Benci dan Cinta

Terdapat pembatas yang sangat tipis antara benci dan cinta.

Ketika Kita membenci  suatu hal, hal tersebut akan selalu membayangi pikiran Kita. Terus membayangi dalam segala hal yang Kita lakukan.

Ketika Kita membenci suatu hal, Kita akan terus membicarakannya dalam setiap kesempatan, membahasnya dengan siapa saja.

Begitu pun ketika Kita mencintai suatu hal. Kita akan terus terbayangi oleh hal tersebut, dan sudah pasti Kita akan terus membahasnya kepada siapa pun yang berhubungan dengan Kita.

Seperti itulah Kita. Kebencian Kita kepada suatu kelompok sepertinya sudah semakin mendekati rasa cinta. Bagaimana tidak, dalam setiap kesempatan Kita selalu menyebut nama kelompok yang Kita benci itu.

Ketika Kita bernyanyi untuk kebanggaan Kita, Kita tak pernah lupa untuk menyelipkan nama kelompok yang paling Kita benci itu.

Pada pakaian-pakaian dan atribut-atribut lain yang dikenakan pun juga terdapat lambang-lambang yang berhubungan dengan kelompok yang sangat Kita benci itu.

Sampai tahap ini, Saya, sebagai bagian dari keluarga besar ini pun bingung.

Katanya benci, tapi kok selalu menyebut nama kelompok yang sangat Kita benci itu dalam setiap kesempatan.

Katanya benci, tapi kok lambang-lambang yang berhubungan dengan kelompok yang sangat Kita benci itu terdapat di berbagai macam atribut yang Kita kenakan ketika mendukung kebanggaan.

Aneh. Sudah seperti orang yang sedang kasmaran saja Kita ini.

Bukannya sok bijak atau sok menggurui.

Tapi, bukankah lebih baik jika energi yang Kita gunakan ketika Kita menyebut-nyebut nama kelompok yang Kita benci itu, Kita gunakan untuk mendukung kebanggaan Kita sendiri?

Bukankah lebih baik jika seluruh atribut yang Kita kenakan itu hanya ada lambing-lambang yang berhubungan denga kebanggaan Kita sendiri?

Lagi pula, jauh lebih nikmat rasanya, jauh lebih terhormat, jauh lebih membanggakan, ketika Kita membuktikan kepada khalayak bahwa Kita dan kebanggaan Kita jauh lebih baik dari kelompok yang Kita benci tersebut.

Sudah pasti, jika Kita lebih berprestasi daripada kelompok yang Kita benci (dan juga membenci Kita) itu akan jauh lebih menyakiti mereka dari pada hanya mengumpat dan melakukan kekerasan fisik kepada mereka.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
100 views

Leave a Reply