Membelah Gelandang

Persija Jakarta pada saat ini sudah memiliki beberapa pemain gelandang tengah. Seperti Amarzukih, Sandi Sute, Sutanto Tan, dan pemain muda Irfandy. Kesemua pemain tersebut adalah para gelandang yang sudah hampir pasti memperkuat Macan Kemayoran di Liga 1 nanti. Sedangkan Soon Hak, Anmar Almubaraki masih dalam tahap seleksi pemain.

Seperti diketahui bersama, Amarzukih dan Sandi Sute adalah pemain gelandang bertahan. Keduanya memiliki kemampuan dalam membaca permainan lawan dan pula memiliki kemampuan dalam menyusun alur serangan.

Sebagai pemain gelandang bertahan Sandi dan Jukih memiliki tugas utama sebagai pemain pertama yang menjadi tembok dalam menghadapi serangan lawan. Keduanya sering terlibat duel fisik dengan pemain lawan. Keduanya juga mesti memiliki kemampuan dalam membaca arah bola yang akan dimainkan oleh para gelandang tim lawan. Tidak hanya menunggu sampai pemain lawan mendapat bola, Sandi dan Jukih mesti membaca dan memotong bola tersebut sebelum sampai di kaki pemain lawan. Posisi seperti ini memerlukan stamina dan konsentrasi yang tinggi.

Di Persija Jakarta, Amarzukih telah menjadi pilihan utama sejak beberapa tahun lalu. Mantan pemain Persitara ini hampir tidak tergantikan posisinya. Di TSC kemarin pemain asli Betawi bersaing dengan Syahroni untuk menjadi pilihan utama di skuad Persija. Dengan fisik tubuh yang kurus Jukih mampu untuk berduel dengan para gelandang serang tim lawan yang biasanya ditempati oleh pemain asing.

Sandi Sute memiliki gaya bermain berbeda dengan Amarzukih. Jika Jukih lebih banyak memotong umpan lawan, sedangkan Sute lebih berani beradu fisik dengan pemain lawan. Sute lebih banyak merebut bola langsung dari kaki lawan dan lebih rentan untuk melakukan pelanggaran. Meski keduanya sama-sama gelandang bertahan cara kedua pemain tersebut dalam mematahkan permainan lawan jauh berbeda. Sandi Sute juga lebih berani melakukan penetrasi ke daerah pertahanan lawan.

Dengan perkembangan sepak bola yang semakin pesat seorang gelandang bertahan tidak lagi kaku perannya. Gelandang bertahan pada saat ini menjadi orang pertama yang menyusun serangan sebuah permainan. Pergerakannya dalam meminta bola akan sangat mempengaruhi arah serangan.

Amarzukih adalah gelandang bertahan yang aktif dalam meminta bola sampai pada 2/3 lapangan. Sedangkan Sandi lebih berani maju sampai memasuki sepertiga lapangan lawan. Dirinya ditunjang stamina yang cukup untuk kembali turun apabila terjadinya serangan balik dari lawan. Sedikit hal yang membedakan kedua gelandang bertahan yang dimiliki Persija saat ini.

Gelandang lain yang dimiliki Persija Jakarta saat ini adalah Sutanto Tan. Pemain muda yang bergabung pada gelaran TSC kemarin sempat gagal seleksi di Macan Kemayoran. Namun pada menjelang bergulirnya TSC dirinya dipercaya oleh manajemen untuk mengisi satu slot gelandang tengah. Perannya dalam skema permainan terlihat sebagai galandang yang menyambung bola dari area pertahanan lalu mengalokasikannya ke bagian penyerangan. Sutanto tepat berada di antara gelandang bertahan dan juga gelandang penyerang di musim lalu. Dirinya juga bebas merangsek naik sampai kotak pinalti lawan. Beberapa kerja sama satu dua dengan Ramdani dan Ade Jantra di TSC lalu banyak membuka peluang di dalam kotak pinalti lawan. Sutanto tak memiliki kelebihan dalam bertahan ataupun menyerang. Permainannya cenderung mengamankan penguasaan bola dan bermian “nakal” ketika membantu pertahanan. Itulah sebabnya dirinya jarang sekali melakukan penetrasi di area pertahanan lawan sekaligus jarang melakukan percobaan tembakan langsung ke arah gawang lawan. Karena Sutanto hanya bertugas sebagai pengaman permainan dalam menyusun serangan.

Saat tulisan ini dibuat, terdengar sebuah kabar yang menyatakan bahwa Persija resmi merekrut Hargianto. Gelandang Timnas Indonesia U-22 di bawah asuhan Luis Milla ini makin menambah lini tengah Macan Kemayoran makin kompetitif. Hargianto yang sebelumnya membela Bhayangkara United merupakan gelandang yang sempurna. Baik menyerang maupun bertahan kualitasnya cukup berimbang. Saat bertahan Hargianto seperti Sandi Sute yang berani beradu fisik dengan pemain lawan. Meski tubuhnya kecil dirinya cukup taktis dalam mematahkan permainan, baik itu dengan cara merebut bola secara bersih ataupun melanggar lawannya. Efisien dalam mengambil tindakan membuat skema penyerangan lawan menjadi terganggu.

Soal menyerang, Hargianto adalah gelandang yang aktif untuk meminta bola. Visi bermainnya cukup baik. Entah itu dalam skema satu dua sentuhan atau dalam melepaskan umpan-umpan tusukan dan umpan bola jauh. Dirinya juga dibekali dengan kemapuan dalam melepaskan tembakan-tembakan dari luar kotak pinalti. Hargianto sebenarnya tak jauh berbeda dengan Soon Hak. Bermain dari kedalaman lalu mampu menjaga penguasaan bola sampai ke daerah lawan. Hargianto akan lebih menguntungkan karena asli Indonesia dan bisa mengisi satu slot pemain asing Asia yang dulu ditempati Soon Hak agar dapat diisi dengan gelandang menyerang asal Asia lainnya.

Satu kelemahan Persija selama ini ialah dalam posisi gelandang serang. Saat ini Macan Kemayoran baru mendatangkan Irfandy dari PS TNI. Pemain yang masih belia ini tidak mampu memberi perbedaan dalam skema permainan Persija. Selama Piala Presiden 2017 dirinya terkunci oleh para gelandang bertahan yang dimiliki oleh lawan-lawan Persija. Alhasil dirinya mesti rela digantikan oleh Ramdani yang selama TSC menjadi gelandang yang berposisi di belakang penyerang tunggal.

Berbicara soal Ramdani, sebenarnya pemain asal Maluku ini posisi awalnya adalah seorang pemain sayap kanan. Namun karena kebutuhan tim, bersama Bambang Pamungkas pada TSC lalu dirinya diperankan sebagai gelandang serang secara bergantian. Perannya cukup penting dalam skema penyerangan Persija. Ramdani adalah sosok pemain yang terobsesi pada penguasan bola dan mengatur tempo permainan. Tak jarang dirinya turun terlalu dalam untuk mengambil bola saat pemain bertahan dan gelandang bertahan tak bisa lagi mengalirkan bola ke sektor depan. Selain itu dirinya juga memiliki kemampuan individu yang cukup baik dalam membelah pertahanan lawan. Ditambah dengan keberaniannya dalam melakukan tembakan jarak jauh dari luar kotak pinalti lawan. Sayangya, menit bermain Ramdani tidak pernah lebih dari 65 menit.

Berbeda dengan Bambang Pamungkas. Meski sama-sama bermain sebagai gelandang yang tepat dibelakang striker utama, Bepe lebih cenderung sebagai tembok bagi pemaim lainnya. Peran Bambang simpel tapi sulit. Harus aktif meminta bola namun tak pernah menguasai bola tersebut secara lama. Karena dirinya akan kembali melepaskan bola entah dikembalikan kepada pemain sebelumnya atau memantulkannya kepada pemain lain yang ruangnya sudah terbuka karena pergerakan dirinya. Perannya tersebut menguntungkan pemain lain. Bepe akan terus menjadi perhatian utama bek lawan, namun karena dirinya kerap kali meminta bola agak ke area belakang maka akan menimbulkan celah dipertahanan lawan. Hal ini bisa dimanfaatkan pemain lainnya untuk masuk ke dalam area pertahanan lawan yang sudah ditinggalkan oleh satu bek tengahnya.

Sampai saat ini The Jakmania masih menunggu siapa saja pemain yang akan didatangkan. Anmar dan Soon Hak masih tahap seleksi. Sedangkan banyak kabar mengatakan manajemen akan kembali mendatangkan pemain asing untuk diseleksi. Patut ditunggu perkembangan kedepannya.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
147 views

Leave a Reply