Bukan Lagi Tentang Sepakbola

Menjadi menyebalkan ketika sesuatu yang telah dinanti harus kembali pergi. Menjadi menyebalkan ketika kerinduan yang belum terbayar tuntas namun sudah harus kembali berjumpa penantian entah sampai kapan.

Secara resmi PSSI telah berkirim surat kepada PT Liga Indonesia Baru pada 18 Maret 2020 terkait penghentian kompetisi. Surat ini juga ditembuskan ke Menpora, Ketua Umum KONI, dan para klub peserta Shopee Liga 1 dan Liga 2.

Setidaknya sepakbola akan terhenti hingga akhir Mei nanti. Bahkan tidak menutup kemungkinan, musim ini tidak akan dijanjutkan kembali.

Awalnya tentu keputusan PSSI terasa berat diterima. Setelah sekian lama libur, sepakbola baru saja bergulir. Tribun-tribun baru saja mulai dipenuhi kembali untuk mulai melepas rindu dan menyongsong musim serta harapan baru. Sayangnya baru dipekan ketiga, sepakbola harus mati suri.

Tentu saja kerinduan itu belum terbayarkan. Tentu saja harapan kembali tersamarkan. Terlebih untuk publik sepakbola Jakarta, secara resmi mereka baru bisa sekali menyaksikan Macan Kemayoran berlaga. Karena satu pertandingan yang telah dijadwalkan harus tertunda. Sedangkan satu pertandingan lain harus dimainkan tanpa kehadiran mereka.

Padahal bila boleh jujur, Persija saat ini adalah tim juara. Menutup musim ini dengan satu tambahan gelar sudah terbayang indahnya. Tetapi semua berganti dengan ingatan buruk beberapa musim kebelakang. Situasinya nyaris sama. Tim bertabur bintang, namun kompetisi harus dihentikan.

Yang membedakan, musim ini bukan lagi tentang sepakbola. Alasan menghentikan sepakbola rasanya adalah yang terbaik untuk semua. Serangan Covid-19 yang begitu menakutkan menjadi alasan.

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit serius, seperti MERS dan SARS.

Sedangkan Covid-19 sendiri merupakan penyakit yang disebabkan coronavirus jenis baru yang pertama kali ditemukan pada manusia di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019. Coronavirus jenis baru ini diberi nama SARS-CoV2 oleh para ahli. Covid-19 adalah nama penyakit yang diebabkan virus SARS-CoV2, yang merupakan singkatan dari Corona Virus Desease 2019. Ingat, Covid-19 itu bukan nama virus, ya.

Sejauh ini Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 780 ribu dan menewaskan lebih dari 37 ribu penghuni bumi. Sedangkan di Indonesia, setidaknya 122 orang kehilangan nyawa dan pada saat yang sama menjangkiti lebih dari 1400 orang. Menjadi lebih bahaya ketika virus jenis baru ini begitu cepat penyebarannya serta belum ditemukan penangkalnya. Gejalanya pun bisa dikatakan sulit dikenali karena tidak jauh berbeda dari flu biasa. Demam lebih dari 38°C, batuk kering, serta sesak nafas.

Satu-satunya yang bisa diupayakan sekarang adalah memutus rantai penyebaran. Jaga diri kita, serta orang-orang di sekitar kita.

Rajin-rajin cuci tangan dengan sabun, seperti para pejabat, bisa jadi cara pertama. Ketika batuk atau bersin jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan siku. Menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala Covid-19, menghindari kerumunan, adalah yang harus dilakukan kemudian.

Sebagai elemen besar di Jakarta supporter Persija bisa melakukan banyak hal untuk menyelamatkan kota. Berdiam diri di rumahpun menjadi sesuatu yang sangat berarti. Untuk kalian yang memang bisa melakukan segala aktifitas dari rumah, tolong lakukan saja di rumah. Tapi tolong juga pastikan orang-orang di sekitar kita cukup persedian makanan.

Namun bila ada hal lebih besar yang bisa kita lakukan tanpa mengabaikan kesehatan diri kita dan orang-orang sekitar, maka lakukan.

Sampai jumpa di tribun ketika semua telah lebih baik. Biarkan saja Jakarta beristirahat sejenak sebelum kembali bergeliat.

Doa kita tentu sama, situasi tidak menyenangkan ini segera berakhir dan datang dunia baru yang lebih baik.

 

Foto dari : VIVA

Share post :

Leave a Reply