Kita Semua Kecewa

Anda kecewa? Semua pun pasti sama.

Jika berjalan sesuai rencana, hari ini akan berlangsung partai yang dinanti-nanti. Pertandingan yang, sebenarnya biasa saja, namun disertai bumbu-bumbu yang mengiringinya.

Tidak sedikit yang sudah mempersiapkan diri untuk hari ini. Terbayang memang, riuh tribun stadion saat laga yang telah lama dinanti berjalan. Bahkan, jauh hari sebelumnya antsusias itu telah sangat terasa. Tapi nyatanya pertandingan harus tertunda entah sampai kapan.

Kecewa? Pasti. Tapi kita bukanlah satu-satunya pihak yang kecewa. Kedua tim bahkan dipastikan lebih dirugikan. Persiapan tim, pengkondisian pemain, bahkan mungkin akomodasi yang telah disiapkan akan menjadi kerugian yang tidak sedikit.

Saat membaca tulisan ini mungkin seharusnya kita sedang bersiap-siap menanti peluit tanda pertandingan dimulai di atas lapangan. Namun, ini adalah saatnya untuk kita menyelesaikan semua yang terjadi di luar lapangan. Semua drama, semua keriuhan yang ada, bahkan hingga berisiknya media sosial yang mengarah pada ujaran kebencian.

Sekali lagi, ini hanya pertandingan biasa saja. Terserah mereka berkata apa, kita tetap supporter Jakarta dengan mentalitasnya. Kapan pun dan di manapun pertandingan kali ini dilaksananakan, kita akan tetap hadir dan akan tetap memastikan klub kebanggaan yang keluar sebagai pemenangnya.

Lupakan sejenak pertandingan hari ini. Kita masih punya 28 pertandingan lain yang bisa dimenangkan dan bisa membawa gelar juara. Jangan sampai satu pertandingan menguras semua energi yang kita punya. Masih ada pertandingan tanggal 8 dan 15 Mei yang jauh lebih penting. Simpan energi, kumpulkan receh-receh yang kita punya, kita bertemu di Jalan Besar Stadium, Singapura. Tempat yang sama saat beberapa hari lalu kita berpesta.

Bagian terakhir saya persembahkan untuk kalian, bapak-bapak yang terhormat. Tidak kah kalian melihat apa yang sedang terjadi? Tidak kah kalian melihat lini masa media sosial begitu riuh? Bahkan tidak sulit memantaunya dari media daring yang tersebar. Si A menghujat si B, si B menghina si A. Semua saling balas hingga berlarut dan berkepanjangan. Ini merupakan dampak drama pembatalan pertandingan yang tersaji, semua menjadi saling mencurigai. Yang kalian lakukan bagai menumpahkan bahan bakar pada sekam yang memang sudah mudah terbakar. Pembatalan pertandingan atas nama keamanan justru menjadi pemanas suasana sebelum laga. Ditambah pernyataan-pernyataan yang juga bisa memantik percikan api, pernyataan yang bisa dibilang tidak jernih untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Kalian bertanggung jawab atas itu.

 

*foto dari www.persija.id

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
27 views

Leave a Reply