Mempertanyakan Cinta

Besaran kadar cinta seorang manusia tak ada tolak ukur pastinya. Besaran cinta seorang manusia hanya bisa diketahui dari aksi nyatanya yang telah dilakukan kepada yang dicintanya. Apakah dengan mencintainya dia bisa menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Namun, karena pada dasar nya cinta selalu membuat lebih baik, bila membuat lebih buruk yang kita cinta bukan lah cinta. Hal tersebut hanya merupakan obsesi untuk memiliki semata.

Lalu, bagaimanakah selama ini kita mencintai Persija kita? Apakah dengan kita mencintai Persija, lantas membuat Persija lebih baik? Atau selama ini yang kita lakukan terhadap Persija hanya obsesi untuk mencari popularitas belaka? Mari kita cari tahu bersama.

Seperti halnya mencintai seorang anak manusia, jika kita benar-benar mencintai nya, pasti kita akan menikahinya. Menikahi nya pun juga harus melewati wali nya, karena sebelum anda nikahi, gadis itu adalah milik walinya. karena aksi nyata dari setiap manusia yang saling mencinta adalah menikah. Jika hanya berlama-lama bersama tanpa menikah, sama saja membuang-buang usia.

Ketika kita mencintai Persija, jika kita benar-benar mencintai nya, pasti kita harus merelakan sesuatu milik kita untuk bertemu dengannya. Ya, jika kita ingin bertemu dengan sang kekasih, kita harus merelakan uang kita untuk ditukar dengan tiket, yang untuk sebagian besar pecinta Persija besaran uang yang harus dikeluarkan tidaklah kecil.

Jika kita menonton persija tanpa tiket itu sama saja dengan menikmati apa yang bukan menjadi hak kita. menukar uang anda dengan tiket pun tak bisa sembarangan, harus melewati wali yang dalam hal ini adalah PP Jakmania. Dengan melewati PP jakmania anda akan melakukan akad yang kemudian akan membawa anda bertemu dengan sang kekasih, yaitu Persija.

Sebenar nya andapun bisa bertemu sang kekasih tanpa melewati sang wali, tapi itu layaknya pernikahan yang tak disetujui oleh wali dari sang kekasih. Anda mendapatkan kekasih anda, tapi tak mendapatkan keluarganya. Apa enaknya kalau begitu?

Dengan akad yang terjadi dengan persetujuan wali kedua belah pihak, pernikahan akan berlangsung lancar, begitupun kehidupan setalah pernikahannya. Sang kekasih akan mendapat haknya, dan juga menjalankan kewajibannya.
Begitu pula jika kita membeli tiket lewat PP jakmania, kita mendapatkan hak kita begitupun sang kekasih, Persija.

Kita mendapatkan hak kita sebagai supporter yang ingin melihat klubnya dengan nyaman dan aman. Sedangkan Persija mendapatkan haknya berupa keuntungan finansial untuk menghidupi dirinya dan juga pasti nya bisa menjalankan kewajiban nya untuk mempertontonkan permainan yang baik dan bahkan, terkadang kita mendapatkan bonus berupa kemenangan.

Lain hal nya jika kita membeli tiket untuk bertemu Persija dari pihak lain yang tidak jelas. Selain tentu nya harga yang lebih mahal, keaslian tiket pun sangat diragukan. Dan juga yang paling parah, keuntungan dari penjualan tiket tak dirasakan oleh Persija.

Disitulah indah nya jika kita mencintai dengan cara yang benar, semua pihak yang terlibat tak mengalami kerugian. Dan malah mendapatkan keuntungan. Lalu, ada dibagian mana cara anda mencintai Persija? Dengan melewati walinya (PP Jakmania) atau tanpa melewati sang wali? Semoga anda sudah mencintai Persija dengan cara yang benar, jikapun belum, semoga anda secepatnya bisa mencintai Persija dengan benar.

Terakhir, tulisan ini dibuat bukan untuk menggurui, hanya untuk membuat kita semua mempertanyakan kembali apa yang selama ini kita sebut cinta untuk klub kebanggan kita semua. Pilihan ada di tangan anda, mau mencintai Persija dengan cara yang baik dan benar, atau ingin terus menikmati apa yang bukan menjadi hak anda.

Print Friendly, PDF & Email
Share post :
37 views

Leave a Reply