Kamsahamnida, Soon-Hak!

 

Menyongsong Liga 1 musim 2017, Persija resmi tidak memperpanjang kerjasama dengan gelandang asal Korea Selatan, Hong Soon-Hak. Ada banyak kesan dengan Soon-Hak selain gol tendangan bebasnya ketika melawan Mitra Kukar.

Soon-Hak didatangkan Persija jelang bergulirnya Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu. Sebelumnya ia bermain di klub Goyang Zaciro setelah malang melintang di divisi teratas bersama Suwon Samsung Bluewings dan Daegu FC. Ia juga sempat mencicipi satu musim di Bundesliga Austria bersama Grazer AK. Soon-Hak memperkuat Suwon sejak 2008-2015. Soon-Hak juga termasuk skuat Suwon yang memenangi K-League 2008, serta FA Cup 2009 dan 2010. Soon-Hak juga mengemas satu penampilan bersama timnas Korea Selatan.

Singkatnya, Soon-Hak datang ke Persija sebagai pemain berpengalaman. Saat itu ia berusia 35 tahun. Soon-Hak tergolong pemain senior, bersama dengan Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas. Meski sudah sarat pengalaman di salah satu liga terbaik Asia, Soon-Hak tidak serta merta arogan dan menjaga jarak dengan pemain lain. Malah sebaliknya, ia sangat dekat dengan pemain lainnya. Terutama kepada pemain muda.

Soon-Hak bisa dibilang sangat akrab kepada para pemain muda seperti Umai, Sutanto, Vava, dan lainnya. Kapasitasnya sebagai pemain berpengalaman menjadikan ia panutan. Tak hanya di dalam lapangan, tapi juga di luarnya. Tak heran banyak yang merasa kehilangan.

Di kalangan The Jakmania, Soon-Hak pun dikenal sebagai sosok yang ramah. Sekali lagi, meskipun ia pemain berpengalaman, tak sedikitpun ia arogan kepada suporter. Setiap kali ia diganti dalam suatu pertandingan, Soon-Hak selalu membungkukkan badan ke arah suporter sebagai bentuk penghormatan.

Banyak juga cerita menyenangkan semisal ketika Soon-Hak meminjam vespa salah seorang The Jak untuk berkeliling tempat latihan. Ia juga pemain terakhir yang tetap memberikan applaus kepada The Jakmania seusai pertandingan melawan Persib di Solo. Juga cerita bagaimana ramahnya ia kepada anak-anak yang menyaksikan ujicoba Persija melawan Persikad.

Di dalam lapangan, Soon-Hak dikenal sebagai pemain dengan determinasi dan etos kerja luar biasa. Ia juga piawai bermain di berbagai posisi, seperti gelandang bertahan, gelandang serang, bahkan pernah dipercaya sebagai bek tengah. Di ajang TSC, ia total bermain selama 2311 menit. Ketika dilatih Camargo, Soon-Hak sering diberi kebebasan sebagai pemain box-to-box sehingga daya jelajahnya tinggi. Sedangkan pada era Coach Mamak, ia lebih difokuskan menjaga kedalaman sebagai deep playmaker dalam sistem double pivot.

Musim yang dilalui oleh Soon-Hak memang tak sepenuhnya menyenangkan. Persija terjerembab di posisi 14 klasemen akhir. Soon-Hak juga tidak lama merasakan atmosfir Jakmania karena Persija harus berkandang di Solo. Soon-Hak juga tidak setampan Soong Joong-Ki, Seo Kang-Joon atau yang lainnya. Sebagai pemain ia mungkin tidak memberikan prestasi yang mencolok. Akan tetapi sebagai manusia ia telah meninggalkan kesan yang mendalam di hati kita semua. Kamsahamnida, Soon-Hak!

 

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
55 views

1 Response

  1. Pingback : Benarkah Soon Hak Hengkang karena Regulasi Pembatasan Usia? – Sepakbola Jakarta

Leave a Reply