Berbenah Dulu, Baru Juara

Seorang kawan pernah berkata kepada saya, jangan berharap terlalu banyak kepada sesuatu yang anda sudah tahu tak akan mampu berbuat banyak. Karena akan menyakitkan jika harapan kita tidak tercapai. Dan, lagi pula, bodoh sekali kita bila mengharapkan kambing untuk terbang, sementara kita sudah tahu jika kambing tidak bisa terbang. Berharaplah dengan realistis, agar tak terlalu sakit bila tak tercapai. Berharaplah agar kambing bisa berlari sangat kencang dan bisa mengalahkan burung yang terbang.

Sikap yang sama juga harus kita terapkan dalam memberi pengharapan kepada klub kebanggaan kita. Sebelum kita memberi pengharapan kepada klub, kita harus mengetahui lebih dahulu kualitas klub kita. Supaya kita dapat memberi pengaharapan yang sesuai untuk klub kita, kita harus mengetahui kualitas klub kita lebih dalam. Nah, dalam tulisan ini mari kita lihat kualitas klub kita lebih dalam.

Untuk menjadi sebuah klub hebat, Klub kebanggaan kita, Persija Jakarta harus lah menjadi klub profesional terlebih dahulu. Untuk menjadi klub yang professional, ada 5 aspek yang harus dipenuhi oleh setiap klub. 5 aspek itu adalah: legalitas, finansial, infrastruktur, sporting, dan personel &  adiministrasi.

Mari kita bahas satu per satu apa yang dimaksud dengan 5 hal di atas, dan apakah Persija sudah memenuhi semua nya.

Pertama, legalitas. Dalam aspek yang pertama ini, klub kebanggaan kita tak ada masalah. Legalitas Persija sudah terdaftar di kemenkumham dan juga sudah berbadan hukum, yaitu PT. Persija Jaya Jakarta. Masalah sempat menerpa ketika terjadi dualisme kepengurusan dan dualisme tim pada tahun 2012, tetapi berkat kekompakan dan kesetiaan the jakmania, masalah dualisme cepat teratasi, dan tidak meninggalkan masalah sampai sekarang.

Kedua, finansial. Dalam hal ini, Persija dari tahun ke tahun tak melakukan perubahan sedikit pun. Finansial dalam aspek ini adalah klub harus memiliki rancangan anggaran belanja, rancangan anggaran pendapatan, audit yang dilakukan oleh pihak eksternal. Jadi, dalam aspek finansial ini, klub bukan hanya dituntut untuk memiliki uang yang berlimpah. Tetapi klub juga dituntut untuk melaporkan sumber keuangan yang jelas, perencanaan pemakaian uang yang didapat, serta pemakaian nya pun harus diawasi pihak eksternal. Dalam aspek kedua ini, Persija gagal untuk memenuhi nya.

Ketiga, infrastruktur. Seperti yang kita tahu, Persija sangat lekat dengn julukan tim musafir. Tim yang tak memilik stadion tetap untuk menjalankan partai kandang nya. Masalah ini pun sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dan sampai sekarang pun penyelesaian nya belum ada dari pihak manajemen. Dalam hal infrastruktur ini, klub tidak hanya dituntut untuk memilik stadion tetap, tetapi klub juga dituntut untuk memilik tempat latihan tetap. Persija pun tidak memiliki tempat latihan tetap. Untuk aspek ketiga ini, Persija juga gagal memenuhi nya.

Keempat, sporting. Hal yang dimaksud dalam aspek sporting ini adalah pembinaan usia muda yang terstruktur dengan baik. Atau dengan kata lain memiliki tim junior kelompok usia, dan juga memiliki akademi yang dilatih oleh pelatih berlisensi pelatih usia muda. Sejauh ini, Persija hanya memiliki tim junior kelompok usia di bawah 21 tahun dan di bawah 18 tahun. Persija juga tidak memiliki akademi yang dilatih pelatih berlisensi pelatih usia muda. Dan lagi-lagi, dalam aspek ini Persija gagal memenuhi nya.

Kelima, personel dan administrasi. Dalam aspek ini, Persija sudah bisa memenuhi hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi professional. Karena saat ini Persija sudah mempekerjakan karyawan yang dikontrak secara professional, punya kantor, dan juga dilatih oleh pelatih berlisensi minimal AFC A.

Dari 5 aspek yang dibutuhkan untuk menjadi klub professional, Persija hanya memenuhi 2 aspek. Sebuah pekerjaan rumah yang berat untuk manajemen jika ingin menjadi klub hebat dan professional.

Dan sekarang, anda, para pembaca. Sudah mengetahui kualitas dari klub kebanggaan the jakmania dari sisi professionalisme. Jadi, harus sebesar apa kita berharap pada tim buruk rupa yang amat kita cintai ini?

Saran saya, berharaplah supaya tim kita ini bisa survive terlebih dahulu di liga musim depan, ya setidak nya masuk 5 besar liga dari 18 peserta menurut saya bukanlah pencapaian buruk untuk tim musafir yang jauh dari rumah dan orang-orang yang mencintai nya, sambil berharap jajaran manajemen mengerjakan pekerjaan rumah nya.

Dan kita sebagai pendukung juga harus ikut membantu klub kebanggaan kita untuk meraih predikat profesional dengan tidak bersikap bar-bar saat mendukung kebanggaan langsung di stadion, membeli jersey asli klub, memberikan sebagian profit yang kita dapatkan saat berjualan merchandise dengan memakai nama Persija, dan juga yang tak kalah penting, bersikap baik dimanapun kita, di dunia maya ataupun dunia nyata. Karena kita sebagai supporter merupakan bagian dari klub kebanggaan kita. Jika supporter nya buruk, maka citra klub nya pun akan buruk di mata dunia.

 

*) Tulisan ini pernah terbit sebelumnya pada Desember 2016 di laman Persija Stats

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
118 views

1 Response

  1. Awr

    Paragraf terakhir masalah suporter menurut saya kurang relevan, karna banyak klub diluar sana yang maju walau suporternya bar-bar

Leave a Reply