Adu Kuat antara Jakarta dan Amsterdam

Hari Senin di tanggal 9 Juni 1975, Persija Jakarta mendapat tamu spesial dari negeri Kincir Angin. Tamu itu adalah Ajax Amsterdam. Setelah sebelumnya menjalani Turnamen Segitiga antara Ajax Amsterdam, Manchester United dan PSSI Tamtama. Maka, Ajax melanjutkan kembali tur pertandingan mereka seperti melawan PSMS Medan, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Saat itu Ajax menjadi tim yang mendominasi kekuatan Eropa. Di awal era 70-an, Ajax Amsterdam berhasil menjadi juara Liga Champions dengan torehan gelar tiga kali beruntun, tahun 1971 hingga 1973, maka momen kedatangan klub yang berjuluk de Godenzonen begitu bersejarah untuk publik sepakbola Jakarta.

Bermain di Stadion Utama Senayan pada malam hari, lini belakang Persija harus menghadapi serangan bertubi-bertubi dari lini depan Ajax Amsterdam, seperti yang dituliskan oleh koran Merdeka saat itu bahwa Ajax menunjukkan ‘mutu dunianya’.

Walaupun diserang terus menerus oleh Ajax Amsterdam, Persija Jakarta mampu mencuri gol terlebih dahulu lewat gol Risdianto pada menit ke-21. Risdianto yang saat itu melakukan individual skill dari sisi kiri lapangan berhasil mengecoh pertahanan Ajax Amsterdam dengan tendangan yang tidak begitu keras ke gawang Ajax yang dijaga oleh Heinz Stuy.

Keunggulan Persija tidak bertahan lama, Ajax mampu membalas tiga menit kemudian, lewat kualitas penyerang dunia asal Belanda yakni Johny Rep, ia yang berhasil melewati Oyong Liza dan one on one dengan kiper Persija, Ronny Paslah. Johny Rep mampu menceploskan bola ke arah kanan gawang.

Ajax yang mencoba memancing Persija agar keluar dari daerahnya ternyata tidak berhasil, hingga peluit panjang ditiupkan, skor 1-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan.

Berikut starting line-up kedua tim saat itu:

Ajax Amsterdam: Heinz Stuy (Penjaga gawang), Wim Surrbier, Ruud Krol, Johnny Dusbaba, Arno Steffenhagen, Gerrie Mühren, Rene Notten, Pim Van Dord, Johnny Rep, Kick Seegers dan Ruud Geels. 

Persija Jakarta: Ronny Paslah (Penjaga gawang), Sutan Harhara, I’im Ibrahim, Sofyan Hadi, Oyong Liza, Suaeb Rizal, Andi Lala, Anjas Asmara, Risdianto, Djunaedi Abdillah dan Sumirta.

 

Foto: Legendary 1928

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
147 views

Leave a Reply