Menunggu Tuah Edson Tavares

Persija Jakarta akhirnya mengumumkan pelatih kepala baru mereka, yakni Edson Tavares pada hari Minggu (29/9). Sebelumnya Persija dipimpin oleh Sudirman sebagai caretaker tim sejak sepeninggalan Julio Banuelos yang didepak oleh Persija karena performa tim yang tidak kunjung membaik dengan berada di zona bawah klasemen Liga 1.

Edson Tavares bukanlah orang baru di dunia kepelatihan. Merujuk dari Transfermarkt, pelatih yang telah mengantongi lisensi UEFA Pro ini sudah menjadi pelatih sejak tahun 1982 dengan melatih SC Fribourg di Swiss.

Pelatih asal Negeri Samba kembali jadi opsi untuk arsitek Persija. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ada dua nama pelatih asal Brasil, Paulo Camargo dan Stefano Cugurra Teco.

Tahun ini adalah kali ketiga Persija kembali mengganti juru taktik mereka setelah Ivan Kolev dan Julio Banuelos terlebih dahulu keluar.

Tavares Dengan Segala Pekerjaan Rumahnya

Pelatih Tavares tentunya harus segera menyusun dan menyiapkan kerangka pemain yang akan ia susun untuk tim. Tidak ada namanya kesempatan adaptasi dengan pertandingan turnamen atau pertandingan persahabatan. Sama halnya dengan Julio, ia akan langsung dihadapkan dengan padatnya jadwal kompetisi.

Persija adalah klub pertama Tavares di Indonesia, jadwal liga yang tak menentu pastinya akan menjadi kesulitan tersendiri bagi Tavares dengan terus merotasi komponen pemain dalam skuat. Awal tugas berat yang harus segera dipelajari agar Persija bisa kembali pada jalurnya untuk konsisten meraih tiga poin.

Tak hanya sampai di situ, selain jadwal yang terkadang berubah tak semestinya, pemanggilan pemain Persija Jakarta ke Tim Nasional akan menjadi kesulitan tambahan bagi Tavares. Sebab, empat pilar utama Persija yang selalu terpasang di starting eleven seperti Andritany Ardhiyasa, Rezaldi Hehanussa, Novri Setiawan hingga Riko Simanjuntak yang harus memenuhi panggilan Tim Nasional untuk mengikuti pemusatan pelatihan demi menghadapi dua pertandingan Kualifikasi Kedua Piala Dunia 2022 melawan Vietnam dan Uni Emirat Arab.

Dua hal di atas yang tentunya bisa sangat berdampak pada Tavares dalam menjalani kompetisi Liga 1. Apalagi di putaran kedua ini, Tavares harus bisa memaksimalkan total sisa 15 laga Liga 1.

Terkesan pelik memang situasi yang dihadapi Persija Jakarta saat ini di dalam lapangan. Meski menyandang predikat sebagai juara musim lalu, tahun ini Persija harus bersaing agar terhindar dari zona degradasi. Tantangan itu harus segera dijawab Tavares dengan mengembalikan Persija ke penampilan terbaiknya.

Kembali Memberi Kesempatan Dan Kepercayaan

Berhasil membawa klub sebelumnya yang ia latih, yakni Yokohama FC ke peringkat tiga kasta kedua Liga Jepang dan masuk semi final fase play-off J1 League di musim 2018, belum bisa menjamin kepercayaan publik ke pelatih berusia 63 tahun tersebut.

Maklum, perjalanan kepelatihan Tavares tahun ini di Jepang tidak terlalu apik. Apalagi pada bulan Mei musim 2019, jasa Tavares tak lagi dibutuhkan oleh Yokohama FC karena hasil tim yang hanya mengoleksi 4 kali menang dari 13 pertandingan dengan berada di posisi 14 klasemen J2 League. Posisinya langsung digantikan oleh Takahiro Shimotaira.

Akan tetapi, kita juga harus mengingat sosok Alessandro Stefano Cugurra atau yang kita kenal dengan nama coach Teco. Sebelum melatih Persija, saat Teco menjadi pelatih Royal Thai Navy di Liga Thailand, performanya juga tak mengesankan, hanya selesai di peringkat 14 dari 18 klub yang berkompetisi.

Setelah itu, nama Teco masuk dalam sejarah Persija Jakarta karena berhasil membawa Persija juara Liga 1 2018 dan mengantarkan Persija untuk berkompetisi di ajang Asia yaitu AFC Cup selama dua musim beruntun.

Penunjukan Tavares bisa menjadi perjudian memang, bisa akan lebih baik, sama seperti sebelumnya atau bahkan menjadi lebih buruk. Pertimbangan seperti belum adanya pengalaman melatih di Indonesia yang tentunya perlu waktu adaptasi, lalu dihadapkan pada performa Persija yang saat ini sedang menurun akan banyak menyita waktu dan pikiran seorang Tavares.

Kesempatan tentunya harus diberikan bagi sang pelatih, tapi juga semoga dengan hadirnya nama baru Edson Tavares di Persija, ia bisa mengembalikan kepercayaan publik dengan adanya peningkatan performa pada tim yang bisa dirasakan nyata oleh para suporter.

Penutup dari tulisan artikel ini, semoga nama Edson Tavares menjadi pergantian pelatih yang terakhir bagi Persija di tahun ini, dengan kata lain bahwa Persija bisa kembali bangkit dari keterpurukannya di sisa pertandingan yang ada. Selamat bekerja Edson Tavares!

 

 

foto : Instragam Persija Jakarta (@persijajkt)

Share post :

Leave a Reply