Ketika Dukun Membantu Persija Juara

Malam itu hari selasa, 11 Desember 1973. Ratusan ribu orang menghadiri partai hidup mati antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta dalam perebutan gelar Perserikatan PSSI tahun 1971/1973. Pasalnya, dalam babak final round itu. Poin kedua tim ini hanya berselisih satu poin. Persebaya hanya butuh hasil imbang melawan Persija Jakarta dan Persija Jakarta butuh kemenangan agar mereka bisa mengembalikan gelar juara setelah hampir sembilan tahun Persija tidak menjuarai piala Perserikatan PSSI setelah terakhir kali mereka juara Perserikatan di tahun 1964 dibawah asuhan pak dokter, Endang Witarsa.

Momentum ini tentu ditunggu banyak pihak, termasuk Gubernur DKI Jaya sewaktu itu, Ali Sadikin. Bang Ali sebagai panggilan khasnya, ingin sekali Persija Jakarta bisa mengalahkan Persebaya dan gelar kejuaraan Perserikatan bisa direngkuh oleh kota Jakarta. Ada cerita unik pada pertandingan antara Persija dan Persebaya di tahun itu. Ceritanya, jauh hari pertandingan antara Persija dengan Persebaya, para jurnalis olahraga menganalisa pertandingan kedua kota besar ini yang syarat akan kentalnya rivalitas dari kedua tim.

Satu ulasan analisa dari para jurnalis menyebutkan, Persebaya akan menjadi juara jika pertandingan hujan. Sementara, Persija bisa menang dan membawa gelar juara asalkan pertandingan tidak diguyur hujan. Karena hasil analisa itu, bang Ali selaku Gubernur DKI Jaya disebutkan kalang kabut karena Persija akan kalah jika pertandingan turun hujan. Apalagi, sebelum melawan Persija Jakarta. Persebaya mampu menaklukan Persipura Jayapura dengan skor mencolok 4-0 dibawah guyuran hujan.

Status Persebaya sebelum melawan Persija adalah tim yang belum terkalahkan sama sekali dibabak delapan besar. Entah karena percaya jika memang Persebaya bisa menang karena turun hujan dan hasrat besar piala harus ke Ibukota serta tidak mau mengembalikan momentum menjadi juara, bang Ali pun melakukan hal yang cukup nyeleneh saat itu. Iya, bang Ali mendatangkan pawang hujan yang berasal dari Banten khusus pertandingan Persebaya dengan Persija.

Hari pertandingan Persija melawan Persebaya tiba, pertandingan berjalan cukup keras antara kedua tim, apalagi perkelahian antara Rusdy Bahalwan dari Persebaya dengan Sutan Harhara yang membela Persija memanaskan tensi pertandingan perebutan juara. Selasa malam waktu itu menjadi hari yang kini menjadi bagian sejarah Persija. Anak asuh Sinyo Aliandoe berhasil keluar menjadi juara dengan mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0, lewat gol yang dicetak oleh Andi Lala.

Piala Perserikatan PSSI akhirnya kembali ke Ibukota dan Persija kembali menunjukan bahwa mereka mempunyai mental juara. Selesai pertandingan Persija melawan Persebaya, warga sekitaran daerah Senayan pun menebar kabar burung, jika Persija berhasil menjadi juara karena bantuan dukun yang menjadi pawang hujan pada pertandingan itu. Karena, pertandingan antara Persija melawan Persebaya pada malam hari itu terselenggara dengan cuaca langit Jakarta cukup cerah. Maklum pada jaman dulu, Hal-hal berbau klenik sangat dipercayai masyarakat bahkan hingga sekarang, walaupun begitu. Ini menjadi bumbu cerita yang menarik bagi perjalanan Persija tahun itu saat mengembalikan dirinya sebagai sang juara.

Referensi: (Kompas: Sabtu, 15 Desember 1973)

Share post :

Leave a Reply