Karena Kami Sayang Padamu, Persija !

Torabika Soccer Championship sebentar lagi akan segera usai, tersisa 2 pertandingan lagi untuk semua peserta klub TSC A termasuk Persija Jakarta yang akan menyelesaikan pertandingannya yakni bertandang melawan PSM Makassar dan Bali United. Bukan hal yang mudah dua pertandingan tersebut tapi kita harus tetap bersikap yakin dan optimis.Sekarang, Persija Jakarta sedang berada di urutan ke 15 klasemen sementara TSC A. Bukan hal yang terdengar baik untuk tim sekelas Persija Jakarta yang dahulu mempunyai catatan sejarah indah dan rentetanprestasi besar dimasa jayanya.

Memang pada dasarnya, ini cuma turnamenbiasa sebagai obat pelipur lara menghibur masyarakat pencinta sepakbola tanah air setelah cukup lama vakum karena dibekukan oleh Menpora. Tetapi, untuk yang sedang membaca artikel ini. Artikel ini sedang tak membahas segi Turnamennya melainkan membahas salah satu peserta Turnamen di dalamnya yakni Persija Jakarta. Iya, membahasnya dengan membawa perasaan pribadi dari dalam hati.

Mari kita lihat kembali dari nama tim ini, Persija Jakarta. Ya, agak merinding rasanya jika membahas kebanggaan kita yang satu ini termasuk saya pribadi jika membahasnya itu dengan pandangan dari hati.Kebanggaan yang selalu kita puja-puji di setiap pertandingan kandang maupun tandang, nama klub yang selalu kita harapkan untuk suatu saat bisa kembali menjadi seorang pemenang yang sesungguhnya kelak di kemudian hari.

Kritik terus berdatangan untuk tim ini, kritik karena tim ini sedang berada dalam performa yang tak menentu bahkan cenderung menurun. Ketahuilah, harapan kita semua ada pada kalian para 11 orang pemain yang dengan gagahnya berdiri di atas lapangan, berseragam merah sebagai simbol keberanian dan terlambang mewah di dada bagian sebelah kiri kalian yang terpampang logo Monas sebagai bentuk kebesaran tim ini.

Tentunya tak lupa tersemat tulisan kecil ‘Jaya Raya’ yang mengisyiratkan arti besar dari kalimat tersebut, jika tim ini akan selalu berjaya dan sukses berkelanjutan dalam setiap mengkalahkan lawan yang akan kalian hadapi dan tentunya, seragam itu tidak bisa dipakai oleh sembarang orang alias pemain diatas lapangan. Hanya kalian para pemain terpilih dan terhormat yang berhak bisa memakainya dengan sakral.

Mari kita mulai dengan mengeluarkan perasaan kita untuk membahas tim ini, saya pribadi mengibaratkan tim ini adalah pasangan hidup saya. Tepatnya pasangan yang sangat saya yakini sebagai pasangan hidup sejati saya. Di saat tim ini sedang bertanding, saya sempatkan dan mencoba hadir untuk mendukungnya. Saya nyanyikan untuknya dengan nyanyian semangat bersama ratusan ribu teman-teman The Jakmania di dalam stadion yang sama dengan tujuan yang juga sama yakni menganggap Persija adalah cintanya.

Disaat itu pula, saya berdoa di dalam hati dan mencoba memejamkan kedua mata saya sambil mengadahkan wajah kearah langit sambil berucap: “Tuhan, berilah kemenangan untuk tim ini. Tim yang kami selalu dukung dan kami banggakan sepenuh hati sedang berjuang di hadapan kami, kami percaya. Jika tim ini adalah sebagian titipan karunia terindah darimu untuk hidup kami.’’ Tak terasa, air mata itu mengalir dari sela kelopak mata saya, saya berdoa dengan hati yang yakin dan tenang untuk tim ini bisa meraih hasil maksimal yakni kemenangan.

Ketika tim ini berhasil memenangkan pertandingan, saya mengucapkan syukur. Tak lupa saya mengambil handphone pribadi saya, saya membuka sosial media pribadi milik saya dengan mengucapkan pesan selamat atas kemenangan kepada pasangan hidup saya ini lewat akun sosial media Twitternya, dengan sesekali saya sedikit menasehatinya agar tak cepat puas di pertandingan selanjutnya. Yah, walaupun pesan mention saya tak terbalas darinya. Saya tetap bersangka baik bahwa mungkin saat itu ia sedang menikmati kemenangannya dan setelah itu mungkin ia akan membacanya.

Jadwal pertandingan lainnya tiba, Persija harus pergi keluar kota. Kali ini saya tak dapat menemani, agak kecewa memang jika saya tak dapat mendampinginya dan cuma bisa melihatnya dari televisi.Sehari sebelum pertandingan tandang Persija Jakarta dimulai, saya terkadang tak bisa tidur. Terus memikirkan strategi apa yang ia terapkan dan siapasaja yang akan membelanya yaitu para pemain yang diturunkan. Menjadi malam yang sangat panjang karena hal itu selalu membayangi pikiransaya dan saya hanya bisa kembali memanjatkan doa, doa yang tentunya masih sama seperti sebelumnya untuk tim ini bisa raih 3 poin dari hasil pertandingan tandang.

Sayang, Kabar buruk itu hadir. Pada pertandingan itu Persija harus menelan kekalahan dari lawannya dan itu terjadi di hadapan saya walaupun cuma sekedar melihat di televisi. Setelah mengetahui hal itu, saya langsung kembali mengambil handphone saya.

Hal rutin yang saya lakukan setiap tim ini selesai bertanding yakni membuka gadget hanya ingin untuk mengetahui kabar dari sosial media miliknya, saya kembali menyampaikan pesan singkat lewat akun sosial media Persija yang berbeda yaitu Instagram. Ketika saya buka postingan instagramnya sudah banyak The Jakmania yang lain yang menaruh perhatian terlebih dahulu dengan komentar membeberkan kritikan kekurangan dan segala bentuk harapan demi pertandingan selanjutnya.

Saya tulis dengan mesra dengan kalimat dukungan di kolom komentar Instagramnya agar ia tak terbawa arus penyesalan seusai kalah bertanding sekaligus untuk mengkuatkan hatinya .Sembari saya mencoba menjelaskan kesalahan apa saja yang ia telah lakukan tadi menurut perhatian saya di saat pertandingan berlangsung, untuk harapan di jadikan sebagai evaluasi pembelajaran tim ini menjadi lebih baik pada pertandingan yang akan datang.

Saya mencoba tulis di kolom komentarnya dengan singkat agar ia mau membacanya dan memahami, juga menghindari agar komentar yang saya tulis tidak terkesan spam walaupun ujung-ujungnya menjadi komentar yang panjang dan komentar di akun Instagramnya itu saya akhiri dengan memberi love di postingannya.

Pertandingan demi pertandingan telah tim ini lewati, hingga pada akhirnya tim ini harus dibenamkan oleh para lawan-lawannya. Sedih, kecewa dan marah. Semua menjadi satu di dalam hati yang seakan bisa meledak kapan saja, mengungkapkan rasa tak percaya atas hal yang terjadi pada pasangan hidup saya bernama Persija ini. Perasaan tak tega harus muncul ketika melihat pasangan saya harus di sakiti oleh orang lain, saya mencoba mentegarkan diri. Saya kembali tulis kalimat dukungan yang saya berikan kepada Persija.

Saya menasehatinya dengan agak keras agar tim ini bisa kembali menjadi tim yang perkasa atau setidaknya bisa peka terhadap perasaan ini jika perasaan ini tak mau melihat dirinya jatuh secara terus-menerus sebagai tim yang dahulunya penguasa.

Pesan demi pesan disampaikan, pesan dukungan dan lontaran kritik keras untuk tim kebanggaan saya ini juga dilakukan oleh teman-teman The Jakmania lainnya. Keras bukan berarti menghina atau mencaci tim ini, keras dalam artian seruan agar tim ini mau berbenah dan memperbaiki segala kekurangannya untuk tidak kembali mengulangi berbagai kesalahan yang akan menyebabkan dirinya jatuh semakin jauh.

Pada intinya, kita semua tentu menyayangi tim ini. Tapi ketika tim ini melakukan kesalahan, rasa sayang itu harus di wujudkan dengan kritik dan saran yang membangun. Kritik adalah senjatanya kaum suporter untuk tim yang kita dukung mau segera berbenah secara aktif dan nyata. Jangan takut untuk mengkritik, apalagi jangan sampai menganggap kritikan itu adalah sebuah tindakan yang salah, justru yang salah adalah ketika tim ini sedang di bawah dan kita tidak mau mengkritiknya, kritik sebagai daya kekuatan motivasi untuk Persija agar bisa kembali bangkit yang terdapat saran di dalam kritik yang kita sampaikan.

Contohlah pada kehidupan pribadi kalian, ketika kalian mempunyai pasangan dan pasangan kalian melakukan sebuah kesalahan yang akan berujung fatal pada rusaknya hubungan kalian. Apa yang akan kalian lakukan? Hanya diam? Pastinya tidak, Tentunya kalian akan mengambil sikap tegas menasehatinya dan tak lupa tetap mendukung hubungan yang telah lama kalian jalin.

Karena kritik bukan untuk memperburuk apalagi menghancurkan seseorang, ini adalah salah satu cara sebagai wujud bentuk kasih sayang terhadap Persija, tim yang sudah kita semua cintai dengan sepenuh hati.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
44 views

1 Response

Leave a Reply