Bhayangkara 2-2 Persija: Perubahan Strategi Farias Kembali Selamatkan Persija

Persija dan Bhayangkara harus puas berbagi satu angka di matchday 3 Liga 1 2020. Bertanding di bawah guyuran hujan di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Persija sempat kesulitan di babak pertama sebelum perubahan taktik di tengah pertandingan membuat mereka tampil lebih baik di babak kedua. Gol kontroversial Ezechiel N’Douassel selamatkan Bhayangkara dari kekalahan.

Line-up

Persija tampil dengan kekuatan penuh dalam formasi 4-3-3. Sergio Farias hanya melakukan dua perubahan dari sebelas awal di pekan pertama, dengan dua eks Bhayangkara, Evan Dimas dan Otavio Dutra tampil sejak menit awal. Andritany sebagai kapten dan penjaga gawang. Empat pemain belakang dari kanan ke kiri: Marco Motta, Ryuji Utomo, Dutra, dan Rezaldi Hehanusa. Evan menempati posisi no. 6 di belakang Rohit Chand dan Marc Klok. Riko Simanjuntak, Marko Simic, dan Osvaldo Haay memimpin lini serang Persija.

Bhayangkara, yang bertindak sebagai tuan rumah, mengincar kemenangan perdananya di liga musim ini setelah dua pertandingan sebelumnya selalu bermain imbang. Paul Munster dengan pola 4-2-3-1 kembali melakukan perubahan di lini tengah, dengan Adam Alis tampil dari menit awal untuk kali pertama. Awan Seto menjadi pilihan utama di bawah mistar. Putu Gede kembali menjadi pilihan utama di sisi kanan, dengan kapten tim Ruben Sanadi di sisi kiri. Duet bek tengah diisi Ahmad Jufriyanto dan Lee Won-Jae. Guy Herve dan T.M. Ichsan berduet sebagai double pivot. Saddil Ramdani dan Adam mengisi posisi sayap. Renan Silva di posisi no. 10 di belakang Ezechiel yang menjadi striker tunggal.

Babak Pertama: Konektivitas Buruk, Persija Kesulitan Alirkan Bola

Di babak pertama, terlihat adanya strategi yang cukup kontras antara kedua tim dalam membangun serangan. Persija cenderung membangun serangan secara konstruktif dari bawah, sementara Bhayangkara banyak mengandalkan umpan-umpan panjang langsung ke lini depan.

Persija membangun serangan dimulai dari kiper dan dua bek tengah. Kedua fullback bermain melebar dan mengokupasi dua koridor terluar. Tiga gelandang masing-masing memberi opsi di area tengah dan masing-masing half-space. Selanjutnya, tiga pemain depan utamanya akan turun ke ruang antarlini untuk menyediakan opsi progresi serangan.

Bhayangkara sendiri bertahan dengan blok 4-4-2 menengah dan rendah. Dua pivot, Herve dan Ichsan akan memberikan penjagaan man-to-man kepada dua gelandang no. 8 Persija, Klok dan Rohit. Sementara Renan dan Ezechiel akan memotong jalur umpan ke Evan. Meski demikian, Renan dan Ezechiel tidak melakukan tekanan yang intens dan cenderung pasif, bahkan dalam beberapa kesempatan tidak melakukan pressing (tidak berada dalam blok, sehingga Bhayangkara hanya mengandalkan 8 pemain outfield dalam blok 4-4-0).

Build-up Persija di Babak Pertama

Persija sendiri mengalami kesulitan dalam melakukan progresi serangan karena konektivitas yang buruk. Ketiga gelandang Persija kerap meminta bola di depan blok pertahanan lawan. Begitu juga dengan ketiga penyerang Persija yang kerap turun ke ruang antarlini tanpa memperhatikan aspek kedalaman, baik secara vertikal maupun horizontal. Kombinasi tersebut membuat aliran bola Persija hanya bersirkulasi di area bawah saja tanpa adanya progresi ke lini depan. Lawan juga menjadi leluasa dalam melakukan tekanan ke depan, karena tidak ada pemain Persija yang berpotensi mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan. 

Gelandang Persija Nyaris Selalu Meminta Bola di Depan Blok Lawan

Dalam mengatasi situasi tersebut, Persija (terutama melalui Motta) kerap melakukan early cross dari lini belakang langsung ke kotak penalti. Tujuannya adalah sesegera mungkin mengakses Simic dan kemudian menciptakan peluang. Sayangnya, hal ini kurang efektif karena lini belakang Bhayangkara cenderung siap dalam mengantisipasi hal tersebut.

Persija justru mendapat progresi yang baik melalui area sayap. Ketika mengalirkan bola ke sayap, ada celah yang terbuka di area half-space. Hal tersebut dikarenakan fullback Bhayangkara akan melakukan pressing kepada winger Persija. Di sisi lain, bek tengah akan berfokus kepada Simic di kotak penalti, sementara double pivot Bhayangkara cenderung terlambat menutup ruang. Melalui underlap Klok dan Rohit (masing-masing mendapatkan satu momen serupa di babak pertama), Persija dapat melakukan progresi ke sepertiga akhir.

Situasi Underlap dari Gelandang Untuk Progresi ke Sepertiga Akhir

Di sisi lain, Bhayangkara mendapatkan banyak peluang lewat bola-bola panjang kepada Ezechiel. Menjadi tujuan utama dari build-up timnya, Ezechiel tidak bergerak statis. Beberapa kali striker asal Chad tersebut berpindah ke sayap, melakukan dummy, dan diagonal run untuk mengacaukan struktur backline Persija sekaligus menciptakan ruang bagi rekannya. 

Pergerakan Ezechiel Mengacaukan Backline Persija

Di samping itu, serangan Bhayangkara didukung dengan mekanisme yang kompak. Ketika Ezechiel melebar, misalnya, Renan maupun pemain lainnya tetap mengisi posisi Ezechiel sehingga menyulitkan bek Persija melakukan tekanan.

Babak Kedua: Perubahan Taktik Nyaris Menangkan Persija

Tertinggal 0-1 di babak pertama, Farias bereaksi cepat dengan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 di babak kedua. Klok ditarik keluar digantikan oleh Novri Setiawan yang kemudian mengisi pos sayap kiri. Osvaldo kemudian digeser menjadi pemain no.10 di belakang striker. Evan dan Rohit berperan sebagai double pivot.

Adanya pemain yang secara natural mengisi posisi no.10 membuat konektivitas serangan Persija menjadi lebih baik. Osvaldo mampu menjadi konektor antara lini tengah dengan lini depan dengan memberikan opsi di ruang antarlini Bhayangkara. 

Pemosisian top skor SEA Games 2019 tersebut juga membuat Herve dan Ichsan tidak leluasa melakukan pressing. Hal tersebut membuat Evan dan Rohit kerap bebas dan aman dalam mengalirkan bola, apalagi ditambah dengan kontribusi defensif Ezechiel dan Renan yang minim. Sirkulasi bola Persija tetap aman di bawah dan mendapatkan opsi untuk melakukan progresi di area yang lebih tinggi. Hal ini yang tidak terlihat di babak pertama. Perubahan formasi di babak kedua turut berperan terhadap aspek tersebut.

Peran Osvaldo juga terlihat dalam gol kedua Persija yang dicetak Evan. Pemosisian Osvaldo di antarlini memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Herve, yang terburu-buru melakukan pressing kepada Rohit. Osvaldo kemudian dapat mengakses Motta di posisi yang ideal untuk melakukan umpan silang. Berawal dari umpan silang Motta, Evan mencetak gol kedua Persija malam itu memanfaatkan second ball dari sapuan pemain belakang Bhayangkara.

Pemosisian Osvaldo sebelum Gol Kedua

Meski demikian, masih ada isu yang muncul dari perubahan formasi tersebut. Kerap kali terdapat momen di mana winger yang bermain lebih ke dalam berada dalam satu koridor vertikal yang sama dengan pemain no.10. Hal tersebut mengakibatkan adanya struktur yang kurang ideal karena terlalu banyak pemain mengisi area yang sama.

Persija cenderung menguasai penguasaan bola pada babak kedua. Sayangnya, Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Ezechiel memanfaatkan tendangan bebas Renan. Meski posisi Ezechiel terlihat offside dalam tayangan ulang, namun tendangan bebas tersebut berawal dari ketidaksiapan Persija dalam memproteksi pertahanannya sehingga pemain belakang harus melakukan pelanggaran terhadap lawan di area berbahaya.

Kesimpulan

Dua pertandingan awal Farias berhasil dilalui tanpa kekalahan. Empat poin dari masing-masing satu pertandingan kandang dan tandang mengawali kampanye Persija yang ditarget juara. Perubahan strategi yang dilakukan oleh Farias di tengah laga selama dua kali berturut-turut menunjukkan bahwa ia pelatih yang tidak segan menyesuaikan taktiknya dengan dinamika pertandingan. Poin positifnya adalah dari dua pertandingan tersebut perubahan yang dilakukan jitu karena memberikan hasil positif bagi permainan tim. Satu hal lain yang harus dibenahi adalah mekanisme pertahanan Persija, yang sudah kebobolan 4 dari 2 pertandingan. Persija harus bisa meminimalisir penetrasi lawan ke area pertahanan, terutama apabila lawan memiliki kualitas penyerang yang baik.

 

Foto Sampul: Republika
Share post :

Leave a Reply