BENARKAH PERSIJA TIDAK MEMILIKI PLAYMAKER?

Semenjak kepergian Stefano Lilipaly dari Persija, Persija dinilai tidak lagi memiliki seorang playmaker  yang mumpuni di dalam tim. Tidak adanya sosok seorang playmaker selalu menjadi kambing hitam dalam setiap kegagalan Persija bersaing dalam kompetisi yang diikuti.

Lalu, sebenarnya, apa atau siapa itu playmaker?

Menurut Jonathan Wilson, seorang kolomnis theguardian, playmaker adalah seorang kreator, bukan pencetak gol. Yang bisa bermain di sisi dalam lapangan permainan atau bahkan sebagai second striker. Semenjak piala dunia 2010, penggunaan seorang playmaker kembali marak digunakan, ini disebabkan oleh penggunaan formasi 4-2-3-1 yang sering digunakan oleh tim-tim peserta piala dunia 2010. Karena tidak mungkin formasi 4-2-3-1 berjalan sukses tanpa ada seeorang kreator di tiga gelandang di belakang striker.

Masih menurut Jonathan Wilson, seiring berjalannya waktu, makin sulit mendefinisikan apa, siapa, atau bagaimana peran sebenarnya dari seorang playmaker pada masa kini. Tetapi, menurut sepakbola Argentina, seorang playmaker adalah pemain nomor sepuluh, pemain yang bermain di belakang dua striker dalam formasi 4-3-1-2.

Tetapi, jika kita melihat ke belahan dunia lain, ke Kroasia, definisi seorang playmaker kembali berbeda. Luca Modric yang berposisiagak ke dalam didefinisikan sebagai playmaker dalam sepakbola Kroasia. Pada saat Luca Modric bermain di Dinamo Zagreb, Modric memang bermain di belakang dua orang striker dalam formasi 4-3-1-2, tetapi ketika berpindah ke Tottenham Hotspurs, Modric bermain di gelandang tengah dalam formasi 4-4-2, dan bahkan terkadang dia bermain di sebelah kiri dalam formasi 4-4-2. Posisi seperti itu terus diperankan oleh Modric ketika dia berpindah ke Real Madrid, dia memerankan peran lebih ke dalam lagi saat era Ancelotti, sebagai double pivot bersama Xabi Alonso dalam formasi 4-2-3-1. Ketika era Zinedine Zidane, posisi Modric dalam fomasi 4-3-3 yang digunakan Zidane, tetaplah central dalam tiga gelandang sejajar.

Selain pemain-pemain yang berkarakter menyerang, seorang playmaker bisa juga seorang pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Sebagai contoh, Franco Baresi yang merupakan seorang bek yang tangguh pada masanya. Posisinya biasa disebut sebagai libero dalam bahasa Italia, atau sweeper dalam bahasa Inggris. Contoh lain seorang bek yang bisa dibilang juga seorang playmaker adalah Franz Beckenbauer, Ronald Koeman, Gaetano Scirea, atau para pemain masa kini yang tidak asing bagi kita, yaitu David Luiz, Leonardo Bonucci, Chiellini, dan masih banyak lagi.

Tak hanya seorang bek yang bisa dibilang seorang playmaker, bahkan seorang kiper pun bisa dibilang seorang playmaker. Sebut saja Manuel Neuer, Fabien Barthez, dan Claudio Bravo. Kiper-kiper ini biasa disebut sweeper-keeper.

Contoh-contoh paragraf atas menunjukkan bahwa seorang playmaker merupakan seorang pemain yang merupakan pusat dalam skema permainan sebuah tim. Tidak peduli posisi bermain seorang pemain itu di mana, asal seorang pemain tersebut memiliki kemampuan olah bola yang mumpuni, visi bermain yang baik, kemampuan mengumpan bola yang baik, kemampuan membaca permainan yang baik, kemampuan untuk memposisikan diri yang baik saat menerima bola dan memberikan bola kepada pemain lain, pemain tiu bisa dikategorikan seorang playmaker.

Kuncinya adalah, skema permainan yang diterapkan oleh sang peatih, layaknya Modric yang bisa berperan sebagai playmaker di mana pun posisinya bermain, asalkan skema sang pelatih mengakomodir kemampuan sang pemain, maka pemain tersebut bisa saja berperan sebagai playmaker.

Kembali ke judul tulisan ini, benarkah Persija tidak memiliki playmaker saat ini?

Jawabannya, punya. Namanya adalah, Ismed Sofyan. Berposisi sebagai bek kanan tak menghalangi pemain yang akrab disapa Bang Haji ini menjadi playmaker di era Coach Teco. Skema permainan yang dimainkan oleh Teco benar-benar mengakomodir Ismed Sofyan untuk menjadi seorang playmaker pada gelaran Liga Indonesia musim 2017 ini. Dilihat dari permainan Persija sejak melawan Persiba pada pekan pertama liga, skema serangan Persija selalu diawali dari operan pendek Andritany kepada Pacheco, lalu ke Ismed, lalu dari Ismed bola bisa dialirkan secara vertikal atau horizontal, atau bahkan digiring sendiri ke wilayah pertahanan lawan untuk memberikan crossing ke dalam kotak penalti. Tak hanya aliran bola dari Pacheco saja, Ismed juga sering kali memenangkan bola di wilayahnya untuk kemudian menjadikannya sebuah serangan.

Infografis Statistik Ismed Sofyan

Tentu saja Ismed memiliki atribut-atribut yang dibutuhkan seorang pemain untuk menjadi playmaker. Memang Ismed bukanlah pemain yang mahir menggiring bola dengan melewati dua sampai tiga pemain, tetapi Ismed tahu kapan harus menahan bola dan kapan harus melepaskan bola. Dan juga, umpan-umpan akurat sudah menjadi trademark seorang Ismed Sofyan, terbukti sampai pekan ke sebelas, Ismed merupakan pemberi assist paling banyak untuk Persija dengan dua assist. Selain itu, Ismed bersama Maman dan Andritany merupakan pemain yang paling banyak bermain pada liga musim ini. Mereka bertiga bermain dalam semua partai Persija sebanyak sebelas partai.

Jika diingat-ingat, Ismed Sofyan pernah memainkan peran deep-lying playmaker saat era pelatih Rahmad Darmawan. Saat itu posisi bek kanan ditempati Syaiful Indra Cahya, Ismed bermain di depan empat bek sejajar, dan Ismed memainkan perannya dengan sangat baik saat itu.

Jadi, selama ini, Persija bukan tak memiliki playmaker, tetapi Persija belum menemukan skema permainan yang cocok untuk ketersediaan pemain.

Yang seharusnya jadi concern  tim pelatih adalah variasi taktik yang dimiliki oleh Coach Teco. Sejauh sebelas pertandingan yang telah dijalani Persija, skema permainan memang sudah berjalan baik, kegagalan meraih kemenangan pada awal-awal pekan lebih disebabkan pemain yang belum bisa menjalankan skema yang diterapkan. Menjalankan skema yang sama selama berpekan-pekan membuat permainan Persija akan mudah terbaca oleh tim lawan. Masalahnya, skema permainan yang dijalankan sekarang memang hanya dibuat untuk materi pemain yang seperti sekarang ini, jika ingin membuat variasi skema permainan, Persija harus menambah pemain baru di beberapa posisi.

Siapa pemain itu hanya tim pelatih yang tahu, karena tim pelatih yang memutuskan skema permainan apa yang akan dimainkan Persija nantinya.

Mulai sekarang, berhentilah mengatakan bahwa Persija tidak memiliki playmaker, karena keberadaan seorang playmaker sangat ditentukan oleh skema permainan yang diterapkan oleh tim pelatih.

Jadi, jawaban atas judul tulisan ini adalah, salah.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
104 views

Leave a Reply