Lesunya Transfer Persija dan Keterbukaan Informasi dalam Sepakbola

Liga 1 Gojek Traveloka telah berakhir. Persija Jakarta berhasil menempati posisi 4 dalam klasemen terakhir musim ini. Sebuah capaian yang di luar dari ekspektasi manajemen dan juga The Jakmania. Stefano “Teco” Cugurra berhasil mengembalikan cibiran para suppporter Ibu Kota yang di awal musim Liga 1 berjalan mengharapkan pelatih asal Brasil tersebut hengkang dari kursi jabatannya. Tagar #TecoOut sempat menjadi pembahasan utama para Jakmania, tat kala anak-anak Macan Kemayoran mengalami fase buruk di beberapa pertandingan awal Liga 1. Namun seiring kepercayaan yang diberikan oleh manajemen dan khsususnya Gede Widiade sebagai presiden klub, Teco berhasil menyulap Persija Jakarta menjadi tim papan atas. Capaian yang luar biasa mengingat nama-nama yang membela Macan Kemayoran bukanlah pemain yang sudah beken di persepakbolaan tanah air.

Bermodalkan pengalaman Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas, Maman Abdurrahman dan Rudi Widodo sebagai pemain senior dalam tim untuk dipadukan dengan pemain junior seperti Ambrizal Umanailo, Rezaldi Hehanusa, Sutanto Tan, Pandi Lestaluhu dan Ryuji Utomo, Teco mampu menciptakan rotasi pemain yang cukup berarti dalam menghadapi musim yang panjang. Ramdani Lestaluhu, Andritany, Sandi Sute dan Rohit Chand adalah kunci permainan yang dimiliki oleh pelatih. Keempat pemain ini memiliki peran penting dalam kesuksesan Teco dalam menangani Persija. Ditambah lagi nama seperti William Pacheco dan Bruno Lopes, keduanya selalu menjadi pilihan utama di posisinya masing-masing.

Dengan menduduki peringkat empat dalam klasemen akhir Liga 1 Gojek Traveloka memungkinkan Ismed Sofyan cs di musim depan memiliki peluang untuk bermain di ajang AFC Cup. Artinya, akan ada tiga kompetisi yang akan digeluti Macan Kemayoran untuk musim yang akan datang. Untuk dapat bersaing dengan klub-klub lain mestinya manejemen dan tim kepelatihan sudah mengambil langkah-langkah cepat untuk mencari dan melepas para pemain. Sampai saat ini sudah ada nama Arthut Bonai, Valentino Telaubun, Ahmad Syaifullah dan Septinus Alua. Keempat pemain ini merupakan pemain-pemain yang “katanya” diminta oleh pelatih untuk mengisi skuat Persija di musim depan.

Kehadiran keempat nama tersebut mendapat respon negatif dari para pendukung Persija. Bukan karena nama-nama tersebut tidak terkenal, tetapi juga karena keempatnya kurang dapat menciptakan persaingan dalam tim guna menciptakan kualitas individu pemain semakin meningkat. Hanya nama Arthur Bonai saja yang dapat diperhitungkan untuk masiuk dalam skuat inti. Sisanya kemungkinan diproyeksikan sebagai pemain lapis.

Aktifitas transfer keempat pemain tersebut juga semakin memperparah kekecewaan The Jakmania. Lantaran sama-sama diketahui bahwa William Pacheco yang musim lalu tampil apik dan kerap kali mencetak gol, musim depan sudah tidak memperkuat Macan Kemayoran kembali. Isu-isu tentang dirinya tidak lagi di Persija bermunculan termasuk meminta kenaikan gaji yang cukup tinggi. Yang harus menjadi catatan penting adalah kekompakan dan kesolidan para pemain belakang sudah terbangun sejak era ISC, jika ada pemain yang hengkang maka kedua hal itu harus dibangun kembali dari nol dengan pemain yang baru didatangkan nanti.

Kekritisan dan kekahawatiran The Jakmania tentang aktifitas manajemen di bursa transfer kali ini bukan kekecewaan semata. Mengingat andil mereka dalam semusim lalu mendukung Persija di manapun berada cukup luar biasa. Dapat dilihat di berbagai sumber, The Jakmania merupakan satu supporter paling terbanyak di Asia yang selama semusim penuh mendampingi Persija berlaga. Hal ini menunjukkan bahwa loyalitas mereka terhadap klub kebanggaan tidak perlu diragukan lagi.

The Jak memang tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah transfer pemain. Mereka juga tidak berhak untuk mencampuri keputusan-keputusan yang manejemen ambil untuk kepentingan tim. Namun suara kritis mereka ini perlu dipertahankan. Agar kelak hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi.

Supporter (The Jakmania) merupakan kekuatan penyeimbang dari manajemen klub. Memang secara struktur supporter tidak masuk dalam jajaran manejemen. Namun bukan berarti mereka harus diam saja dalam melihat kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh manajemen. Seperti halnya pers, pers memang tidak bisa membuat kenyang perut masyarakat. Namun, pers dengan kekuatan informasinya mampu mengantisipasi terjadinya bencana kelaparan, kemiskinan yang merajarela, korupsi yang massif di pemerintahan dan sebagainya. Kontrol yang diberikan oleh pers terhadap penguasa menimalisir terjadinya kekuasaan yang korup dan jahat. Begitupun dengan supporter.

Manajemen memang bisa saja menjanjikan pemain-pemain bintang akan datang namun jika hal tersebut tidak di kontrol secara terus menerus yang ada hanya akan sekedar janji belaka. Agar hal tersebut tidak hanya menjadi janji belaka harus ada tekanan dari pihak supporter kepada manajemen terkait persiapan klub di musim depan.

Jangan sampai terjadi adanya kepentingan yang berbeda dari masing-masing pihak antara manajemen dan supporter. Seperti yang biasa terjadi di dalam sebuah perusahaan, adanya perbedaan kepentingan antara para manajer dengan pemilik saham. Manajemen Persija tentunya adalah kelompok yang paling banyak memiliki informasi mengenai keadaan internal klub dibandingkan dengan supporter. Kebenaran informasi yang disampaikan manajemen kepada supporter tentunya masih ada hal-hal yang ditutupi. Transparansinya masih tidak jelas terlebih supporter berada di luar dari manajemen. Hal ini sama seperti yang ada di dalam perusahaan pada umumnya. Informasi yang disampaikan oleh manajer kepada pemilik saham biasanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya lantaran manajer mengedepankan kepentingannya dibanding kepentingan pemilik saham.

Supporter (di sini The Jakmania) adalah aset yang paling berharga bagi sebuah manajemen klub. Loyalitas mereka tidak perlu lagi dilakukan. Kerelaan mereka untuk mengeluarkan uang yang begitu besar untuk menyaksikan langsung pertandingan di dalam stadion adalah hal yang paling menguntungkan. Bukan hanya penjualan tiket yang laku keras. Tetapi juga akan membuat stasiun televisi tertarik menyiarkannya secara langsung dan yang pada akhirnya akan mendatangkan berbagai perusahaan untuk menjadi sponsor utama Persija ataupun memasang iklan melalui papan iklan yang berbaris di pinggir lapangan.

Sampai di sini sudah jelas, meskipun supporter tidak masuk dalam jajaran manajemen ataupun sama sekali tidak memiliki saham, namun mereka adalah penggerak yang paling utama bagi sebuah klub dalam meraih keuntungan. Ada baiknya manajemen tidak selalu mengambil langkah-langkah sepihak saja tanpa mendengarkan masukan-masukan dari The Jakmania. Ke kritisan The Jakmania pun harus terus dilakukan dan dapat tersalurkan agar kelak Persija Jakarta tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengenai aktifitas transfer pemain pada saat ini sudah seharusnya manajemen melakukan keputusan-keputusan yang tepat guna menyelaraskan kepentingan antara manajemen dan supporter. Kehilangan William Pacheco adalah suatu masalah besar. Bagaimanapun dirinya adalah salah satu bagian penting dalam pertahanan Persija di dua musim terakhir. Tidak salah jika The Jakmania menuntut banyak hal karena itu adalah hal yang wajar karena mereka menginginkan gelar juara di setiap tahunnya. Dan itu dibuktikan dengan loyalitas mereka dalam mendukung Persija di manapun berada.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
73 views

Leave a Reply