada umumnya adalah kaum Adam. Menurutnya sepak bola adalah hiburan rakyat untuk segala golongan, begitu juga untuk kaum perempuan. Tidak ada yang perlu dicemaskan oleh para perempuan untuk ikut hadir menyaksikan langsung sepak bola dari atas tribun kebanggaan.

Berdirinya Jak Angel tidak lepas dengan terbentuknya Jakmania sebagai supporter Persija Jakarta. Meski lahir menjelang terjadinya reformasi, namun perempuan-perempuan Jakarta sudah berani menunjukkan identitasnya sebagai pendukung Macan Kemayoran di tengah gejolak sosial, ekonomi dan politik.

Sebagai perempuan tentunya Temmy juga menyadari bahwa Jak Angel perlu diberikan bekal pengetahuan agar mereka terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Seperti yang diketahui bersama, meski jaman sudah terus berkembang. Teknologi dan ilmu pengetahuan semakin maju pesat. Namun perempuan tak pernah lepas dari kekerasan fisik dan juga pelecehan seksual (baik berupa ucapan dan perbuatan) yang dilakukan oleh kaum pria. Hal utama yang penting diingat bagi Jak Angel adalah agar tetap berpakain yang sewajarnya dan juga menjaga perkataan dan perbuatan. Menurutnya dua hal sederhana itu akan membuat para lelaki segan dan enggan untuk “menggoda”.

Pesan dari JM05 ini mengingatkan apa yang disampaikan oleh Camille Paglia – tokoh feminism. Menurut Paglia, satu-satunya solusi bagi perempuan untuk menghindari dari segala bahaya adalah mawas diri dan pengendalian diri karena ujung tombak pertahanan perempuan yang utama adalah dirinya sendiri. Pokok utamanya adalah kemandirian dan tanggung jawab perempuan itu sendiri.

Pesan tersebut perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Mengingat Jakarta adalah Ibu Kota dengan sejuta masalah. Sebaliknya Jak Angel tidak perlu merasa cemas dan was-was apabila berada di dalam stadion. Karena Persija menyatukan semuanya, sebagai satu keluarga besar yang heterogen.

Mpok Temmy (sapaan akrab dari Temmy Meliana) juga berperan mendirikan Jak Angel futsal. Dirinya yang menjabat sebagai manajer tim futsal tersebut berharap agar suatu saat nanti Jak Angel dapat berpartisipasi dalam Liga Nusantara khusus kaum Hawa. Dirinya juga ingin mengadakan kegiatan semacam gathering selain untuk meningkatkan cinta terhadap Persija dan meningkatkan rasa persaudaraan sesama Jak Angel, acara tersebut juga ingin diisi dengan berbagai macam kegiatan yang memiliki hubungan dengan peran perempuan dalam kehidupan sehari-harinya.

Melalui Jak Angel banyak hal yang bisa dilakukan dan disampaikan mengenai pemberdayaan kaum perempuan kedepannya. Baik perannya sebagai supporter maupun dalam kehidupan sehari-harinya. Guna membantu perempuan-perempuan di Ibu Kota terhindar dari segala bentuk kejahatan.

Dengan adanya Jak Angel menandakan bahwa sepakbola adalah olahraga yang dapat dinikmati oleh kaum perempuan. Dengan adanya Jak Angel menandakan bahwa Jakmania merupakan kelompok supporter yang ramah bagi berbagai kalangan. Dengan adanya Jak Angel perempuan Ibu Kota tak perlu takut dan cemas untuk ikut menyaksikan pertandingan Persija Jakarta. Karena Persija menyatukan semua kalangan, termasuk perempuan.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
232 views

Leave a Reply