Mengkritik Kinerja Rodrigo Tosi

Direkrut pada awal putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016, Rodrigo Antonio Lombardo Tosi adalah rekrutan baru Persija Jakarta bersama Djibril Coulibaly sewaktu itu yang tidak jadi di rekrut karena gagal mencetak gol pada dua pertandingan sesuai perjanjian antara Persija Jakarta dengan Coulibaly. Sejauh ini, Rodrigo Tosi telah bermain selama 11 kali pertandingan bersama Persija Jakarta dan debutnya ia mainkan ketika Persija Jakarta bersambang ke markas Kabau Sirah yakni Semen Padang, dengan bermain selama 38 menit di babak kedua.

Pemain berusia 33 tahun itu sebenarnya memiliki salah satu keunggulan segi fisik yaitu body balance yang baik sehingga pemain lawan akan kalah berduel dengannya khususnya bola udara. Tetapi sayang, nalurinya mencetak gol sama sekali belum terlihat hingga sekarang dengan memasuki bulan ketiga dirinya berseragam Persija Jakarta, sama sekali belum mencetak gol maupun assist.

Melihat 11 pertandingan terakhir yang telah dimainkan Rodrigo Tosi, Tosi bisa dibilang kalah dalam urusan berkontribusi untuk Persija Jakarta di lapangan dengan kolega striker asing Persija lainnya seperti Emmanuel Pacho Kenmogne. Pacho sendiri baru direkrut kembali oleh Persija Jakarta pada pertengahan bulan September dengan langsung mentorehan 4 gol di Turnamen TSC saat ini hingga menjadikan namanya sebagai top skor di tim Persija Jakarta.

Awalnya terekrut Rodrigo Tosi adalah untuk memperbaiki sistim kinerja produktivitas lini serang Persija yang pada putaran pertama TSC A menjadi sorotan. Karena tim Ibukota sedang di landa krisis produktivitas gol dan lini serang yang menjadi perhatian, sehingga direkrutlah pemain berkebangsaan Brasil itu oleh managemen Persija. Untuk mengukur performanya, mari melihat statistik yang telah diciptakan Tosi saat ia diturunkan menjadi Center Forward sewaktu Persija berhadapan dengan Mitra Kukar FC di pekan 31 Torabika Soccer Championship.

Rodrigo Tosi di mainkan sejak menit awal dengan di perankan menjadi seorang Targetman yang telah dilayani Ramdani Lestaluhu maupun Ambrizal Umanailo dalam strategi formasi 1-4-2-3-1 karna menggantikan Pacho yang sedang mengalami cidera betis. Catatan buruk dan kritik keras tersemat pada performa pertandingan Tosi malam itu. Mensia-siakan peluang hingga daya fight tidak muncul dalam performanya di lapangan menuai banyak kritik.

Apalagi Rodrigo Tosi sama sekali tidak menghasilkan tendangan selama 62 menit ia dimainkan. Entah itu tendangan yang mengarah ke gawang ataupun tidak, sehingga dirinya ditarik keluar untuk digantikan Bambang Pamungkas. Dengan penampilan seperti itu, Tosi memunculkan kekecewaan terutama untuk The Jakmania karena performa penampilannya yang semakin lama dalam pertiap pertandingan semakin menurun.

Performa Rodrigo Tosi banyak di kritik The Jakmania dan pemerhati Persija Jakarta dalam hal urusan permainan di atas lapangan. Bahkan, banyak juga yang mengatakan Tosi adalah rekrutan gagal bagi tim Ibukota. Catatan prestasi yang pernah ia torehkan dengan menjadi top skor di liga Singapura belum ia tunjukan di Persija hingga sekarang, catatan selain dirinya yang di ingat The Jak adalah Tosi telah menyumbangkan 1 kartu merah sewaktu Persija Jakarta melawan Persib Bandung.

Pertandingan yang telah dijalani Rodrigo Tosi menjadi sorotan oleh berbagai pihak yang mencintai klub ini. Menuntut Tosi mencetak gol adalah hal yang wajar dan bukanlah hal yang salah karena memang sudah menjadi tugas dan juga kewajibannya sebagai seorang penyerang. Apalagi, jika Persija Jakarta harus berada dalam situasi seperti kemarin saat menghadapi Mitra Kukar dengan amunisi lini serang yang tak banyak pilihan.

Setidaknya, apa yang telah ditampilkan Tosi dalam beberapa pertandingan terakhir telah menjadi tolak ukur bagi tim kepelatihan Persija Jakarta. Tidak mencetak gol dalam 11 pertandingan bagi seorang striker bukanlah hal yang bagus dan harus segera ada evaluasi di dalam tubuh internal Persija Jakarta itu sendiri. Apalagi tim ini sedang  di tuntut untuk setidaknya bisa mengembalikan ke performa terbaiknya sebagai tim yang punya catatan History yang gemilang.

Sebentar lagi turnamen TSC 2016 segera berakhir, beberapa pertandingan akan segera di selesaikan Persija Jakarta. Jika memang Tosi kembali menjadi pilihan bagi Coach Mamak sebagai striker dalam sisa pertandingan. Setidaknya perlu di ingat untuk sang pelatih, bahwa Tosi harus segera dituntut menunjukan kualitas dan performa terbaiknya jika memang dirinya masih pantas berseragam Persija Jakarta.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
68 views

Leave a Reply