Bambang Pamungkas dan Sepakbola

Saya mengagumi seorang atlet dari bidang sepakbola yang sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Beliau adalah Bambang Pamungkas, pemain penyerang Persija Jakarta dan Tim Nasional Indonesia yang sangat disegani oleh lawan-lawannya.Berikut biografi singkat dari seorang kapten yang biasa dipanggil Bambang atau Bepe ini.

Bambang Pamungkas lahir di sebuah desa kecil yang terletak di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Lebih tepatnya di Getas, Kabupaten Semarang. Beliau lahir pada tanggal 10 Juni 1980.Bepe dilahirkan dari pasangan H. Misranto (ayah) dan Hj. Suriptinah (Ibu), yang juga merupakan anak ke-enam dari tujuh bersaudara.

Sejak masih kecil, Bepe sudah menggemari si kulit bundar ini, penggemar FC Internazionale Milano ini memulai hobinya di Klub SSB Hobby Sepakbola Getas saat ia berusia 8 tahun, kemudian pindah ke SSB Ungaran Serasi, dilanjutkan ke Persada Utama Ungaran hingga ia masuk klub amatir Persikas APACINTI Kab.Semarang dan mulai dilirik oleh klub-klub profesional di Indonesia ketika ia memperkuat Diklat Salatiga. Selama ia berlatih, ia sudah memiliki bakat alami yang cukup bagus, yakni dengan kemampuan tendangan-tendangan kerasnya serta jump header yang mematikan.

Melihat bakatnya yang jarang dimiliki oleh remaja seusianya, Bepe akhirnya dilirik oleh salah satu klub profesional. Akhirnya, pada tahun 1999 atau ketika ia baru berusia 19 tahun resmi mengikat kontrak kerjasama dengan klub besar yang selama ini diimpikannya yaitu Persija Jakarta.

Banyak pemerhati sepakbola ketika itu sudah memprediksi bahwa Bepeakan bersinar di klub kebanggaan The Jakmania ini. Prediksi itu pun benar ketika Bepe kembali ke Persija selama berlatih dengan klub Belanda EHC Hoensbroek Norad Belanda pada tahun 2000 dan berhasil mempersembahkan gelar pertama Liga Indonesia untuk Persija Jakarta, klub yang diperkuatnya belum lebih dari setahun ini.

Sinar dari pengagum Bung Karno ini tidak berhenti pada gelar klub saja.Akan tetapi, Bepe juga berhasil menyabet gelar individu dengan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia serta menjadi pemain terbaik.Di usianya yang masih belia ini, alumni SMU Negeri 1 Salatiga ini berhasil dipanggil BTN untuk bergabung di pelatnas Timnas Indonesia.

Saat ini, beliau sudah mempersunting wanita yang bernama Tribuana Tungga Dewi dan memiliki tiga orang anak perempuan Jane Abel, Syaura Abana, Salsa Alicia. Beliau masih aktif di dunia persepakbolaan tanah air dan masih memperkuat Persija Jakarta dengan torehan gol 161 (sampai Juni 2012), klub yang ia bela di Indonesia selama kurang lebih 12 tahun ini selain klub dari Malaysia Selangor FC dan Pelita Bandung Raya walaupun hanya bermain untuk satu musim. Di usianya yang sudah menginjak angka 36 tahun, beliau masih ingin bermain sepakbola untuk Persija Jakarta yang mungkin sampai ia pensiun nanti. Meskipun karir Bepe untuk memperkuat TimNasional Indonesia sudah usai setelah Bepe menyatakan pensiun pada April 2013, sehingga untuk dapat meraih gelar pertamanya bersama Tim Nasional Indonesia yang merupakan sebuah cita-cita terakhir pun sirna. Namun hal tersebut sungguh merupakan cita-cita yang mulia dan patut kita apresiasi serta kita jadikan teladan dari penulis buku “Ketika Jemariku Menari” dan “Bepe20 PRIDE” ini.

Banyak alasan untuk mengagumi sosok Bepe20 ini, Bepe merupakan pemain yang sangat profesional dalam bekerja, ia sangat berjiwa patriotisme dan loyal, sangat sopan, baik di dalam lapangan hijau maupun di luar lapangan, beliau juga orang yang sangat elegan dan mempunyai kharisma yang tinggi serta bijaksana.

Beliau juga sangat menjunjung sprotifitas dan fair play yang tinggi dalam bermain sepakbola disaat banyak terjadi kerusuhan yang melibatkan pemain.Selain itu, Bepe merupakan seorang yang berjiwa sosial tinggi, dikala banyak publik figur terbuai popularitas, Bepe lebih menikmati sebagai family man dan peduli terhadap masalah-masalah sosial khususnya anak-anak yang hidup dengan AIDS dan kanker.

Sewaktu banyak kejadian supporter bersikap rasis, Bepe berada di garis terdepan untuk berkampanye War Against Racismand kick racism out of football. Ketika banyak pemain, wasit, hingga pengurus klub lebih banyak “manut” dengan PSSI, Bepe adalah pemain yang berani melontarkan kritikan-kritikan pedas yang membangun kepada PSSI.

Keistimewaan lainnya adalah semasa performa tidak dalam kondisi terbaik, Bepe berani menolak panggilan TimNasional yang bukan karena iatidak berjiwa patriotis, tetapi lebih karena merasa ada pemain lain yang performanya lebih bagus daripada dirinya.

Alasan lain Saya mengagumi sosok Bambang Pamungkas adalah beliau merupakan pemain yang sangat cerdas terutama dalam hal menulis, bambangpamungkas20.com adalah salah satu contohnya. Sebuah web pribadi yang sangat baik dan memiliki banyak pelajaran serta pesan moral bagi pembacanya.

Kemudian yang lebih membanggakannya lagi beliau mau turut andil dalam mencerdaskan dan membuat orang untuk rajin membaca dengan diterbitkannya dua buah buku dari webnya sendiri yang hasil dari penjualannya tersebut seratus persen akan disumbangkan ke yayasan syair.org atau Syair Untuk Sahabat Foundation, yakni yayasan yang peduli terhadap anak-anak yang terdampak HIV dan AIDS, serta Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, yayasan yang peduli terhadap anak penderita kanker.

Itulah alasan saya mengagumi sosok Bambang Pamungkas yang di mata saya bukan hanya sekadar pemain sepakbola, melainkan lebih dari pesepakbola yang selama ini salah jika dikaitkan dengan atlet yang gemar menghambur-hamburkan harta yang telah diberikan Negara hanya untuk berfoya-foya. Mungkin beliau juga tak kalah hebatnya dengan pemain loyal dunia seperti Francesco Totti.

Isi

Analisis Saya terhadap sosok Bambang Pamungkas berdasarkan aspek-aspek perkembangan yang telah Saya pelajari pada mata kuliah Psikologi Perkembangan adalah sebagai berikut.

Aspek-aspek perkembangan manusia, yaitu:

Fisik

Perkembangan fisik, sekurang-kurangnya mencakup dua aspek utama yaitu aspek anatomis dan fisiologis. Aspek anatomis berkaitan dengan perubahan kuantitatif pada struktur tulang, indeks tinggi dan berat badan serta proporsi antar bagian. Sedangkan fisiologis berkaitan dengan perubahan secara kualitatif dan fungsional, seperti kontraksi otot, peredaran darah, pernapasan, sistem syaraf, dan lain-lain.

Berdasarkan rata-rata bayi yang lahir di Indonesia, Bambang Pamungkas mempunyai berat dan tinggi badan ketika lahir sama seperti orang Indonesia pada umumnya, yakni sekitar 2-4 kg dan 50-60 cm. Usia balita merupakan usia seorang Bambang Pamungkas untuk belajar cara berbicara, berjalan, bahkan menendang bola-bola kecil sekalipun itu hanya pelan saja. Ketika usia kanak-kanak beliau mulai bermain dengan bola walaupun belum begitu paham dengan cara menendang bola yang baik.Namun, pada masa ini kontraksi otot-otot calon atlet ini berkembang bak seorang atlet cilik.

Semakin bertambahnya usia seorang Bambang Pamungkas membuat kelihaiannya dalam bermain bola sangat mengagumkan apalagi saat ditambah dengan berlatih di klub sepakbola saat ia berusia 8 tahun, kemampuannya dalam bermain sepakbola, fisik yang kekar serta pernapasan yang mulai dapat diatur berhasil ia kuasai. Sampai ia melewati masa puber dan beranjak dewasa, tinggi dan berat badannya berkembang dengan kecepatan perkembangan yang berangsur-angsur menurun dan bahkan menjadi mapan. Saat ini Bepe bertinggi badan 170 cm dan berat badan 68 kg.

Intelektual

Menurut John dan Conrad (dalam Abin Syamsudin), perkembangan intelegensi manusia sebagai berikut :

Laju perkembangan intelegensi berlangsung sangat pesat sampai masa remaja awal, setelah itu kepesatannya langsung menurun. Puncak perkembangan pada umumya dicapai di penghujung masa remaja akhir (sekitar usia 20 tahun), selanjutnya perubahan-perubahan amat tipis sampai usia 50 tahun. Setelah itu terjadi plateau (mapan) sampai usia 60 tahun untuk selanjutnya berangsur-angsur menurun (deklinasi). Terdapat variasi dalam waktu dan laju kecepatan deklinasi menurut jenis-jenis kecakapan tertentu.

Berdasarkan pendapat dari ahli di atas, laju kecerdasan seorang Bambang Pamungkas memang sangat baik pada masa-masa ia sekolah, terbukti dengan nilai raport yang cukup baik terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (koreksi kalau Saya salah), beliau memiliki kecerdasan yang lebih baik pada kedua mata pelajaran tersebut dibandingkan dengan teman-temannya.

Berdasarkan poin kedua di atas, puncak dari perkembangan intelegensi seseorang adalah ketika usia 20 tahun, pada usia tersebut seorang Bepe sudah mampu untuk mulai berpikir cerdas sebagai pesepakbola, ia telah mampu untuk hidup di negeri Belanda karena kemampuan intelegensinya di atas rata-rata pemain lain walaupun tidak lama tinggal di Negeri Kincir Angin tersebut.

Sosial

Perkembangan sosial dapat diartikan sebagai sequence dari perubahan berkesinambungan dalam perilaku individu untuk menjadi makhluk sosial. Charlotte Buhler mengidentifikasikan perkembangan sosial dalam term kesadaran hubungan aku-engkau atau subjektif-objektif.

Bambang Pamungkas telah jelas Saya katakan di atas pada bagian alasan Saya mengagumi sosoknya.Salah satu alasan Saya mengagumi beliau adalah bahwa beliau merupakan pesepakbola yang berjiwa sosial sangat tinggi.Bepe merupakan seorang yang berjiwa sosial sangat tinggi, dikala banyak publik figur terbuai popularitas, Bepe lebih menikmati sebagai Family Man dan peduli terhadap masalah-masalah sosial khususnya anak-anak yang hidup dengan AIDS dan kanker. Jadi, Saya rasa aspek ini telah sangat dimaksimalkan oleh Bepe dalam bentuk tindakan nyata.

Moral

Saat dilahirakan, seorang anak belum memiliki hati nurani, ataupun pemahaman nilai tertentu. Anak belum tahu tentang apa yang baik dan buruk, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Belajar bersikap, berprilaku dan bertutur kata serta berpikir sesuai dengan harapan-harapan masyarakat merupakan suatu proses yang berkesinambungan dari semenjak masa anak sampai dewasa.

Aspek ini telah menjadikan seorang Bambang Pamungkas menjadi publik figur, pesepakbola, maupun sebagai seorang bapak rumah tangga menjadi begitu sempurna. Bepe mampu untuk memberikan contoh tindakan maupun perbuatan seperti bertindak sportif dan fair play ketika bermain serta sopan terhadap semua orang di lapangan dan di luar lapangan. Bepe dapat dikatakan pesepakbola yang paling memiliki moralitas tinggi. Saat terjadi perdebatan antara wasit dengan teman-teman satu Timnya, beliau mampu menengahi, sehingga teman-temannya dan para wasit pun sangat memberikan respect terhadapnya. Oleh karena itu, saat bermain “MasBep” masih dipercaya untuk melingkarkan gelang kapten di lengannya, baik bersama klub (Persija) maupun Timnas (sebelum pensiun).

Bahasa

Kemampuan dalam berbahasa sangatlah penting untuk dapat menjalin komunikasi dangan orang lain. Dengan bahasa manusia dapat mengenal dan memahami dirinya, sesama dan lingkungan hidupnya.Manusia dapat mengutarakan ide-ide, gagasan, pemikiran, hal-hal yang disukai dan tidak disukainya melalui bahasa.

Semua hal yang berkaitan dengan bahasa telah dilakukan oleh Bepe, mulai dari beliau mampu untuk berdebat dengan wasit secara baik, bahkan sampai hal-hal besar sekalipun, seperti ketika media sudah tidak mampu lagi untuk mengkritik kebijakan dari PSSI, Bepe masih mampu untuk menggantikan sementara peran dari media tersebut dan tak jarang hasilnya pun PSSI manut dengan ide-ide serta gagasan yang dilontarkan Bepe.

Emosi dan Perasaan

Emosi merupakan suatu keadaan yang ditimbulkan akibat dari perasaan. Berbagai emosi dapat muncul dalam diri seperti sedih, gembira, kecewa, benci, cinta, marah.

Emosi seorang Bepe adalah bukan ketika ia dicemooh oleh para penonton maupun para awak media karena penampilannya yang kurang baik. Melainkan beliau emosi ketika klub maupun Timnas yang dibelanya dicemooh oleh orang lain. Bepe dilahirkan dalam keluarga suku Jawa yang memiliki kesantunan sangat tinggi. Oleh karena itu, Bepe mempunyai perasaan yang sangat lembut, tidak mudah kecewa dan pantang menyerah.

Minat

Minat berhubungan dengan aspek kognitif, afektif, dan motorik serta sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang diinginkannnya.

Bepe sangat berminat dalam hal sepakbola, Bepe berusaha keras untuk menjadi pesepakbola hebat seperti yang diinginkannya selama ini, atas usaha kerasnya tersebut Bepe mampu menggapai keinginannya tersebut. Namun, tidak cukup hanya menginginkan hal tersebut, Bepe sebenarnya lebih berminat untuk menjadi seorang guru, penulis, atau chef (meskipun sekarang hanya profesi guru yang belum bisa dicapai hmm mungkin nanti saat pensiun lalu jadi guru para pemain dalam tim atau disebut pelatih). Mungkin karena letak kerja kerasnya selama ini lebih dikonsentrasikan terhadap sepakbola sehingga saat ini ia menjadi pesepakbola tanah air.

Akan tetapi, Bepe masih ingin memberikan kepuasan terhadap dirinya dengan merealisasikan minat-minat lainnya yang ada pada dirinya, seperti menjadi juru masak ketika klub maupun Timnas yang dibelanya sedang berada di kota atau Negara orang lain. Bepe tak sungkan-sungkan untuk memasak masakan pedas yang lezat untuk dibagikan kepada teman-temannya. Selain itu, Bepe juga mulai gemar untuk menulis, baik di webnya maupun di buku (coming soon: Novel VICTORY). Ia pun masih sangat ingin menjadi guru, jika memungkinkan setelah pensiun nanti, ia ingin menjadi guru di lapangan atau yang disebut sebagai pelatih. Itulah berbagai minat yang ada pada diri seorang Bepe.

Motivasi

Adanya dorongan dalam diri manusia untuk berbuat, memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai suatu keinginan di sebut motif. Motif lebih menekankan pada dorongan internal dalam diri individu. Sedangkan motivasi ada yang bersifat eksternal dan internal. Motivasi yang sifatnya eksternal terkait dengan pengaruh atau eksistensi orang lain di luar diri individu.

Menjadi orang yang mampu membanggakan bagi semua orang adalah motif dari seorang Bambang Pamungkas. Motif beliau dilatarbelakangi oleh kata-kata beliau sendiri yang sangat terkenal, “jangan pernah berhenti bermimpi karena mungkin suatu saat nanti mimpi kalian akan menjadi kenyataan.”Sepenggal pesan yang sebenarnya ditujukan kepada para pesepakbola junior namun ikut menjadi motivasi bagi dirinya sendiri.

Mengenai motivasi eksternal, beliau termotivasi dengan sosok idolanya yang juga seorang pemain sepakbola yakni “Si Kurus” Kurniawan Dwi Yulianto, seorang pemain penyerang andalan Tim Nasional Indonesia era 90-an sampai awal 2000-an. Kurus merupakan pemegang caps serta gol yang cukup teratas sebelumnya bagi Tim Nasional Indonesia sebelum akhirnya dilewati oleh pengagumnya sendiri, yakni Bambang Pamungkas. Itu semua berkat motivasi serta motif atau tujuannya dan kerja kerasnya selama ini.

Sikap

Sikap merupakan penentu dalam tingkah laku manusia, sebagai reaksi sikap selalu berhubungan dengan dua hal yaitu ‘like’ atau ‘dislike’. Setiap orang memiliki sikap yang berbeda, mengacu pada adanya faktor perbedaan individu (pengalaman, latar belakang, pendidikan, kecerdasan, dan lain-lain), dengan begitu setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap suatu objek tertentu.

Bambang Pamungkas mempunyai sikap yang sopan, arif dan bijaksana, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Pengalaman yang dimiliki oleh Bambang Pamungkas telah banyak mampu membedakannya dengan orang lain. Seperti ketika Bepe menolak dipanggil untuk memperkuat TimNasional Indonesia, dengan santunnya Bepe menolak dengan alasan masih banyak pemain lainnya yang performanya lebih baik daripada dirinya sendiri. Selain itu, beliau merupakan orang yang sangat tegas terutama menyangkut hal prinsip seperti kontrak kerja atau masalah gaji, pernah Bepe berhenti bermain selama semusim karena kendala gajinya dan gaji teman-temannya sehingga di saat temannya bisa kompromi tapi Bepe sebagai kapten lebih memilih istirahat dengan sambil memperjuangkan haknya serta rekan-rekannya. Pensiun dari Timnas Indonesia juga merupakan hal yang sangat mengejutkan banyak orang, mungkin karena kondisi sepakbola pada saat itu yang kembali terjadi konflik sehingga Bepe berusaha untuk mengambil langkah dan sikap yang merdeka.

Kepribadian

Kepribadian merupakan kualitas perilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya secara unik. Maksud secara unik adalah kepribadian tersebut hanya dimiliki oleh dirinya sendiri dan berbeda dengan kepribadian orang lain.

Bambang Pamungkas berkepribadian yang unik, Bepe memiliki kharisma yang tidak dimiliki oleh pemain lain, seperti artikel yang ia tulis berjudul “Parit Penuh Duri”. Pada saat demam sepakbola menggandrungi negeri ini, banyak para atlet sepakbola yang memperkuat Tim Nasional Indonesia mulai ikut untuk tidak hanya berakting di lapangan hijau dalam waktu 2×45 menit, tetapi mulai ikut berakting di depan shoot kamera dalam waktu yang berjam-jam. Namun, Bepe hampir tidak pernah muncul secara eksklusif di layar kaca televisi. Bepe berbeda dengan Irfan Bachdim yang sudah menjadi artis baru di dunia entertainment Indonesia pada saat itu.

Inilah keunikan dari kepribadian seorang Bepe, sehingga tak sedikit orang yang mengatakan Bepe sombong tidak mau bersosialisai di dunia akting. Meskipun demikian, Bepe tetap menjadi atlet tersukses dan terpopuler di Indonesia, terbukti dengan berbagai penghargaan yang diterimanya dimana nominasi tersebut dipilih oleh voting dari pemirsa televisi Indonesia.

Bakat dan Kreativitas

Bakat merupakan kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Pada dasarnya setiap manusia memiliki bakat pada suatu bidang tertentu dengan kualitas yang berbeda-beda.Sedangkan kreativitas dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mencipta suatu produk baru. Kreativitas juga berhubungan dengan kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru.

Bakat sepakbola yang dimiliki oleh Bambang Pamungkas sejak lahir mampu direalisasikannya menjadi kenyataan. Bakat tersebut diasah oleh Bepe dengan ikut berlatih di Sekolah Sepak Bola. Saat ini Bepe akan merealisasikan kreativitas lainnya bersama para pesepakbola lain seperti Ponaryo Astaman, Firman Utina, dllyakni dengan mendirikan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang merupakan Lembaga Profesional pertama di Indonesia sebagai pembela hak-hak serta pengingat kewajiban-kewajiban dari setiap pemain sepakbola.

Bakatnya di bidang memasak juga terus dikembangkan dengan adanya Chef “Nekad” karya beliau, bakat di bidang menulis juga terus berkembang seiring dengan minat bacanya yang tinggi, bahkan beliau juga mulai merintis untuk menjadi motivator. Terbukti dengan suksesnya gelaran “Cinta dan Tanggung Jawab”.Cinta vs Tanggung Jawab merupakan kejadian yang sering dihadapi. Pada kesempatan itu beliau menunjukkan kemampuannya dalam berbicara di depan umum, bahwa “pada akhirnya cinta akan memberikan jalan untuk sebuah tanggung jawab”Ucapnya. Ya, Saya rasa “motivator handal” itu adalah seseorang yang di dalam kehidupan memiliki banyak pengaruh pada sekelilingnya. Mungkin itu definisi Saya melihat pengaruhnya terutama dengan apa yang Saya rasakan.

Kesimpulan

Analisis Saya mengenai hal-hal yang menunjang Bambang Pamungkas dapat sukses adalah sebagai berikut.

Keluarga merupakan faktor utama terhadap suksesnya Bepe sebagai pemain sepakbola. Asas demokrasi yang dianut oleh keluarganya membuat Bepe menjadi leluasa memilih masa depannya sendiri, namun tentunya segala bentuk pilihan tersebut harus mampu dipertanggungjawabkan dengan baik dan Bepe berhasil melakukannya.

Sebagai pemain sepakbola, tentu hal-hal yang dapat menunjang seorang pesepakbola menjadi sukses adalah yang paling utama dukungan materil dari orang tua terhadap anaknya. Ya, Bambang Pamungkas sangat didukung oleh kedua orang tuanya terutama sang Ayah untuk menjadi pemain sepakbola hebat di Indonesia. Bepe dibiayai untuk tetap bersekolah dan ikut berlatih di SSB.

Dukungan dari kedua orang tua Bepe juga berupa dukungan moril, seperti motivasi, nasihan-nasihat, dan lain-lain. Tak jarang pula Ayah Bepe memberikan kritikan pedas yang membangun untuk anaknya. Seperti sebuah pengalaman Bepe yang ditulis di website pribadinya.

Saat Indonesia beruji coba melawan juara ketiga Piala Dunia 2010 yakni Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno yang telah dipenuhi lebih dari 50 ribu penonton. Ketika itu, Indonesia dikalahkan dengan skor yang cukup telak 1-7 oleh Uruguay. Namun menurutnya dirinya telah bermain cukup baik dengan menciptakan satu assist untuk terjadinya gol pertama yang dicetak oleh Boas Solossa pada pertandingan malam tersebut.

Ternyata di lapangan hal tersebut berbeda, ketika Bepe sedang menguasai bola dan ia mulai melakukan kesalahan-kesalahan, penonton mulai meneriakinya. Puncaknya, ketika ia ditarik keluar dan digantikan pemain lainnya, bukannya mendapatkan tepuk tangan yang meriah, melainkan ia dicemooh dan disoraki oleh penonton yang hadir. Wajah Bepe pun sempat memerah dan ia bingung padahal ia sedang bermain di GBK yang notabene adalah kandang Persija juga. Akan tetapi, ia disoraki, sungguh hal yang jarang terjadi sebelumnya dan ia pun tak habis pikir jika pertandingan tersebut berlangsung di Bandung yang notabene kandang rival Persija.

Singkat cerita, setelah pertandingan selesai, Bepe dan para pemainnya pun naik ke dalam mobil menuju hotel pemain.Ia sangat jenuh ketika itu, terbersit pikiran untuk tidak lagi membela panji merah putih karena kejadian malam hari itu. Namun, kecintaannya terhadap Timnas membuat ia membuang jauh-jauh pikiran tersebut.

Ia pun merasa sangat ingin dihibur malam hari itu, tetapi tidak ada keluarga yang biasa menghiburnya seperti jika ia sedang di rumah. Akhirnya, seseorang menelpon Bepe yang ternyata itu adalah suara Ayahnya sendiri dari kampung. Ia pun senang. Dalam hatinya, biarpun tidak dapat bertemu langsung dengan keluarga, namun dari suara telepon di ujung sana sudah cukup membuatnya senang.

Singkat cerita, bukannya mendapat hiburan atau dukungan dari Ayah yang menelponnya, melainkan ia mendapat kritikan terkait dengan sikapnya di lapangan. Menurut Ayahnya, ia tidak melihat anaknya yang bermain seperti biasa. Selain karena masalah banyaknya kesalahan yang Bepe lakukan yang menurut Ayahnya itu biasa terjadi pada setiap pemain, ada satu hal yang jarang terjadi pada diri Bepe, yakni ia lupa untuk memberikan sambutan dan berterima kasih terhadap penonton yang telah rela untuk menontonnya bermain. Bepe pun mengakui kalau ia sengaja memalingkan muka dari arah penonton yang menyorakinya dan ia juga mengaku kesal sehingga tidak ingin memberikan tepuk tangan kepada penonton.

Begitulah kritikan dari Ayahnya kepada dirinya sendiri yang sangat membangun dan sampai saat ini tidak lagi diulanginya. Hal-hal lain yang menunjang Bepe sukses selain faktor dari keluarga adalah kerja keras serta kemauannya untuk menjadi seorang yang sukses. Ia mampu untuk tetap bersekolah dan juga berlatih sepakbola. Sungguh, hal yang sangat melelahkan sebagai seorang remaja seusianya ketika itu. Inilah sosok yang Saya kagumi.

 

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
321 views

Leave a Reply