Cerita Fiksi (Edisi 1): Untukmu Persijaku

 

Siang itu aku terbangun pukul sebelas, berdampingan dengan hamparan buku-buku yang tadi malam baru saja kubaca. Terlihat di kalender bahwa hari ini tanggal nya terceklis Merah, Yang artinya, hari ini Klub sepakbola yang paling kucintai, Persija Jakarta, berlaga. Biarpun hari ini masih jadwalnya Ujian tengah semester, aku harus datang ke stadion hari ini.

Aku bergegas rapih-rapih kemudian berangkat ke sekolah, di perjalanan, aku ditemani oleh dua lembar roti bakar buatan ibuku.

Sesampainya di sekolah, Ujian pun Dimulai, Jadwal hari itu adalah geografi, sosiologi, sejarah dan ekonomi, tak ambil pusing, aku mengisi soal sebisaku sesuai dengan apa yang kubaca semalam.

Jam menunjukan pukul dua, artinya, Bel istirahat pertama akan dibunyikan. Kertas berisi jawaban ujian pun ku kumpulkan, dan terbesit siasat di kepalaku, bagaimana caranya agar aku bisa pulang lebih cepat, karena jarak stadion dari rumahku cukup jauh.

Akupun coba meminta soal ujian ketiga dan keempat untuk di kerjakan lebih dahulu, agak sulit menghadapi sang panitia ujian, perlu sedikit debat dan alasan yang kongkrit.

Setelah beradu kata-kata dengan sang panitia, akhirnya soal pun di berikan padaku, namun dengan satu syarat, aku harus mengerjakannya di ruang  guru. Aku mengerjakan soal-soal ujian ini di ruang guru, terasa canggung, apalagi, Mata pelajaran ekonomi itu bukan keahlianku. “mendingan dah, bisa pulang duluan, terus kita nyusulin Persija dah hehehe” Ucapku dalam hati sambil melihat isi soal.

Setelah Berselang beberapa jam, akhirnya ujian hari ini pun terselesaikan, dan jalan pun mulai terbuka untuk mendatangi persija di stadion.

Tanpa basa basi, aku berlari ke rumah untuk mengganti seragam sekolahku dengan atribut kebangaanku, dan disinilah perjalanan yang penuh cerita pun dimulai.

Kala itu, aku menumpangi sebuah angkot dalam perjalanan menuju stadion. Daerah yang kulewati ini terkenal dengan suporter Lainnya yang memiliki hubungan kurang baik dengan The Jakmania, agak takut memang, apalagi, aku hanya sendirian.

Namun, rasa takut itu berusaha kubuang jauh-jauh, yang ada di hatiku saat ini hanyalah ingin cepat sampai ke stadion. Bersyukur, tidak ada kerusuhan apapun selama perjalanan, Dan setelah beberapa menit, akupun sampai di sebuah halte bus, tempat biasa untuk transit dan menaiki bus yang bisa menghantarku ke Stadion.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya datang juga sebuah bus kusam berwarna hijau yang telah terisi banyak penumpang, agak segan sih, Tapi, karena mengejar waktu, Mau tak mau aku harus ikut berdempet-dempetan dengan penumpang lainnya.

Tunggu lanjutan cerita fiksi edisi kedua dalam artikel untukmu Persijaku.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
186 views

4 Responses

  1. Ebul

    Bro mau Tanya itu maksud Dari tanggal yang berceklis merah..
    Hari libur kah atau gmana ya??
    Maaf sekdar Tanya..
    Terima kasih

    1. Ikhsan Farid

      emang gitu mas, jadi ceritanya kalau persija berlaga, tanggalnya di ceklis warna merah (ditandai) @Ebul

Leave a Reply