Believe In Twelve: Tentang Harapan dan Semangat Juang yang Harus Tetap Dijaga

Oleh: Ata Fudholi,

Di tengah situasi pandemi virus korona seperti sekarang ini, liga-liga sepakbola di seluruh dunia, termasuk liga Indonesia, terpaksa harus dihentikan. Per hari Minggu, 22 Maret 2020, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi membuat sebuah keputusan untuk menghentikan kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020.  Sebuah keputusan yang tepat, bagi saya, karena keputusan itu didasari demi kemanusiaan dan keselamatan untuk banyak orang.

Bicara tentang liga sepakbola Indonesia yang sedang berhenti, saya kembali teringat dengan tagline yang ‘habis-habisan’ digaungkan oleh tim sepakbola kesayangan saya, Persija Jakarta. Sebelum kompetisi liga bergulir, tagline ini sudah ramai membanjiri media sosial. Tagline itu bertuliskan: Believe In Twelve.

Believe In Twelve mempunyai arti bahwa Persija berharap dan percaya pada musim ini, Persija akan berupaya untuk meraih kesuksesan dan mengembalikan trofi liga ke Jakarta. Persija Jakarta percaya kepada pemain ke-12 yaitu Jakmania yang selalu mendukung setiap Persija berlaga dapat membantu meraih gelar ke-12 tahun ini.

Keseriusan untuk mengabulkan harapan Believe In Twelve itu dibuktikan oleh manajemen Persija dengan mendatangkan pelatih baru yang sarat pengalaman. Tak hanya itu, Persija juga mendatangkan para pemain bintang berlabel tim nasional (Timnas) di dalam tubuh tim.  Dengan mempunyai modal pelatih yang sarat pengalaman dan mempunyai sejumlah pemain bintang berlabel timnas, kemungkinan untuk Persija bisa mengabulkan harapannya itu, akan terasa sedikit lebih nyata.

Sedikit kilas balik, pada awal musim kompetesi Liga dimulai, dari dua pertandingan terakhir yang dilakoni Persija menghasilkan satu kemenangan dan satu hasil seri. Hingga sampai kompetisi liga resmi dihentikan, Persija menempati posisi ke-sembilan dari delapan belas tim di klasemen liga. Hasil yang tidak terlalu baik.

***

Bagaimana jika kita melihat keadaan dan situasi sekarang? Apakah harapan dan kepercayaan Persija itu akan tetap “menggebu” seiring berhentinya liga? Mungkin jawaban nya adalah, sesuai judul yang saya tulis diatas, bahwa harapan dan semangat juang Believe In Twelve haruslah tetap dijaga.

Harapan itu harus tetap dijaga, tak hanya oleh pemain, pelatih, tim ofisial dan manajemen. Harapan ini juga harus bisa sama-sama dijaga oleh para suporter pendukung Persija Jakarta, The Jakmania. Karena sinergitas dari semua lini didalam dan diluar tim. dapat memacu semangat juang yang tinggi bagi tubuh tim Persija.

Jika nantinya keadaan sudah membaik, dan semoga cepat membaik, tim Persija harus cepat-cepat mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan untuk bisa menggapai harapan tersebut. Persija juga harus bersiap untuk segera menancap gas, demi kembali ke jalur yang benar, yaitu jalur kemenangan.

Karena bagi saya, tim sekelas Persija tidak pantas untuk ada di klasemen tengah maupun bawah, dan Believe in twelve bukanlah hanya tagline semata. Karena didalam nya terdapat doa, harapan, dan semangat juang yang harus tetap dijaga.

 

Foto: Goal Indonesia

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
386 views

Leave a Reply