Memahami Arti dari Evaluasi Persija

Turnamen telah selesai dan akhirnya seluruh tim kontestan ISL 2017 mulai mempersiapkan diri dengan melakukan evaluasi demi evaluasi, dari pencapaian hasil yang mereka dapat sebelumnya dari seluruh pertandingan Torabika Soccer Championship 2016 yang telah di lakoni. Evaluasi yang akan menentukan langkah tim pada babak berikutnya, dengan target berbenah untuk semakin menjadi lebih baik di kompetisi resmi nantinya.

Sama halnya dengan Persija Jakarta, sudah sepatutnya Persija Jakarta ini melakukan proses evaluasi secara rinci dan berkala. Melihat performa tim Ibukota ini yang kemarin harus berada di peringkat 13 dan menjadi pencetak gol terendah di antara semua kontestan tim, adalah sebuah pencapaian yang tidak semestinya di peroleh tim besar sekelas Persija Jakarta. Segala evaluasi harus dilakukan menyeluruh, mulai dari pembenahan pemain hingga kepelatihan. Jika perlu, evaluasi juga harus dilakukan dari struktur paling atas Persija itu sendiri. Yakni manajemen, yang juga harus turut bertanggung jawab atas pencapaian prestasi Persija Jakarta sebelumnya.

Membahas tentang evaluasi, evaluasi dalam sebuah tim sepakbola pasti tidak akan lepas dari kalimat merombak atau rombak. Kalimat yang sering kita dengar atau baca seperti sekarang, dengan secara pengertian dasarnya  adalah mengganti atau merubah isi tim tersebut secara besar-besaran. Dalam pengertian tersebut bisa disimpulkan, tujuan sebuah tim melakukan perombakan untuk mencapai targetnya menjadi juara atau setidaknya pencapaian tim itu bisa lebih baik dari musim sebelumnya.

Bagaimana dengan Persija sendiri? Jika melihat hasil Persija Jakarta musim ini tentu sangat jauh dari harapan. Terhenti di posisi yang mestinya tak di tempati menjadi sebuah perhatian besar kalangan pecinta tim ini terutama dari kalangan suporter The Jakmania, manajemen tentunya harus bertindak secara serius jika ingin Persija Jakarta bisa berbicara banyak di level kompetisi liga Indonesia 2017 mendatang. Seperti mendatangkan pemain baru sesuai kebutuhan tim, atau mencoret pemain lama dengan mengganti pemain yang memiliki kualitas lebih baik dari pemain yang dicoret.

Sebenarnya, jika manajemen ingin melihat dari kepengurusan Persija di tahun-tahun sebelumnya. Manajemen Persija sekarang bisa berkaca seperti manajemen Persija di periode tahun 2005/2006. Dengan catatan, prestasi Persija Jakarta saat itu cukup lumayan baik. Bisa masuk final dalam dua kompetisi yang berbeda. Pertama, Persija masuk final Liga Djarum Indonesia dan kedua, Persija masuk final Piala Indonesia (Copa Dji Sam Soe) di tahun 2005. Sayang, dalam dua hajatan bergengsi sepakbola Nasional itu. Persija yang menjadi kontestan finalis, harus puas dengan hanya menjadi Runner Up di dua ajang kompetisi tersebut.

Hanya masuk final, ternyata membuat manajemen Persija Jakarta sewaktu itu tidak puas dengan apa yang Persija raih. Hasilnya, manajemen Persija saat itu yang di manajeri oleh Darmawan Edi, melakukan perombakan besar-besaran di dalam tubuh Persija Jakarta. Seberapa besar? Cukup besar. Perombakan yang dilakukan manajemen Persija itu mencapai angka 70%, sama dengan memutus kontrak 12 pemain dari 24 pemain Persija Jakarta (setengah dari keseluruhan skuat) saat itu dan memutus kontrak pelatih dan asisten pelatih yang saat itu ditukangi Arcan Iurie dan Isman Jasulmei.

Dengan adanya perombakan hingga 70%, manajemen saat itu memang benar-benar serius akan perkembangan Persija Jakarta, manajemen Persija Jakarta menganggap bahwa Persija harus bisa menjadi tim yang kuat dan mampu berkompetisi dengan tim lainnya sebagai tim papan atas dan tim berprestasi, bukan hanya sekedar menjadi tim penghibur atau tim pelengkap klasemen. Jika ingin menyederhanakan pemahamannya adalah, manajemen ingin segera Persija Jakarta angkat piala dalam berbagai kompetisi yang mereka ikuti.

Tulisan ini bukan untuk meminta manajemen merombak habis skuat musim sekarang atau mengganti seluruh jajaran pelatih seperti musim 2005 silam, jika memang itu harus dilakukan. Kami paham bahwa itu adalah keputusan manajemen Persija sendiri tapi dengan harus menimbang segala aspek. Mengedepankan faktor kepentingan prestasi yang akan di raih musim depan oleh Persija adalah tugas pokok para jajaran kepengurusan di internal tim Persija Jakarta. Alias Persija Jakarta pada musim esok mempunyai target khusus tapi dengan diberi target yang realistis, seperti contoh untuk tim sebesar Persija di targetkan bisa kembali masuk dalam lima besar klasemen.

Terkadang, inilah masalahnya. Manajemen Persija Jakarta tidak mempublikasikan apa yang jadi target mereka di musim depan. Terkesan tertutup, sehingga para suporter di buat bingung. Sebenarnya haluan misi Persija Jakarta itu kemana. Sebenarnya ada dampak positif dari memberitahu target kepada suporter, suporter akan lebih bisa menilai yakni sebenarnya Persija telah mampu mencapai targetnya atau belum. Sehingga suporter akan mampu menjadi lebih kritis dan mengkoreksi pencapaian manajemen.

Manajemen Persija sekarang sebenarnya bisa memutuskan atau mengambil kebijakan sedari melihat dari para pengurus Persija terdahulu, melakukan pembahasan internal  atau juga turut mengumpulkan suporter demi kepentingan Persija di waktu mendatang. Memang nyatanya beda dulu dan beda sekarang. Tapi, apa salahnya jika yang sekarang mau belajar dari yang masa lalu? Tentu akan lebih baik. Berbenah adalah harapan semua pihak yang mencintai tim ini, sepakbola Jakarta yang berprestasi dengan ikonnya yakni Persija sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jakarta. Melihat musim kemarin jangankan untuk melihat tim ini bisa angkat piala, lihat Persija untuk bisa meraih hasil konsisten kemenangan juga terasa sulit.

Musim esok sudah memasuki kompetisi resmi. Apa yang jadi bahan evaluasi manajemen Persija Jakarta sekarang sangat ditunggu oleh publik pemerhati sepakbola Jakarta. Yang menyangkut  apakah tim ini akan tampil lebih baik, sama saja atau bahkan mungkin bisa lebih buruk? Semoga saja tidak semakin buruk atau sama halnya seperti musim ini. Hasil dari evaluasi Persija bisa di lihat pada paruh musim esok, jika hasilnya sama saja seperti sekarang. Ya berarti kita sudah tahu jawabannya apa yang telah mereka kerjakan. Hal yang perlu dicatat, harapan semua masyarakat penikmat Persija Jakarta itu sebenarnya sama, yaitu sama-sama ingin melihat kebanggannya bisa berprestasi dengan piala di genggamannya.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
192 views

Leave a Reply