Menantikan Ledakan Berikutnya dari Duet Bruno Lopes dan Reinaldo Costa

Bruno dan Reinaldo bisa menjadi kekuatan utama Persija di sisa laga Liga 1 tahun ini.

Seisi Stadion Patriot sore itu bergemuruh ketika bola sontekan Bruno Lopes yang menyambut sodoran Reinaldo Costa masuk dengan mulus ke gawang PSM Makassar. Gol tersebut membuat tim tuan rumah, yang sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, berhasil menyamakan kedudukan. Dua menit setelah Reinaldo terlebih dahulu menipiskan skor lewat titik putih.

Aksi dua penyerang gundul asal Brasil ini bukan kali ini saja berhasil meneror lawan. Dua hari sebelumnya, di tempat yang sama keduanya berhasil membuat Persiba Balikpapan pulang dengan tangan kosong. Keduanya masing-masing menyumbang satu gol dalam kemenangan Persija 2-0 atas tim dari timur Kalimantan tersebut.

Profil Bruno dan Reinaldo

Bruno Lopes resmi bergabung bersama Macan Kemayoran pada April 2017. Pengalaman berkarier di kasta teratas Liga Portugal bersama GD Estoril Praia membuatnya memenuhi kualifikasi sebagai marquee player di Liga 1 2017. Bruno membuat debutnya ketika melawan Barito Putera pada 22 April 2017 di Stadion Patriot, Bekasi. Bruno tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Pada awalnya, Bruno sempat kesulitan mengembangkan permainannya dan kerap tampil buruk. Namun perlahan penampilannya membaik dan bahkan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Macan Kemayoran dengan 5 gol sampai akhir putaran pertama. Bukan sesuatu yang buruk bagi penyerang yang kerap dimainkan melebar di sisi kiri penyerangan Persija.

Bruno Lopes

Bruno, yang juga pernah malang melintang di persepakbolaan Asia bersama Al Hajer (Arab Saudi), Albirex Nigata (Jepang), dan Ratchaburi (Thailand) ini memiliki kemampuan olah bola yang baik. Selain itu, dirinya juga memiliki kecepatan dan skill individu mumpuni, khususnya dalam duel satu lawan satu, sehingga kerap ditampilkan sebagai penyerang sayap kiri dalam skema 4-3-3. Eksekusi bola matinya pun tergolong mematikan. Seperti yang ditunjukkannya kala menghadapi PS TNI pada putaran pertama lalu.

Sementara Reinaldo Elias Da Costa didatangkan pada putaran kedua. Reinaldo yang memperkuat PSM di putaran pertama diproyeksikan sebagai juru gedor utama Tim Ibukota menggantikan Luis Junior yang didepak lantaran performa yang di bawah ekspektasi. Sebelumnya Reinaldo juga berhasil membawa Borneo FC menjadi runner-up di turnamen pramusim, Piala Presiden.

Tipikal permainan Reinaldo adalah seorang nomor sembilan murni. Pemain yang memiliki paspor Australia dan Brasil ini juga memiliki naluri gol yang tinggi. Pada putaran pertama, Reinaldo berhasil mencetak 9 gol untuk PSM.

Reinaldo memiliki beberapa kesamaan dengan ujung tombak Persija sebelumnya, Luis Junior. Selain sama-sama berdarah Brasil, keduanya adalah tipe striker yang kerap bermain dengan membelakangi gawang lawan. Untuk itu keduanya sangat bergantung dengan struktur dukungan yang baik dari lini kedua. Dalam hal ini keduanya berperan sebagai “pemantul” bola untuk rekan-rekannya di lini tengah.

Reinaldo (via @PersijaJkt)

Dari segi skill individu, tak seperti banyak talenta negeri samba-termasuk Luis Junior-yang memiliki segudang trik menawan, Reinaldo lebih mengedepankan aspek fisik ketimbang trik-trik tersebut. Hal ini yang membedakan Reinaldo dengan Luis. Meski begitu, Reinaldo mengompensasinya dengan etos kerja yang mumpuni. Sebagaimana yang dituturkan oleh Ricky Nelson, pelatihnya ketika memperkuat Borneo FC. Ricky menyebut Reinaldo, meski tidak memiliki skill individu yang brillian, termasuk striker yang tidak malas dalam melakukan pressing kepada pemain belakang lawan. Termasuk ketika kehilangan bola, Reinaldo tidak malas untuk merebutnya kembali. Hal ini menjadi nilai plus bagi pemain yang pernah menjuarai Liga Australia tersebut, selain postur menjulang setinggi 194 cm yang membuatnya kuat dalam duel udara.

Kelebihan lain Reinaldo adalah dalam hal eksekusi penalti. Dari tiga kesempatan, Reinaldo berhasil mengonversi semuanya menjadi gol. Sementara Persija dua kali gagal dari dua kesempatan sebelum Reinaldo datang. Hal ini kembali dibuktikannya usai berhasil mengeksekusi tendangan 12 pas ketika melawan PSM.

Potensi Duet Maut

Gol-gol dari keduanya yang berhasil menyumbang 4 poin dari dua laga kandang awal di putaran kedua tentu mengundang pertanyaan (sekaligus harapan). Mampukah keduanya menjadi tumpuan Persija dalam mencetak gol? Mampukah keduanya membawa Persija bersaing di papan atas dan masuk lima besar seperti target di awal musim?

Dua pertanyaan tadi tentu belum bisa dijawab sekarang. Akan tetapi, dilihat dari dua pertandingan melawan Persiba dan PSM, keduanya memiliki kontribusi maksimal sebagai duet striker di lini depan. Selain itu keduanya berpotensi membentuk “duet maut” di lini depan Persija.

Secara profil permainan, keduanya saling melengkapi. Reinaldo dengan postur dan fisik luar biasa sanggup memenangkan dan menahan bola. Sedangkan Bruno memiliki kecepatan, skill, serta pergerakan yang dinamis. Dengan perbedaan karakter antara keduanya bisa menambah dimensi serangan dari Persija itu sendiri.

Berhasil atau tidaknya duet ini juga ditentukan oleh kecocokan dengan strategi Persija. Coach Teco kerap menurunkan formasi 4-3-3 sebagai susunan awal. Nantinya formasi ini bisa bertransformasi menjadi 4-4-2, atau seperti yang terlihat di dua pertandingan terakhir kerap menjadi 4-3-1-2. Bruno, yang awalnya berperan sebagai penyerang kiri bermain lebih ke tengah berduet bersama Reinaldo. Transformasi formasi di sini bisa dibilang akan menguntungkan Bruno karena dirinya akan lebih dekat dengan gawang. Dibanding ketika bermain di sayap, peluang Bruno untuk mencetak gol tentu lebih besar. Kemampuan keduanya dalam bola udara juga sesuai dengan karakteristik permainan Persija yang kerap memainkan umpan vertikal langsung ke lini depan.

Susunan gelandang pada 4-3-1-2 juga bisa memudahkan kedua striker dalam penyerangan. Pada putaran pertama, salah satu permasalahan Persija adalah seringnya serangan tidak terkoneksi dengan baik di area gelandang serang (no. 10). Hal ini sering membuat Luis turun ke area tersebut meninggalkan posnya di lini depan. Hal ini cenderung mengurangi kedalaman vertikal Persija. Apalagi Persija termasuk tim yang cukup vertikal dalam bermain, dalam arti kerap memainkan umpan langsung ke lini depan.

Ketika bermain dengan 4-3-1-2 secara natural ada pemain di posisi no. 10 tersebut. Pemain yang dimaksud adalah Ramdani Lestaluhu atau Fitra Ridwan. Pemain di posisi ini juga bisa menjadi opsi “pantulan” maupun memenangkan bola kedua hasil umpan langsung kepada Reinaldo atau Bruno. Strategi ini bisa mendukung striker semacam Reinaldo yang memang sangat membutuhkan support dari lini kedua.

Grafik di atas menunjukkan beberapa opsi bagi Reinaldo dalam skema umpan panjang Persija. Opsi (1) adalah memberikan bola flick-on kepada Bruno yang berlari ke belakang garis pertahanan lawan. Serupa dengan gol kedua Persija ke gawang PSM pekan lalu. Opsi (2) dan (3) adalah memberikan bola kepada lini tengah.

Memiliki striker dengan kemampuan duel udara yang mumpuni, tentu umpan silang bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Persija. Apalagi Persija memiliki beberapa pengumpan silang yang handal. Sebut saja Ismed Sofyan, Rezaldi Hehanussa, Novri Setiawan, hingga Rohit Chand. Skema ini bisa terus dimatangkan menjadi salah satu opsi utama dalam menyuplai Bruno-Reinaldo.

Kesimpulan

Dua pertandingan awal memberikan kesan yang baik bagi keduanya. Meski begitu tentu ada kemungkinan salah satu atau bahkan keduanya tidak mencetak gol dan tampil baik di tiap pertandingan. Reinaldo misalnya, seperti sudah dibahas sebelumnya, tidak memiliki skill individu yang baik. Dia juga tidak begitu cepat. Ada kemungkinan Reinaldo terisolasi menghadapi lawan yang memainkan garis pertahanan tinggi. Kemungkinan-kemungkinan itu selalu ada. Di situlah nantinya peran pelatih dalam menciptakan variasi serangan. Bagaimana menciptakan struktur yang bakal memanjakan keduanya dan lain sebagainya.

Secara umum, Bruno dan Reinaldo adalah pemain yang dibutuhkan oleh Persija. Banyak strategi-strategi Persija yang cocok dengan karakteristik keduanya. Yang selanjutnya dibutuhkan adalah konsistensi permainan keduanya. Ledakan-ledakan, baik berupa gol, assist, maupun kontribusi lain dari keduanya sangat dinanti guna memantapkan Persija di papan atas.

 

Share post :

Leave a Reply